Sahabat Terdekat Manusia itu…

Juni 15, 2017





Ingat mati, ingat sakit
Ingatlah saat kau sulit
Ingat, ingat, hidup cuma satu kali
Berapa dosa kau buat
Berapa kali maksiat
Ingat-ingat sobat, ingatlah akhirat
Cepat ucap Astaghfirullahal ‘adzim
- Lirik lagu Tobat dari Wali Band

Bismillaahirrohmaanirrohim…
Seperti yang kita ketahui, beberapa hari terakhir ini dunia selebrita mengalami kabar duka yang datang secara bertahap. Dimulai dari berpulangnya artis bernama Yana Zein, kemudian disusul oleh artis yang memiliki nama Yulia Rahmawati atau yang biasa terkenal dengan nama Julia Perez pada tanggal 10 Juni 2017, serta keesokan harinya tepat di dini hari, menyusul lagi kepergian suami dari artis yang terkenal dengan peran antagonisnya yakni Ririn Ekawati yang bernama Ferry Wijaya.




Mungkin dari sekian pemerhati dunia selebriti saya salahsatunya yang ikut sedih ya. Dan juga banyak merenungkan diri sendiri dan segala macam tingkah laku yang sudah saya perbuat selama ini. Namun kali ini saya ingin menyoroti sisi positif yang saya ambil dari Julia Perez dan juga suami Ririn Ekawati, yakni Ferry Wijaya.

Seperti yang dilansir dari akun Instagram ‘Jupenizer’, dan beberapa berita yang saya baca, Julia Perez memiliki kehidupan yang unik. Dulu bayangan saya dia adalah artis seksi yang bla… bla… bla… namun dibalik itu, dia juga punya sisi baiknya yang super sekali dan patut diacungi jempol.

Meskipun dia artis, dia tetap melanjutkan studinya hingga S2, subhanallah sekali melihat hal itu. Fasih dalam melafalkan ayat-ayat suci al-qu’an, hal ini saya tengarai dari lafal ketika almarhumah mengikuti umroh bersama Nia Daniaty. Selain dari itu, dia sosok yang menebar nilai positif untuk tidak mudah menyera, patah semangat, atau belarut-larut dalam kesedihan, memberikan influence  yang baik kepada sekitar, memberikan senyuman terindah kepada orang lain.

Itu adalah salahsatu dari sekian hikmah yang saya temukan dari sosok Almarhumah Julia Perez. Usahanya untuk tidak ingin orang lain larut dalam kesedihan dibalik penyakit yang dialaminya itu memberi dampak positif yang baik, supaya setiap orang harus selalu survive di setiap keadaan yang tengah dialami dengan tidak menunjukkan kesakitan yang dihadapi. Bahkan sebelum dia meninggal pun, masih sempat membuat keluarga atau orang yang ada di sekitarnya tertawa lebar dengan aksinya ketika tengah make up yang mana di sana ada artis lain yakni Gracia Indri.

Sedangkan pelajaran yang bisa saya ambil dari keluarga kecil Ririn Ekawati dan Ferry Wijaya. Yang mana kala saya baca videonya di youtube, sontak membuat hujan membasahi pipi saya. Padahal saya nggak menyetir sama sekali, namun mendengar penuturan kisah Ririn Ekawati yang tengah diwawancarai, secara tanpa sadar membuat luruh air mata saya. Huhuhu… mellow abaikan ya… hehehee

Ferry Wijaya dan Ririn Ekawati pernah berjanji ketika pertama kali check up  penyakit Leukimia yang diderita Ferry Wijaya untuk tidak menyebarkan kepada orang lain atau keluarga tentang kesedihan yang tengah menyimuti keduanya terkait penyakit yang diderita almarhum. Walaupun jika dilihat dari tatapan almarhum saat berfoto bersama nampak sekali wajah pucatnya. (hasil stalking di Instagram Ferry Wijaya)

