BUKU FIQIH DAN SANG MANTAN

Sabtu, 23 Januari 2016

Jember, Jember Regency, East Java, Indonesia
24 komentar
Assalamualaikum ................

Kehilangan - Pernahkah kalian mengalami kehilangan sesuatu hal. Baik itu benda atau yang lainnya? Seperti saat kalian tengah menjemur pakaian, lalu saat mau diangkat, jemuran kalian tiba-tiba raib duluan. Entah dipinjam orang atau memang beneran hilang. Apalagi kalau yang hilang itu pakaian yang sangat berarti buat kalian. Beh. Sungguh sedih sekali kan gaes nanti takutnya ada apa dan kenapa, begitu.


Life Must Go On gaes


Saya juga pernah kehilangan sesuatu hal yang sangat berarti sekali untuk saya, gaes.ceritanya dulu itu, ketika saya menginjak kelas satu aliyah, saya pernah memiliki seorang kekasih. Saat kami sedang ketemuan, dia mengajak temannya, tujuannya untuk teman ngobrol begitu.

Ketika itu, teman kekasih saya masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Nha, saat kita membicarakan tentang salahsatu pelajaran, teman kekasih saya itu bilang kalau ada pekerjaan rumah tentang agama. Setelah itu, kekasih saya dulu itu menanyakan kepada saya punya buku agama apa tidak? Yah, karena koleksi buku saya dari kakak saya lumayan banyak, akhirnya ya saya bbilang kalau saya punya buku fiqih yang lengkap.

Nha, kebetulan saat ketemuan itu saya berada di dekat rumah kakak, jadi mudah kalau untuk ambil bukunya. Setelah saya cari, akhirnya ketemu juga bukunya. Dan saya serahkan kepada teman kekasih saya tersebut.

Hari berganti hari, hingga bulan berganti bulan, meski bukan tahun berganti tahun, hubungan saya dengan kekasih saya yang notabene sekarang menjadi mantan saya, mengalami cobaan. Karena telepon genggam saya kena sita sewaktu saya bawa ke sekolaha. Sehingga satu bulan penuh saya tidak berkomunikasi dengan saya.

Sedih iya, pegel juga iya, semuanya campur jadi satu perasaannya. Apalagi ini khawatir juga. Takut mikir yang macem-macem, iyah kala itu, saya takut kehilangan dia yang kini jadi mantan saya.  Apalagi, buku yang dipinjam temannya juga belum dikembalikan sama sekali.

 
Sedih jika harus kehilangan

Hingga akhirnya, saat saya memasuki tahun pelajaran semester genap bagian akhir, setelah handphone saya dikembalikan oleh pihak sekolah, kejadian yang saya takutkan benar-benar terjadi.

Schock iya, ketika harus menghadapi kenyataan tersebut. Karena, ada banyak sesuatu yang hilang dari saya saat itu. Di antaranya adalah, kekasih saya tiba-tiba saja hilang komunikasi dari saya, padahal saya masih sempatkan kasih informasi dari telepon genggam kakak, sekali dua kali. Namun sayangnya, dia terlalu kejam kepada saya. Yah, dia mempermainkan saya. Sehingga, dia pergi dengan gadis lain, setelah komunikasi antara kami terputus karena handphone saya disita.

Karena penyitaan handphone  itu, oleh kakak, saya tidak diizinkan untuk memegang telepon sama sekali. Saya tidak dipegangi handphone setelah kejadian itu, apalagi saya juga terkena marah sama kakak karena telah berpacaran dengan kekasih saya yang kini telah menjadi mantan saya tersebut. Dua hal telah hilang dari saya saat itu.

Sedih ?? iya, sekali. Sangat sekali. Galau berkepanjangan hingga berat badan saya turun drastis, gara-gara putus dengan mantan dan handphone tidak dikembalikan kepada saya.benar-benar saya saat itu berada dalam titik jenuh paling tinggi.

Sampai akhirnya saya capek juga jika harus sedih berlarut-larut karena kehilang sesuatu hal yang tidak akan mungkin kembali ke tangan saya.

