One Day – No Gadget Challenge

Minggu, 31 Juli 2016

Jember, Jember Regency, East Java, Indonesia
21 komentar


Bismillahirromaanirrohim...

Halo teman-teman... lama juga ya, saya tidak posting catatan harian. Hehehe... tapi kali ini, saya ingin cerita tentang kegiatan yang menurut saya menarik untuk dilakukan secara continue meski secara perlahan. Ceileh... bahasanya... hehee...

Apaan tuh kira-kira, gaes...
Read More

LENGKAPI KEBUTUHAN FASHION MUSLIM UNTUK KELUARGA DENGAN PRODUK DARI ETHICA

Senin, 25 Juli 2016

30 komentar


“Mak, kok beli pakaian yang jenis bahannya gini sih, padahal ini kainnya jatuh tapi lekuk tubuhnya keliatan loh ntar kalo dipake,” gerutu saya kepada Ibu setelah membeli pakaian bersama kakak perempuan saya.
“Lah, trendnya sekarang kan seperti ini. Lagipula kainnya ada motif dan warnanya tak mencolok, kok,” begitu jawab Ibu yang mungkin sangat saya sesalkan.
Read More

Ada Cerita Antara aku dan Kamera Ponsel

Kamis, 14 Juli 2016

Jember, Jember Regency, East Java, Indonesia
77 komentar


http://www.uniekkaswarganti.com/2016/05/Asus-giveaway-aku-dan-kamera-ponsel.html



“For me, the camera is a sketch book, an instrument of intuition and spontanity”
– Henri Cartier-Bresson [1]

Bismillahhirrohim...
Halo teman-teman... senang bisa berjumpa kembali lagi bersama kali lagi, nih. Setelah berpuas-puas ria menghabiskan liburan selama akhir ramadhan dan hari raya idulfitri. Rasanya, cukup banyak waktu hibernasinya, kurang lebih seminggu. Dan kini saatnya saya akan memulai membuat postingan kembali. Terasa kaku banget ketika harus menulis kalimat pembuka. Namun, begitu ingat ada sebuah postingan yang harus diselesaikan, apalagi tentang Kamera, saya tak ingin melewatkannya.

Karena, bagaimana pun juga saya sangat berkawan baik atau bisa dikatakan soulmate-an dengan yang namanya kamera. Eh, apalagi kamera ponsel.

Meski keinginan hati untuk bisa memiliki kamera digital, kamera pocket, kamera mirrorless, kamera DSLR/SLR belum terpenuhi. Rasanya, saya perlu bersyukur dengan adanya kamera ponsel yang telah saya miliki. Bahkan, dengan kamera ponsel yang ber-pixel kecil pun, saya masih bisa mengabadikan momen-momen penting dalam sebuah bingkai photo.

Awal Mula Memiliki Kamera Ponsel


Selama saat ini, sudah ada tiga kamera ponsel yang telah saya miliki. untuk ponsel pertama, adalah ponsel dengan riwayat hasil gaji pertama saya setelah sebulan bekerja di tempat saya saat ini. Meski saya membeli dalam keadaan second, namun saya tetap senang, karena sudah bisa memiliki kamera ponsel seperti teman-teman saya yang lain. Saya pun juga bisa mengabadikan momen di sekitar saya dengan sekali jepret. Meski hasilnya kurang maksimal. Seperti inilah hasil bidikan kamera ponsel pertama saya.

Hasil poto Kamea ponsel pertama saya

Setelah, alhamdulillah gaji bertambah. Dan tabungan saya sudah cukup untuk membeli kamera ponsel lagi. Akhirnya saya memutuskan untuk membeli sebuah ponsel baru yang hasilnya tak jauh beda dengan kamera ponsel saya. karena menyesuaikan dengan budget  yang saya miliki.

Bedanya antara kamera ponsel pertama dan kedua dikarenakan, kalau kamera ponsel pertama, jika sudah mencapai maksimal photo kurang lebih 50-an, saya perlu menghapus photo-photo yang sekiranya double atau tidak terlalu penting, dengan mem-backback up di flashdisk saya. Supaya nanti tidak akan muncul kalimat seperti ini: “Memori Penuh” karena memang di kamera ponsel pertama saya tidak ada kartu memorinya.

Sedangkan kamera ponsel kedua, saya beli dengan alasan karena memang masih harga promo dan terdengar asing di telinga lingkungan sekitar. Namun pertimbangan saya mengatakan, kalau merk ini sudah banyak mengeluarkan produk kamera ponsel berkualitas seperti ponsel pertama. Pastinya kamera ponsel yang akan saya beli ini jauh lebih awet dan hasilnya lebih bagus dari kamera pertama saya.

