Dear Bali, Bawa Aku Melarikan diri dari Rutinitasku

September 30, 2017





Bismillaahirrohmaanirrohim…..
Dear Bali, izinkan saya untuk mengirimkan surat cinta ini untukmu saja. Karena hanya kamu yang tentu paham dan mengerti akan kejenuhan saya selama seminggu ini dan persiapan untuk beberapa bulan kedepan.

Sebelumnya, saya ingin banyak bercerita hal tentang keindahanmu melewati surat digital ini. Cerita tentang awal mula kenapa saya perlu sekali escape  dari rutinitas setiap hari dari tempat kerja. Bahkan, hanya menikmati akhir pekan sehari di rumah saja, sepertinya memang sangat tidak puas sekali, saya ingin kamu bisa mengobati quality time  yang ingin saya dapatkan bulan depan nanti. Insyaallah…

Jenuh, banget
Cerita ini bermula, karena saya mengalami kejenuhan tingkat tinggi, kebosanan, kalau kecapekan, saya rasa semua orang juga memiliki tingkat capai tersendiri ya. Jadi, relatif aja sih. Seminggu terakhir ini, saya hanya seorang diri berada di tempat kerja sembari menunggu Toko tempat saya bekerja. Lebih tepatnya posisi saya bekerja ada di toko, namun pekerjaan utama saya membuat buku untuk Taman Kanak-Kanak saja. Jadi, jika toko ramai, saya pun ikut membantu melayani pembeli.

Namun, kurang lebih seminggu kemarin, dua teman saya yang satu bagian desain buku juga, serta yang satunya bagian toko, mereka sakit. Alhamdulillahnya, ada PSG yang ikut membantu saya meringankan beban selama melayani pembeli. Dan selama mereka tak masuk, toko Alhamdulillah ramai. Jadi, untuk duduk menikmati layar komputer saja, bisa dihitung dengan jari.

Oleh karena itu, Bos saya sampai bilang, “Sabar dulu ya, tunggu Senin depan, kamu ada temannya,” ucapnya sembari senyum dengan manisnya. Jarang banget Bos perempuan bilang seperti itu, mungkin tahu keadaan di toko, sampai-sampai saya mondar-mandir dari komputer timur sampai pojok, jadi, multitaskingnya sedikit berlebihan. Kalau fotocopy ke-handle sama Mila – anak yang PSG, saya yang bagian ngetik soal ujian guru-guru SD yang minta cepat selesai hari itu juga, atau  ada setting stempel, desain kaos, kebetulan lagi kalau ada yang beli jilbab, atau bantu nata lembar foto copy yang di copy sama Mila perlu ditata kembali.

Dear Bali, semoga kamu tak jemu untuk membaca surat ini hingga akhir nanti ya…

Di hari Sabtu ini, Alhamdulillah saya bahagia, akhirnya teman saya satunya masuk. Karena kebetulan hari ini gajian. Alhamdulillah, keramaian di toko sedikit banyak ke-handle. Apalagi minggu depan bisa berjumpa dengan anggota baru di toko, tentu lebih ramai lagi 4 orang di toko nantinya. Amin. Karena, awal bulan Oktober ini, anak PSG juga sudah habis masa Prakerinnya. Jadi, tentu kalau toko dalam keadaan ramai, dan ada salahsatu dari kami tidak ada yang masuk, tentu cukup bingung nge-handle meski perlahan sih ya melayani pembeli satu-satu. mudah-mudahan, next sakitnya nggak berbarengan lagi.

Dear Bali, Tahun Ajaran baru di depan mata pula

Tahukah kamu? Pertengahan bulan depan, saya perlu menyelesaikan desain buku TK dari semester 1 dan semester 2 tiap 7 mata pelajaran per kelompok A dan B. Bahkan sampai sekarang saya baru menyelesaikan satu desain buku mewarnai yang belum sepenuhnya fix  untuk diajukan kepada pimpinan. Jadi, mau tak mau, malam harinya saya perlu lembur kerja untuk bisa mengejar buku-buku tersebut selesai sebelum Tahun Ajaran Baru tiba.