Tak sampai disitu saja, saya juga telah kehilangan buku fiqih saya yang dulu pernah saya pinjamkan kepada teman mantan saya. Hingga kini, buku fiqih itu belum kembali di tangan. Saya pun tidak tahu di manakah sekarang keberadaan buku fiqih saya,

Ya robbi... karena kehilangan buku fiqih tersebut, ketika saya perlu untuk materi referensi tambahan ketika ada kajian di pondok romadhon, saya benar-benar kebingungan. Karena buku fiqih tersebut termasuk cetakan lawas, dan hbuku fiqih itu milik pakde saya. Iya ini kesalahan saya yang tidak sembarangan lagi ketika ingin meminjamkan sesuatu hal yang teramat berarti untuk saya.


Yupz... Apapun itu, badai pasti berlalu



Sedih boleh-boleh saja, namun, kita perlu atur letak kesedihan kita. Jangan sampai telalu berlarut-larut meratapi nasib. Karena tidaklah selamanya kita berada pada posisi terpuruk itu.

Ada banyak orang-orang yang juga butuh tawa renyah dari kita ketika kehilangan sesuatu hal yang mungkin tidak akan bisa kembali lagi kepada kita. Tapi percayalah, jika Allah masih memiliki hikmah dibalik kehilangan yang kita alami.

Saya cukup belajar banyak dari kehilangan buku fiqih serta sang mantan yang entah sekarang pun saya tidak tahu di mana batang hidungnya. Yang pasti, saya berusaha tabah hati, dan membuka hari-hari baru setelah kehilangan itu. Badai pasti berlalu, seperti lirik lagu yang dinyanyikan oleh Ari Lasso.

Semoga sharing saya tentang kehilangan ini bisa bermanfaat ya gaes.

Jangan lupa tinggalkana komentar kalian dari postingan ini a gaes.  Dan saya usahakan sebisa mungkin untuk silaturrahim ke rumah kalian.

Wassalamu’alaikum.....

Tulisan ini diikutsertakan dalam rangka 
Giveaway "Kehilangan"





Read More

Yuk Mainan Bekel lagi...

18 komentar


O Ka Ka O Dan
O.. Ka ka o…
perang karo Jepang.
Jepang mati ketepang
Mas Bambang bojone Endang
Endang ndue adek,
Dilinggohne dingklek
Tibo jungker walek
Udele cucok pitek
Pitek-pitek blorok
Neng pasar tuku Lombok
Lombok-lombok abang
Neng pasar tuku wedang
Wedang-wedang bubuk
Neng pasar tuku cepok
Cepok adahe neker
……………………………………….

Penggalan nyanyian di atas adalah salahsatu lagu favorit saya sewaktu masa kecil dulu. Lumayan panjang juga ya, heheh. Tapi itu tinggal 1 bait saja lho, tetapi bait terakhir sepertinya kurang pas jika saya tulis, hehehe…

Sebenarnya ada banyak lagu yang sering saya nyanyikan bersama teman-teman ketika melakukan permainan, tapi hanya itu O Kaka O saja yang saya ingat keseluruhan liriknya. Seperti lagu ampar-ampar pisang versi bahasa jawa, dan masih banyak lagi. Kemarin juga sempat tanya ke keponakan saya, eh dia malah bilang “Aku lali, te. Gak tau dulinan ngunu kui maneh”. (Aku lupa, te. Aku nggak pernah mainan seperti itu lagi). Lah, padahal dia masih kelas 3 SD, tapi sebelumnya saya sering menemukan Bila menyanyikan lagu ampar-ampar pisang sambil bermain dengan teman-temannya. Tetapi ternyata dia juga lupa, hehehe.


Kembali ke topik utama ya gaes…

Permainan Masa Kecil – Bicara tentang mainan masa kecil pada zaman saya, Era 90-an sangat beraneka ragam dan bermacam-macam serta bervariasi model permainannya. Ada lompat tali, petak umpet, pasaran, baju-bajuan, gedrek, sodor, pituan, wayangan, mainan bekel, kempyeng, omah-omahan, dan masih banyak lagi jenisnya.