Awalnya sih memang benar anggapan tersebut. Namun setelah itu, belum genap 1 tahun lebih, kamera ponsel saya sudah terlebih dahulu rusak dikarenakan ada yang tidak beres dengan rangka dalam ponselnya. Padahal, jumlah photo yang sudah saya hasilkan cukup banyak, eh nggak taunya lagi, kartu memori saya ikut hilang setelah saya mereparasi di sebuah konter handphone. Seperti ini hasil kamera ponsel kedua yang pernah saya unggah dalam akun sosial media.

Hasil gambar dengan kamera ponsel kedua

Alhamdulillah, untuk kamera ponsel ketiga saya kali ini cukup dan lumayan baik dari kamera ponsel sebelumnya. Meski kamera depannya beresolusi VGA dan kamera belakang dibekali pixel sebesar 5 MP, saya banyak menelurkan segala kreatifitas dalam hobi menjeprat-jepret photo sekitar dengan kamera ponsel tersebut. Kamera ponsel ketiga ini saya pakai hingga saat ini. Saya mendapatkannya karena alhamdulillah menang dalam sebuah event penulisan lomba me-review sebuah website yang  baru saja dibuka. Senang bukan main, karena akhirnya saya bisa memiliki kamera ponsel yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Apalagi speknya cukup baik, meski merupakan keluaran lama dari sebuah merk ternama dalam dunia handphone.

Hasil bidikan kamera ponsel sekarang
Di antara kenarsisan saya selama memiliki kamera ponsel, saya mempunyai gaya khusus ketika melakukan selfie, groofie, ataupun wefie dengan orang lain. Di antaranya adalah:

1. Senyum Unjuk Gigi Ala Model


Gaya dengan senyum unjuk gigi yang khas dari seorang model yang berlenggak lenggok dalam sebuah pentas fashion menjadi inspirasi saya selama photo. Gaya ini saya dapatkan dari seorang teman. Menurutnya, photo dengan senyum unjuk gigi ini, mampu mempengaruhi penikmat photo tersebut untuk ikutan senyum dan merasa senang melihatnya. Asalkan tidak photo senyum unjuk gigi dengan terpaksa. Hehehe *me

Seperti berikut ini gaya photo saya dengan senyum unjuk gigi.

gaya foto dengan senyum unjuk gigi

2. Gaya dengan dua jari (peace)


Nah, gaya yang satu ini juga tak lengkap rasanya jika harus dimusnahkan atau tidak dieksplorasi. Karena photo dengan gaya dua jari, atau yang biasa saya sebut dengan gaya “Peace” karena menunjukkan makna perdamaian juga banyak menghiasai galeri kamera ponsel saya. kalau gaya yang semacam ini saya dapatkan dari ikut-kutan teman-teman ketika masih belum punya kamera ponsel dulu. Selain itu, gaya yang demikian ini cukup mudah dan simpel untuk dilakukan. Apalagi dipadupadankan dengan gaya unjuk gigi. Pasti hasil bidikannya cukup baik. Hehehe
Abaikan kenarsisan saya, hhee


3. Gaya Bebas

Bukan hanya dalam olahraga saja yang terdapat gaya bebas dalam materi lompat jauh. Dalam seni berfoto dengan kamera ponsel pun ada yang namanya gaya bebas. Di mana gaya tersebut menyesuaikan dengan kondisi mood seseorang dan kreatifitas dalam bergaya. Tapi dalam hal ini, saya kurang cakap. Apalagi kalau photo groofie saya jarang pede jika harus berfoto dibarisan paling depan, huehe...

mengeksplorasi gaya berfoto sesuai keadaan, hee

4. Gaya Candid

Gaya yang satu ini cukup banyak saya gandrungi saat ini. Karena dengan membidik sebuah adegan meski itu tiba-tiba bisa dibilang otomatis terjepret atau penuh rekayasa, saya cukup banyak menyukai hasil jepretan yang demikian.  Hehehe....