Namun, setelah maghrib, selain Malam Senin dan Selasa, kebetulan ada jadwal ngajar di Madrasah Diniyah. Jadi, ketika akan lembur harus menyesuaikan dengan jadwal ngajar. Tapi, kadang saya tidak hadir dengan meninggalkan catatan ke anak-anak, atau memberi soal selama lembur tersebut.

Dari situlah, saya rindu ajang untuk quality time mempersiapkan dan menyambut saat-saat membuat desain buku, lembur kerja, multitasking di toko, atau mengajar di mushola, saya merasa butuh space untuk diri saya sendiri dalam me-recharge tenaga sebelum hari itu datang.

Selain itu, ada niatan tersendiri kenapa saya sangat pengen escape  dari Rutinitas Kerja setiap hari. Sebagai ajang untuk balas dendam kali ya. Hehee… dengar-dengar lagi,rekan desain saya akan resign beberapa bulan yang akan datang. Wah ini malah perlu persiapan kuat tentunya.

Dear Bali, saya perlu sentuhanmu untuk mengobati rindu ini

Saya rindu menikmati liburan tanpa memikirkan pekerjaan sama sekali, menikmati suasana Bali dengan eksotika alamnya, maupun wahana, atau pantainya, pernak-perniknya, maupun orangnya sendiri.

 
Sewaktu di Taman Ujung Karangasem

Terakhir saya mengunjungimu pada bulan April 2017 kemarin. Masih ingatkah kamu ketika saya menikmati alam Taman Ujung di Karangasem yang sungguh indah itu dengan alamnya yang segar ijo royo itu. Subhanallah sekali, pemandangan pantainya juga terlihat dari jauh. Saya ingin bisa sampai sana lagi, meski untuk kesana waktu itu, ada tragedi, dan saya telah menuliskannya di sini. Kamu bisa baca di lampiran surat ini ya…


Tahun 2014 lalu, saya juga pernah mengunjungimu untuk pertama kalinya. Namun, saya hanya bisa menyesap suasana sunset yang tertutup mendung di Pantai Kedungu, saja. Saya ingin menyusuri tempat-tempat terindahmu lainnya, Bali.

di Pantai Kedungu, Tabanan


Dear Bali, saya ingin menjamahmu, lagi, lagi, dan lagi

Sepertinya, tidak ada kata bosan untuk menikmati alammu, meski harus kembali lagi, lagi, dan lagi untuk menikmati tiap spot, pojok, atau sudut terindahmu, Bali. Pantas saja, banyak selebrita yang rindu berlibur ke tempatmu,melangsungkan pernikahan di Bali, seperti baru-baru ini ada pasangan fenomenal Hamish Daud dan Raisa Andriana. Bahkan Rans Family yaitu Raffi Ahmad dan Nagita Slavina juga, ada juga Gading Martin dan Gisel, terus pemain sinetron, Steven William dan Eveline Angelista. Yosh, mereka adalah segelintir selebrita yang merasakan hari bahagianya di wahana terindahmu, Bali.

Jadi, saya pun tidak heran jika kamu memberikan setiap orang yang mengunjungimu sebuah candu untuk bisa kemBali dan sampai ke tempatmu, lagi, dan lagi.

Jika saya diberi kesempatan untuk quality time dalam rangka melarikan dari dari rutinitas pekerjaan. Tentu saya tak  ingin melewatkan momen itu begitu saja, apalagi soal tour guide  lokal yang bisa membantu saya menghabiskan waktu selama berada di pulaumu tersebut. Seperti halnya Bali Funky,  yang memberikan penawaran lebih jika nantinya saya berlibur ke rumahmu. Karena, Bali Funky layaknya soulmate yang tepat saat berlibur dan menikmati quality time di sudut wisatamu yang maha indah tersebut.