Ada permainan yang menguji tentang ketangkasan pemain seperti pituan (batu kecil-kecil berjumlah tujuh), mainan bekel (bola bekel dan 4 kayu berbentuk balok kecil-kecil) , kempyeng (tutup botol yang terbuat dari seng, lalu dipukul memakai palu sehingga berbentuk pipih), atau main gedrek.

Ada pula permainan yang menuntut kekreatifitas, seperti mainan baju-bajuan, karena dituntut untuk menyerasikan pakaian ataupun asesoris yang dipakai untuk orang-orangan. Kadang, saya dan teman-teman juga membuat kursi-kursian atau benda-benda lainnya sebagai bahan pelengkap mainan baju-bajuan. Bisa menggunakan kertas, atau tumbuh-tumbuhan yang ada untuk digunakan sebagai sapu.

Setelah semuanya lengkap, barulah saya dan teman-teman main itu baju-bajuan sambil bicara ngalor ngidul layaknya orang-orangan tersebut hidup, hehehe. Seru kan…

Ada juga permainan pasaran yang sering saya lakukan di outdoor, seperti di halaman atau kebun belakang yang dekat sama rimbunan bamboo, atu kadang juga di teras depan rumah. Sehingga setelah mainan itu, Emak saya protes maksimal karena terasnya dipenuhi tanah dan air, hehehe.

Selama bermain pasa-pasaran itu, saya dan teman-teman juga dituntut untuk kreatif dalam membuat benda apa saja untuk dipasarkan. Maupun segala benda yang diperlukan untuk pasaran. Seperti membuat boneka dari pelepah pisang, membuat telepon  genggam atau telepon rumah dari gedebog (pohon pisang), membuat minyal-minyakan yang berasal dari daun bunga sepatu, serta membelinya menggunakan daun tumbuhan tetean atau pagar yang biasa tumbuh di halaman belakang rumah. Hehehe…

Tapi, di antara permainan yang sering saya lakukan, saya lebih tertarik untuk bermain bekel, pituan, dan gedrek. Karena permainan itu feminine banget gaes. Biasanya kalau sudah main permainan itu semua, bisa dilakukan di sekolah, maupun di rumah.

Cara permainan bekel itu, adalah dengan bola bekel serta kepingan kayu yang sudah berbentuk persegi, kadang ada juga yang persegi panjang sih, hehehe. Di mana di setiap bagian ada nama dan tandanya sendiri. Seperti LONG ditandai dengan satu titik bulatan, RE ditandai dengan dua bulatan, LOS ditandai dengan tiga bulatan, serta ES, empat bulatan.

Dari Long sampai Es, dilakukan dengan mengambil kepingan tersebut menggunakan bekel diurut mulai satu sampai empat bangun. Jadi, ketika bekel diayunkan ke atas sambil membawa kepingan 4 persegi, sembari bekel jatuh, 4 kayu tersebut di jatuhkan pula.

Lalu, diurutkan kepingan yang tulisannya sama dari bagian pertama Long. Namun ketika dari 4 kepingan tersebut ada 2 bangun yang bertuliskan Es atau Re, maka perlu dibalik hingga tulisan kepingan ke Long, sembari tetap mengayunkan bekel. Setelah semuanya sama, barulah kepingan tersebut diambil satu persatu, dan hal itu bersambung hingga diambil dua-dua, tiga, hingga empat. Barulah memasuki bagian Re, dan seterusnya.


ilustrasi gambar bekel

Lalu kemudian permainan yang tak kalah seru itu adalah gedrek. Cara permainan ini  dengan membuat rusuk persegi atau bidang yang seperti di bawah ini modelnya.





Tapi saya sering memainkan permainan gedrek dengan model rusuk seperti ini. Karena lebih mudah digunakan.




Cara permainan ini dengan cara melempar gaco yang berupa serpihan keramik atau pecahan genteng, lalu dilayangkan di persegi dari bawah hingga seterusnya.