Saat Ferry Wijaya menghembuskan napas terakhirnya, Ririn Ekawati tidak sedang berada di sisinya, namun masih menjalankan ibadah umroh di tanah suci bersama sang ibu. Mungkin salahsatu dari tanda-tanda akan kepergian Ferry Wijaya yang mana almarhum menuliskan caption simple di foto Ririn Ekawati yang berada di tanah suci yang  telah dipostingnya. “banyak doa untuk suamimu” – kurang lebih demikian. Huhuhuu…

Mungkin itulah secuil kisah yang bisa saya soroti. Lah terus pelajaran apa yang bisa diambil dari keduanya? Salahsatu pelajaran berharga yang sangat saya rasakan itu, mana kala kematian atau yang lebih bisa diartikan sebagai ‘sahabat terdekat manusia’ itu tatkala dia datang, tak ada satupun atau seseorang pun yang mampu mengelak atau mencegah kehadirannya. Karena bagaimana pun juga, ditunggu atau tidak ditunggu, kedatangannya akan pasti.. hanya persoalan waktu.


الذين اذا اصابتهم مصيبة قالوا انا لله وانا اليه راجعون
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun" (Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali). (Al-Baqarah 2:156)
 
Ya iyyalah, mana ada kematian yang minta kompromi untuk diulur waktu sejam lagi, seabad lagi, seminggu lagi, dan se… se… se… lainnya. Bahkan ketika datang pada orang yang tengah asyik nonton tivi pun bisa. Tak ada yang mampu menolak kedatanganya. Dan salahsatu penantian berharga dalam hidup ya itu, menunggu ‘kematian’. Menunggu kamu mah, masih ada sedikit bosennya. Wkwkwkwk. Kurang peka, sih hehehe

Sebagai cambukan dalam diri, setiap orang tentu akan mengalami kematian. Namun alangkah lebih baiknya ketika diri mampu membawa bekal yang cukup untuk perpindahan pada alam berikutnya, yakni alam kubur atau alam barzah. Secuil apapun perbuatan baik yang dialami di dunia memiliki nilai tersendiri, dan setiap perbuatan buruk secuil apapun bentuknya, juga akan mendapatkan pertanggung jawaban di akhirat nanti, sekalipun hal baik atau buruk itu berbentuk seperti biji sawi.

Seperti yang dialami Julia Perez dan Ferry Wijaya. Mereka memang telah meninggal. Namun keduanya tetap ada, tapi berpindah tempat, berpindah dunia lebih tepatnya begitu. Semoga almarhum dan almarhumah bisa ditempatkan yang terbaik di sisi-Nya, di lebarkan kuburnya, dan juga diberikan penerangan yang baik untuk mereka. Allahummaghfirlahum, warhamhum, wa’aa fiihi wa’ fu’anhum. Aminn…

Semoga apa yang saya bagikan ini tengan Siapakah Sahabat Terdekat Manusia itu… bisa bermanfaat bagi diri sendiri juga bagi semua pembaca yang berkunjung kesini. Hehehe… jangan lupa ya, feel free to drop your comments.

Wringintelu, 14 Juni 2017
Khoirur Rohmah


Referensi :
Wikipedia Indonesia

You Might Also Like

2 komentar

  1. Tadinya aku juga mikir sama ma, ah paling cuma seksi2 doang, ga taunya pas alm diundang talkshow apa gitu barulah ketahuan kalo dirinya jajaran wanita cerdas, keliatan dari public speakingnya sih, uda gitu uda going abroad pula
    Duh diingatkan tentang kematian, rasanya nyesek, amalanku ini loh masih ga ada apa apanya, saatnya bermuasabah

    BalasHapus
  2. innalillaahi...

    Jarak kematian memang lebih dekat dari jarak ibu jari dengan jari telunjuk. Semoga kita bisa selalu beramal sholeh hingga ajal menjemput

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan berkunjung kemari.
Salam kenal, jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya, supaya bisa berkunjung balik. Hhee. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Contact Me

Jika ingin mengontak saya untuk keperluan publikasi, kerjasama, ataupun pertanyaan lain tentang blog ini bisa dengan mengirim email langsung ke rurohma95@gmail.com.
Terima kasih -
Copyright by Khoirur Rohmah
Fastabiqul Khoirots

Like us on Fanpage

Kicauan Saya