Tebak, mana yang rekayasa dan mana yang bukan, heuheu heee

Peranan Penting Sebuah Kamera Ponsel


“When you take a photo, you often take your own reality into your reality into your camera – the reality that you shapped in your mind – and not the real reality over there, whatever it is!”
– Mehmet Murat Ildan [2]

Adanya kamera ponsel yang telah saya miliki hingga saat ini, memiliki peranan penting bagi saya. Di antaranya adalah:

Sebagai Salah Satu Ekspresi diri


Yups, adanya kamera ponsel bisa menjadi salahsatu alternatif untuk mengekspresikan diri dalam bingkai sebuah photo. Sedih, susah, senang, bisa terekam dalam sebuah bidikan kamera ponsel dan bisa menjadi pengingat atau remind saya di waktu yang akan datang. Ekspresi diri ini bisa saya lakukan bersama keluarga, teman-teman, orang lain, atau sendirian.  

Selfi sebagai bentuk ekspresi diri

 

Mengabadikan Momen Berharga Di Sekitar


“Of all the means of expressions, photography is the only one that fixes a precies moment in time” – Henri Carterr Bresson[1]

Yup, adanya kamera ponsel menjadi peran penting untuk merekam momen berharga yang mungkin hanya sekali dalam hidup. Ataupun bisa terjadi beberapa kali, namun memiliki kesan tersendiri dalam setiap momen. Dan saya pun sering mengabadikan momen tersebut dengan kamera ponsel. Lebih mudah dan saya pun bisa mengeksplorasi sendiri untuk gaya pengambilan photonya

Capture Momen Berharga

 

Penyalur Hobi Fotografi


Adanya kamera ponsel menjadi titik utama saya dalam mengembangkan hobi fotografi. Saya mengembangkan keahlian yang lain dalam seni membidik sebuah gambar. Dan saya menikmatinya meski saya harus memakai kamera ponsel. Karena Alhamdulillah, bisa mendukung sekali kreatifitas saya. Apalagi dengan adanya tambahan micro lens. hehehe

Media untuk menyalurkan hobi fotografi


Pelengkap Infografis dalam blogging


Nah, untuk yang satu ini dalam menunjang infografis sebuah postingan dalam blog, saya menggunakan koleksi foto yang pernah saya jepret dengan kamera ponsel sebagai pelengkap tulisan. Seperti inilah hasil bidikan kamera ponsel saya untuk pelengkap infografis dalam dunia blogging.

  Sebagai Media Informasi untuk Keluarga nun jauh


Peran yang satu ini menjadi salahsatu jembatan bagi saya lebih dekat dengan saudara yang jarang sekali bertemu. Bahkan bisa sampai lima tahun sekali. Dengan mengabarkan kondisi yang ada di lingkungan sekitar   rumah kepada mereka, para sanak saudara. Bisa membuat rasa rindu mereka terobati, walaupun belum bisa bertemu raga. Berpisah dengan sanak keluarga di seberang pulau tidak menghambat komunikasi kami dengan mengabarkan sebuah keadaan dalam bingkai photo.

Berbagi Informasi dengan keluarga nun jauh


Menurut saya, dengan adanya kamera ponsel ini mampu memudahkan setiap orang untuk bisa menghasilkan sebuah gambar secara langsung dalam setiap momen atau kebutuhan tertentu. Di antara manfaat yang bisa saya ambil dari hadirnya kamera ponsel tersebut adalah:
|| Mudah Dibawa
|| Lebih Dinamis
|| Lebih cepat membidiknya
|| Lebih Enteng
|| Bisa segera diedit

“The Picture is good or not from the moment it was caught in the camera “
– Henri Cartier Bresson [1]

Sedangkan menurut bapak Henri Cartier Bresson, baik buruknya sebuah gambar tergantung pada momen yang tertangkap kamera, bukan persoalan kameranya. Namun demikian, kalau kameranya kurang menunjang meski momen yang terbingkai dalam sebuah foto kurang maksimal itu bisa membuat seseorang sedikit kecewa loh. Saya sering seperti itu. Sampai pernah berandai-andai, kalau saja momen tersebut bisa terbingkai dengan kamera ponsel yang ciamik. Pasti momen tersebut kian berwarna. Iya kan gaess…

Nah, dengar-dengar nih, ada rekomendasi dari saudara saya untuk bisa membeli kamera ponsel di atas miliknya. Karena, dia memiliki handphone ASUS Zenfone 2 Laser ZE500KL yang baru dibelinya beberapa bulan lalu. Sebenarnya saya sudah terkesima begitu melihat dia mengeluarkan kamera ponselnya. Pasalnya, saya sangat terpikat dengan rangka dalam ponsel ASUS itu sendiri. Selain itu, sebelum memberi tahu siapakah gerangan tipe ponsel ASUS yang dia rekomen tersebut, saya membidik kameranya, berharap suatu saat nanti bisa memiliki hape Asus. Setelah akhirnya ada giveaway dari mbak Uniek Kaswarganti ini tanpa saya tahu sebelumnya, hehehe…

Selfie dengan ASUS Zenfone 2 Laser ZE500KL

Saudara saya merekomendasikan handphone Asus di atas tipe ponselnya yaitu ASUS Zenfone 2 Laser  ZE550KL. Begitu dia kasih tahu hal tersebut, saya pun langsung melihat langsung seperti apakah informasi mengenai detail ASUS Zenfone 2 Laser  ZE550KL tersebut. Berikut rangkaian komponen beserta spesifikasinya.