Jadi, ketika keramik dilempar dibagian satu, maka kita melompat langsung di bagian persegi dua dengan teknik permainan kaki diangkat satu, dan seterusnya. Begitu selesai melewati persegi lainnya, ketika ingin kembali, gaco tadi diambil, lalu keluar arena persegi. Begitupun seterusnya,

Masih ada satu lagi mainan yang sering saya lakuka ketika sampai di sekolah pagi-pagi, sebelum masuk, saya teman-teman bermain pituan dengan menggunakan batu kecil-kecil berjumlah tujuh. Dan cara permainan ini hampir mirip dengan mainan bekel, namun dibutuhkan konsentrasi dan ketangkasan juga, nih gaes. Hehehee

Sebenarnya, kalau disuruh menceritakan permainan masa kecil saya banyak ragamnya, eh tapi tulisannya sudah mencapai delapan ratusan nih, hehehe. Jadi di-skip dulu sebagian ya gaes. Tapi, memang keseluruhan saya lebih suka tiga permainan di atas, yang banyak mengajarkan tentang konsentrasi, fokus, dan diperlukan ketangkasan dalam permainannya. Lebih lagi ini ramah lingkungan gaes, tidak banyak mengeluarkan banyak biaya. Namun untuk permainan bekel, perlu beli bolanya yang harganya relative dari ukuran kecil hingga besar, yang berharga 2.000, sampai 5.000 yang bola bekel ukuran besar. Cukup ekonomis, dan menyenangkan, lho. hehehe

Oh iya, ketika saya mengajak saudara yang juga lahir di tahun 95.an untuk bermain bekel lagi, eh dianya tambah tergelak. Karena miris, liat anak-anak sekarang tidak lagi main-main bekel. Hehehehe. Kalau saya sih kalau disuruh melakukan permainan bekel, pituan, atau gedrek, tetap mau saja. Hehee

Jadi kangen sama permainan masa kecil saya nih, heheheh.

Mungkin di antara kalian ada yang mau ikut dengan saya bermain bekel, pituan, atau gedrek? Hehehehe

Tulisan ini diikutkan  dalam  Giveaway Permainan Masa Kecil

yang diselenggarakan oleh Mama Calvin dan BundaSalfa


http://www.lidyafitrian.com/2016/01/giveaway-permaianan-masa-kecil.html



Read More

MUARA DARI KISAH CINTA MAYA (MAYA'S LOVE STORY)

Selasa, 19 Januari 2016

22 komentar
Assalamualaikum…

Sebelum kalian mengetahui sosok Maya yang saya sebutkan pada judul postingan kali ini, alangkah lebih baik jika teman-teman semua membaca terlebih dahulu part dari Maya’s Love Story sebelumnya, yuk mari…


Nha, untuk melanjutkan #LoveStory5 dari Brand Blog Bunda3F.blgspot.co.id maka, saya akan mencoba merangkai kata untuk melengkapi akhir kisah cinta dari Maya, pada #LoveStory5 ini.

Selamat Membaca ya, gaes. Hehehe

------------------------------------------------------

*Sebelumnya

"Papa kamu mana? Aku mau kenalan sekalian pamit"

OMG, ini yang saya takutkan

-

Seketika tubuhku menjadi kaku lantaran pertanyaannya membuatku khawatir, takut sekaligus cemas. Otakku juga berpikir keras untuk mengelak permintaan H mampir ke rumah. Ahh… bagaimanakah ini, pikirku panik.

 “Oh, iya Papaku Malam ini masih lembur di kantornya, sedangkan Mamaku pasti sudah istirahat, karena seharian di butik. Mungkin bisa lain waktu saja, ya” sontakku membalas permintaannya dengan sesungging senyum termanisku yang terasa hambar. Melihat raut wajah H, dia tampak begitu kecewa sekali.

 “Oh, iya sudah kalau begitu, lain kali saja, Maya. Semoga bisa berjumpa dengan Papa dan Mama kamu, ya. Salam hangat untuk mereka,” kata H sembari pamit dari halaman rumahku.

“Iya, H, dengan senang hati akan ku sampaikan salam kamu untuk mereka,” Jawabku dengan tidak sungguh-sungguh, karena bingung bagaimana mau menyampaikan salam ke Papa dan Mama.