 
Tour Guide Lokal yang terpercaya Bali Funky

Dan, dengan bantuan tour guide  lokal Bali Funky  ini, tentu saya ingin mencoba berbagai hal kan ya, seperti quality time berikut ini, yang sayang banget kalau tidak dicoba selama berada di Bali. Kebetulan lagi Mbak Pungky Prayitno dan Bali Funky mengadakan Bali Funky Blogger Hunt, jadi apa salahnya jika saya juga menorehkan wishlist ketika nantinya bisa sampai di rumahmu,kan? Melupakan sejenak, atau sementara waktu dari rutinitas tuntutan pekerjaan yang bejibun di tempat kerja. Dan it’s time to refresh and e-charge ourselves. Simak terus curhatan digital ini ya, Bali...

#1 Rafting : Menguji Adrenalin sembari Bermain Air

Seumur-umur, saya belum pernah merasakan, maupun mencoba kegiatan ini. Kegiatan ini cukup menantang sekali. Saya yang dasarnya nggak bisa berenang, tentu bisa jadi uji nyali tersendiri. Tapi, kalau tidak mencoba kegiatan ini, tentu saya sendiri tidak tahu seperti apa sih rafting itu? Apalagi melihat promosi dari sebuah tayangan televisi tentang rafting, membuat gairah saya untuk menguji adrenalin sembari main air ini semakin menggebu. Aah.. kapan bisa rafting di Sungai Putih, Bali

Kompak banget, kan? Seru nih....
 
Kya... Main Air sekaligus uji adrenalin, hehee

#Cycling : Bersepeda sembari Menghirup Atmosfir Bali  dan Sudutnya

Bisa diingat-ingat, terakhir kali sepedaan adalah minggu kemarin. Itu pun demi sesi video, kamu bisa lihat di lampiran yang akan sata sematkan di akhir surat ini ya, Bali. Selama kurang lebih 7 tahun bersepeda sewaktu sekolah SMP dan Madrasah Aliyah, tidak membuat saya bosan jika harus mengulang bersepeda lagi, lagi, dan lagi. Beneran!!! Dengan bersepeda, tentu saya bisa menikmati sejengkal momen selama perjalanan itu berlangsung hingga titik akhir tujuan tercapai.

Sepedaan di sawah belakang rumah
 
Yuk Gowes



Apalagi jika Cycling di tempatmu, di wilayahmu, Bali. Pemandangan alammu, persawahanmu, tentu tak diragukan lagi keindahannya. Bahkan atmosfir warga sekitarnya yang kental akan budayamu sendiri, membuat daya tarik untuk menikmati kegiatan bersepeda ini menggebu, apalagi jika harus bersepeda mengelilingi titik-titik tertentu di wilayahmu seperti di Persawahan Ubud. Atau boleh lah kalau saya belajar mengendarai ATV Ride, sambil mainan air dan lumpur. uhh... tentu seru sekali nih ya, Bali.

Duh... amboii rasanya...

#Trekking : Menapaki Pegunungan Bali

Kalau soal trekking ini, saya terinspirasi dari foto instagram yang dibagikan oleh adik kelas saya beberapa waktu yang lalu. Dia sedang trekking ke pegunungan yang ada di tempatmu, Bali. Lebih tepatnya, Gunung Batur. Yah... di foto ini, tentu kamu bisa lihat jika ini adalah wilayahmu, kan? Dan aku benar-benar terinspirasi untuk menjejakkan kaki, sekaligus ingin mendaki gunung Batur ini, Bali. Apakah aku boleh menjamah tiap jengkal tanah di pegunungan ini, Bali. Semoga impian saya untuk menikmati tiap sudut wilayah yang berharga ini suatu hari nanti, ya Bali.

 
Ini nih adik kelas saya di MTS yang udah sampai di Gunung Batur

 
Subhanallah Potret Alam Gunung Batur

Kan Pemandangannya Cethar


Saya ingin mencumbui alam di Gunung Batur sembari menjumpai dengan Sunset di sana, wanna this. Kabulkan impian ini ya, suatu hari nanti.