SPESIFIKASI ASUS ZENFONE 2 LASER ZE550KL


Spesifikasi ASUS Zenfone 2 LAser ZE550KL

Yang menjadi daya tarik utama saya terhadap ASUS Zenfone 2 Laser ZE550KL ini adalah adanya spek dalamannya yang sudah saya kagumi semenjak saya mengenal merk ASUS. Selain itu, desain yang dinamis dari ASUS Zenfone 2 Laser ini menjadi ciri khas tersendiri karena memiliki kontrol intuitif, dengan dilengkapi tombol belakang sebagai bagian dari desain lengkungan ergonomis. Sehingga, memotret dalam bentuk selfie, wefie, atau groofie, mengatur volume, maupun menjejakkan langkah bagi penggunannya bisa lebih alami, meskipun menggunakan tangan kanan atau kiri. Desainnya yang elegan nan tipis dengan 3.9 mm tersebut lebih terasa aman dan nyaman ketika digenggam.[3]

Adalagi bagian dari ASUS Zenfone 2 Laser ini yang membuat saya tergelitik untuk mencobanya. Yaitu adanya fitur yang disediakan pada kameranya. Kamera pada Ponsel Zenfone 2 Laser ZE550KL ini telah dibekali dengan dua kamera. Yaitu kamera utama dengan PixelMaster 13 MP dengan Apertur Lensa f/2.0 yang mampu mengambil foto dengan resolusi tinggi tanpa shutter-lag. Selain itu, fitur autofocus dari laser barunya mampu mengurangi gambar terlihat buram dan bisa memperbaiki stabilisasi gambar dengan Mode Low terbaik saat malam hari, tempat kurang  cahaya tanpa bantuan flash. Ih waw, keren nih. Padahal ponsel kamera saya belum bisa buat yang ginian. Hehehe. Bisa keliatan hitam gitu dah kalau mengambil foto dengan minim cahaya. Semoga aja tercapai memiliki Ponsel ASUS Zenfone 2 Laser ZE550KL ini. Amiin.

Selain itu, kamera belakangnya juga memiliki Mode Backlight (Super HDR) yang bisa melihat dengan jelas di tengah terik matahari. Sedangkan Super Mode Resolution-nya mampu mengambil gambar dengan detail tinggi hingga resolusi 52 MP. Hwah… ini lagi…

Untuk kamera depan dari Asus Zenfone 2 Laser ZE550Kl ini dibekali dengan resolusi sebesar 5MP dengan bukaan f/20 serta memiliki sudut lebar hingga 85%.

Tak hanya dari segi kamera. Dari segi kecepatan dalam process pun, ASUS Zenfone 2 Laser ini juga juara. Karena telah ditenagai Processor Qualcomm Snapdragon 410. Yang mana mampu memberi kualitas terbaik sehari-hari untuk menghindari adanya hang, atau lag ketika membuka aplikasi yang bersamaan atau berat.

Teknologi LTE Category 4 dari ASUS Zenfone 2 Laser ini juga mampu memberi kecepatan pada proses downloading hingga mencapai 150Mbps.

Ini nih kalau kalian ingin mengetahui lebih jelas mengenai ASUS Zenfone 2 Laser ZE500KL, saya akan tunjukkan tentang kehebatannya melalui video berikut. check this out ya gaes.


 

Nah, sekarang kapan saya bisa memiliki ponsel ASUS Zenfone 2 Laser ZE550KL ini? Yah, semoga saja tabungannya cukup untuk memborongnya. Tak ingin terulang lagi kejadian di masa lampau, begitu ada teman yang menawarkan ponsel ASUSnya yang masih baru namun dia menjualnya lagi, tapi sayanya saya belum bisa membelinya. Hiks… padahal naksir berat loh.

Read More
Copyright © Fastabiqul Khoirots. Blog Design by SkyandStars.co