 Dari kejauhan, H berbalik lagi ke arahku. “Oh iya aku juga lupa, selamat beristirahat ya, Maya,” 

Dengan sedikit gelagapan, aku menjawab “Iya, Kamu juga, H,” balasku dengan senyum tiga jari. “So sweet-nya si dia,” batin saya seketika ikut girang dengan ucapan H.



 Dua hari setelah itu, H kembali datang ke rumahku. Tapi kali itu, H tak memberitahukan perihall kedatangannya kepadaku. Dan kebetulan, Papa dan Mama sedang berada di rumah. Aku pun juga tengah memanjakan diri di kamar dengan buku favoritku, sembari mendengarkan intrumen musik yang kusuka. Koi dan juga Sozo.

 Dari arah luar, terdengar Mama memanggilku, menyuruhku untuk membuat minuman untuk tamunya. Dengan langkah gontai kubuka pintu kamar, dan melaksanakan perintah Mama.

 “Tamunya siapa sich, Ma. Kok tumben hari Minggu nyari Mama sama Papa,” tanyaku sedikit sewot 

“Hehehe, dia orang baru aja Mama sama Papa kenal, May. Secara kebetulan datang kemari untuk menanyakan sesuatu hal yang teramat penting,”

 “Lho, orang baru, Ma? Awas jangan macam-macam sama yang gituan, Ma. Ntar kalo terjadi apa-apa bisa gawat tuh,”

 “Ah, Mama sama Papa jamin, dia ini orangnya baik kog. Kamu pasti juga sudah lama kenal sama dia. Tapi cepetan itu tehnya, udah dari tadi nunggunya lho,” Jawab Mama dengan nada tergesa-gesa.

 Segera kuselesaikan tehnya. Barulah kemudian aku hanya dibayangi tanda tanya besar. “Tamu Mama dan Papa juga seseorang yang aku kenal?” dan ehh.. ketika sampai di ruang tamu, 

Eng ing eng….

 Senyuman itu... Sepatu kets itu… Wajah itu… ahh.. dia sudah tak asing lagi di mataku. Dan ehh… kenapa dia harus kemari? Secara kebetulan dan tiba-tiba pula aku sedang pakai kemeja denim yang dulu pernah kupakai saat pertama kali berjumpa dengannya.

 “Nha ini anaknya, kalau untuk masalah yang tadi, nak H bisa tanyakan langsung kepada Maya. Lagi pula, dia sendiri kan yang akan menentukan pilihan ke depannya bagaimana,” ucap Papa begitu aku duduk di kursi samping Mama.

 “Lho, maksudnya apa, nih Pa?,” tanyaku penuh tanda tanya yang cukup besar, diselimuti rasa penasaran serta cemas yang berlebih.



 
“Begini, Sayang. H ini adalah orang yang pernah membantu Papa sewaktu mobil Papa bocor dii jalan Akasia beberapa tahun lalu. Saat itu dia tengah lalu lalang mencari alamat rumah temannya, tapi begitu melihat mobil Papa mogok dia tak keberatan membantu Papa, dia juga mengantarkan Papa hingga kantor. Karena mobil Papa harus di-service sekalian. Nha, tujuan nak H kesini ini terkesan begitu sangat baik….” ucap Papa menggantung.

 Jujur saja, saat itu jantungku beneran ingin segera melonjak turun, kalau sebenarnya H sudah lebih dahulu berjumpa dengan Papa. OMG, apa yang akan dikatakan Papa selanjutnya. Batinku bergejolak cukup keras dengan berbagai argumen.

 “Nak H ingin memintamu menjadi pendamping hidupmu, Maya,” lanjut Papa sembari mengalihkan perhatiannya dari H kepadaku yang tengah terbelalak kaget dan cukup Shock.

 Padahal baru dua hari kemarin H sudah membuatku begitu ketakutan, Tapi kini, dia lebih sangat membuatku begitu lebih ketakutan. 

“Maukah kamu menjadi pendamping hidupku, dan menemaniku saat susah dan senang bersama denganku, menjadi ibu untuk anak-anak kita, Maya?” jelas H dengan mimik wajahnya yang serius menatapku yang tengah setia dengan huruf O. 