Tentunya, ada banyak tempat yang ingin saya tuju. Bahkan untuk ke tempat terdekat seperti Pantai Kuta, Sanur, Bedugul, Pantai Lovina, Pantai Pandawa, Nusa Penida, dan masih banyak lagi tempat-tempat yang belum pernah saya singgahi. Semoga dengan berjalannya waktu, saya bisa me-recharge sekaligus mempersiapkan diri untuk menghadapi tahun ajaran baru tahun depan dengan bahagia.

Tapi, Bawa saya Melarikan diri dari Rutinitas saya ya, Bali. Please...

Kamu bisa lihat di video yang saya sematkan berikut ini, jika saya benar-benar rindu untuk quality time. miss this so much. Dan jangan bilang ke siapapun juga ya, kalau sebenarnya waktu saya ke Bali bulan April kemain,  juga terselip intention untuk escape dari pekerjaan. Tapi please, jangan bilang siapa-siapa. Cukup kamu saja yang tahu. Supaya kamu bisa memahami apa yang saya mau. Karena kamu yang bisa menyuguhkan semua itu, termasuk pemandangan alammu yang subhanallah maha indah itu pada saya.



Bantu saya mewujudkan mimpi itu, ya Bali...

Dear Bali, Bring me to Escape from My Routinity....


Saya harap, curhatan digital ini bisa berbalas nantinya, ya. Sembari waktu itu datang, saya akan mencoba terus semangat bekerja, supaya kamu meng-acc proposal saya ini, karena saya rindu dan butuh quality time ini.

Oke, Bali... see you on the next journey with you, ya...
Please, reply this digital message for me

Sincerely Yours,
Khoirur Rohmah.

-0-
Ngomong-ngomong, semoga saja tulisan ini tidak sampai pada atasan dan rekan kerja saya lainnya. Hehehe... supaya mereka tidak tahu rencana ini, hihihi... Amin kan saja, semoga kerjanya berjalan dengan lancar, lemburnya tetap jalan, refreshingnya tetap jalan, biar bisa berjalan dengan beriringan. Amin.... semoga bisa benar-benar escape,..


You Might Also Like

8 komentar

  1. Aku luama buanget ga ke Bali... kok aku jadi pengen sih ya? Hahaha

    BalasHapus
  2. Saya ke Bali dulu sewaktu sekolah,pada saat SMP dan SMA.studytour gitu ke Bali. Lama sekali. Pengen juga ke bali...

    BalasHapus
  3. Wuah membaca surat dek Ruroh menjadi ingin melintas ke Bali niliki teman saya yang jadi juragan sosis di Badung...
    Semoga terkabul ya Dek Ruroh. Salam dari Rembang

    BalasHapus
  4. Aku baru sekali ke Balii huhu..

    BalasHapus
  5. Aku ke Bali cuma sekali dan itupun aku lupa kapan . Pengen ke sana lagi, tapi banyak hal yang tidak memungkinkan :(

    BalasHapus
  6. Kalau Bali adalah seorang lelaki, bisa-bisa dia meleleh baca surat romantis kayak gini.

    Good luck for us ya :)

    omnduut.com

    BalasHapus
  7. Aku belum pernah kesana mbak, udah aku selipin kok, mimpi yang bikin aku betah buat bayangin indahnya Bali

    BalasHapus
  8. Aku belum pernah kesana mbak, udah aku selipin kok, mimpi yang bikin aku betah buat bayangin indahnya Bali

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan berkunjung kemari.
Salam kenal, jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya, supaya bisa berkunjung balik. Hhee. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Contact Me

Jika ingin mengontak saya untuk keperluan publikasi, kerjasama, ataupun pertanyaan lain tentang blog ini bisa dengan mengirim email langsung ke rurohma95@gmail.com.
Terima kasih -
Copyright by Khoirur Rohmah
Fastabiqul Khoirots

Like us on Fanpage

Kicauan Saya