Seketika darahku seakan-akan membeku, bibirku cukup tercekat, aku harus jawab apa, dan bagaimana menjelaskannya. Jujur, sejak awal bertemu dengannya, ada rasa yang selalu berdesir menyelimutiku, entah rasa apa itu. Dan kini, jawabanku tengah dinanti oleh seseorang yang membuatku sangat rindu dengan sosoknya hingga dua tahun lalu lamanya. Jawaban itulah yang menentukan pilihan untuk masa depanku. Saat itu pula aku harus menentukannya. Tiba-tiba aku berpikir lebih bijak daripada biasanya yang cenderung lebih easygoing.



 Nampak wajah Papa, Mama, dan juga H begitu penasaran dengan jawaban yang akan kusampaikan. Detik demi detik, menit berganti menit, akhirnya aku mengeluarkan suara yang pastinya sudah sangat ditunggu oleh mereka.

 “Aku.. em.. mau menjadi pendamping hidupmu, H,” ucapku dengan pelan-pelan dan sedikit terbata-bata.

 Seketika itu juga, Papa dan Mama nampak sumringah, apalagi rona wajah H terlihat berseri-seri. Aku tanpa sadar telah melontarkan pilihanku untuk mengarungi hidup bersama seseorang yang tengah kukagumi sedari pertama kali bertemu.

 “Terima kasih banyak ya, Maya. Karena kamu mau menerima pinanganku,” kata H sembari memegang tanganku. Akupun hanya mengangguk dengan wajahku yang Nampak seperti ikan rebus.



 Mama yang sedari tadi diam, angkat bicara. “H ini adalah putra dari teman Mama SMP. Dia adalah Mamanya H. Kami dulu adalah sahabat dekat, dan juga pernah bermimpi jika kelak ketika kami memiliki anak, kami akan menyatukan, supaya hubungan kami lebih erat lagi,”

 Akhirnya kamipun tertawa dengan tergelak, diiringi oleh berbagai candaan setelahnya. Alam yang telah menyatukan doaku serta doa Mama. Aku juga tak pernah berfikir sebelumnya jika harus bertemu H, menjadi pengagum rahasianya. Dan hingga kini dia telah melamarku menjadi permaisurinya. Begitu pula, cita-cita Mama untuk berbesan dengan Mamanya H dapat terkabul. 

Terima kasih Tuhan, telah menyatukan kami. 

-0- Owari -0-

 #Sebelumnya, percakapan antara H dan Papanya setelah aku pulang menjenguknya beberapa hari yang lalu.

 “Her, Papa ingin melihat kamu segera menikah dengan wanita impianmu. Papa tak ingin, di saat hari-hari bahagiamu, tak dapat menemanimu dan menyaksikanmu bersanding dengan wanita pujaanmu. Kalau boleh Papa kasih saran, jika memang kamu sudah cocok dengan perempuan yang kau ajak kesini tadi, lamarlah dia, ajaklah dia untuk segera menikah. Jangan buat dia menunggumu terlalu lama lagi,” titah Papa H

 “Pa, jangan berkata demikian, Her masih belum siap jika harus ditinggal Papa ketika Her menikah nanti. Kalau itu yang Papa mau, Her akan lakukan itu, Pa. Asal Papa sembuh dan juga dapat merestui dan menyaksikan pernikahan Her dengan perempuan yang Her cintai. Her tak ingin membuat Maya menunggu lebih lama lagi. Her akan meminangnya minggu besok, Pa. Doakan Her ya Pa,” ucap si anak sembari memeluk Papanya yang tengah berbaring lemas di ranjang rumah sakit.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Inilah ending dari kisah cinta Maya atau part of #LoveStory5, yang berakhir dengan happy ending. Langgeng terus ya Maya sama Her,

 "Tulisan ini diikutkan dalam Giveaway Kisah Cinta Bunda 3F - #LoveStory" 

 Wassalamualaikum...

Read More

Ketika pembimbing Raga dilanda sakit

Senin, 11 Januari 2016

6 komentar
Assalamualaikum...
Selamat malam teman-teman semuanya. Buat kalian yang sedang beristirahat, semoga nyenyak tidurnya ya. Hhhhhee..

Oh iyya, akhir-akhir ini saya jarang sekali muncul di media sosial seperti facebook, dan semacamnya. Dari topic yang kemarin membahas tentang FoMo. Hingga baru berani muncul malam ini. Karena, akibat FoMo tersebut saya merasa perlu menghilang sejenak dari akun medsos saya. Meski esensinya, tetap buku facebook atau twitter. Tapi hanya sekilas aja, lalu kembali ke rutinitas duta saya. Hhhee. Meski demikian, saya tetap mengimbangi dengan blogwalking ke blog-blog para sahabat blogger.

Pas begitu selesai pada satu blog. Ada 1 postingan dari blog yang lainnya. Hingga bertumpuk-tumpuk, sehingga hanya sebagian yang bisa dikunjungi. Nha, karena sering melihat postingan sahabat blogger, saya sedikit banyak terpompa untuk membuat postingan lagi.hehee. walau rasa "malas"nya tetap menyerang, saya berusaha menghalau sebisanya. Hehe

Oh iyya gaes, kaitannya dengan postingan ini, saya akan berbagi dengan kalian tentang kisah pembimbing raga saya yang sedang sakit. Tapi sayangnya., pembimbing saya hanya memiliki satu sayap saja.

Di tengah gelapnya malam, ibu, yang biasa saya akrab dengan panggilan Mae mengalami sakit. Dimulai dari batuk-batuk kering yang tak bersudahan. Sehingga mengganggu aktivitas istirahat malamnya. Mae juga minum air putih, tapi tetap saja keras batuknya.

Akhirnya saya pun sangat gusar. Bagaimana tidak, Batuknya Mae  seperti saat-saat akan muntah. Berkali-kali Mae meludah di dekat jendela tidurnya. Saya pun yang tadi masih menulis untuk sebuah lomba , tertuju pada sosok Penjaga hatiku di kamar tidur, yang tengah asyik dengan istirahatnya.

Setelah itu, saya pun memijat pundak Mae, lalu kemudian, batuknya tetap saja keras dan semakin ngoyo aja. Sampai Mae sesak banget nafasnya. Apalagi kalau mau ke apotek tengah malam apa juga akan buka? :3

Dan akhirnya pun saya memutuskan untuk kerokin punggung mase. Dan ternyata punggungnya sudah banyak merahnya. Tapi masih muda.

Dengan menggunakan koin uang 5 ratus rupiah yang warna kuning dengan bantuan sedikit minyak gas, segera mendarat ke punggung mase.
Perlahan demi perlahan, Mae sedikit banyak terbantu dengan kerokan saya. Alhamdulillah. Hingga akhirnya batuknya Mae kembali normal lagi. Tidak terlalu ngoyo. ^_^


Semoga Mae segera diberikan kesembuhan. AMINNN


Mungkin sekadar itu saja ya teman2 untuk sharing malam ini. Semoga Mae diberikan kesembuhan dan juga . Semoga saya bisa berkunjung balik ke email dan blog kalian ya. ^_^ Aminn...


Semoga Mae senantiasa diberikan kesehatan dan  kesembuhan secepatnya. AMIN..
Selamat beristirahat temans semuanya.......

See you again gaes..
Wassalamualaikum. ^_^


Jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya gaes. Supaya bisa berkunjung balik ke blog kalian. ^_^ :D

Read More

MENCUMBUI NIKMATNYA KULINER ASYIK DI MARKAS CIPOK JEMBER

Senin, 04 Januari 2016

Jember, Jember Regency, East Java, Indonesia
31 komentar
Assalamaualaikum ...
Hello gaes, kembali berjumpa dengan saya lagi di awal-awal tahun 2016 ini dengan membawa sebuah cerita sekaligus pengalaman saya mencicipi makanan kuliner di minggu kemarin, lebih tepatnya pada tanggal 27 Desember 2015.

Sebenarnya, acara minggu kemarin adalah hangout bareng sahabat ke pelabuhan Gilimanuk – Bali dengan menggunakan kereta api. Tapi ternyata, Sabtu sore, ada wacana jika tiketnya sudah terjual habis, tinggal kelas ekonomi yang harganya lumayan lah, hanya 120.000,- mayan kan ?? menguras kantong ajaib ya ?? heheee

Nha, karena tak ingin menghabiskan weekend dengan sia-sia. Akhirnya saya dan juga sahabat saya – Fiqi, membuat rencana baru. Dia mengajak saya menikmati kuliner asyik di sekitaran kampus daerah Jember. Pas awal mula dia ngomong kalau tempat makannya itu namanya CIPOK JEMBER, saya merasa penuh tanda tanya. Eh, kok bisa namanya seperti itu ya. Dan jadilah saya penasaran. Sehingga, malam minggunya kami pun resmi membuat planning kalau Minggu pagi, kami akan mencicipi makanan di Cipok Jember.

So that way¸ jadilah kami berangkat Tutul ke Jember, sembari menunggu Markas Cipok Jember buka jam 10.00 WIB, kami menyempatkan diri berkunjung ke Lapangan Alun-Alun Kota Jember. Dan menemui banyak sampah bertebaran di mana-mana. Ishh seperti inilah penampakannya.


Setelah berpuas-puas diri selfie dan juga mengamati berbagai aktifitas minggu pagi di pusat kota. Akhirnya, saya dan Fiqi beranjak menuju lokasi Cipok Jember, yang saat itu baru saja menunjukkan pukul 10.00 WIB.

Meski nggak terlalu jauh dari Alun-alun kota, kami masih mencari sudut lokasi Cipok Jember. Karena kemarin itu adalah perdana kami mengunjungi tempat kuliner di sana. Then, tararaa... kami pun menemukan lokasi tersebut, yang letaknya di Jalan Sumatra No. 122-A Jember, kiri jalan – sebelum MANDALA.

Pertama kali turun dari sepeda motor, suasananya pun berbeda lho gaes. Wihh, tempatnya nggak terlalu luas, namun tertata dengan rapi dan bersih. Beneran lho gaes.  Nha, ini nih salah satu papan yang menyambut kami di teras depan markas Cipok Jember.

Oh iya, saya masih dihantui rasa penasaran yang tak berujung karena kata CIPOK tadi itu apa maksudnya. Dan ternyata terjawab dari berbagai atribut yang ada di pintu masuk markas Cipok Jember ini, apalagi setelah melihat-lihat menu makanan yang disediakan jika Cipok Jember ini adalah salahsatu tempat makanan yang menyajikan berbagai menu makanan berupa Cilok yang dipadu padankan atau dikreasikan dengan menu bahan dan makanan yang lainnya, seperti sayuran, siomay, sosis, ikan, dan semacamnya.

Beh, sungguh kreatif sekali, kan pencetus ide nama Cipok Jember ini? Oh iya, kalian masih bingung ya, CIPOK Jember itu singkatan dari apa ? hahahaha... CIPOK adalah CIlok Punya Orang Kece khasnya Jember. So, jangan ngeres dulu sama kata tersebut ya gaes. Karena maknanya itu jauh dari dugaan lho yah. hehhee

Karena baru pertama kali menjejakkan kaki di tempat tersebut, Fiqi mempersilahkan saya memesan menu makanan sesuai selera saya dan dia pun manut dengan apa yang saya pesan. Yah, dengan sedikit susah payah, saya memesan cilok Tipok, kalau nggak salah ya gaes, soalnya saya belum terlalu ingat betul nama menunya. Yang pasti, menunya itu cilok sama tahu yang isinya daging pentol, dilumuri saus khasnya CIPOK ini yang bikin lidah begoyang lho, hehheee. Oh iya, menu makanan yang kami pesan itu termasuk best seller di menu Twist hehehe. Behh... mantap sekaligus lezat ketika melihat beberapa gambar yang tersedia di papan menu kasir, hehehe. Sedangkan untuk minumannya, saya salah milih nih gaes. Maklum, bukan anak kampus atau jalan-jalan di pusat kota, jadilah saya memesan minuman freak choco. Hehehehe







Puas berfoto selfie dengan berbagai atribut sembari menanti pesanan datang, akhirnya yang ditunggu pun tiba. Wah, hasrat untuk mencicipinya pun menjalar hingga ke ujung lidah. Apalagi sausnya itu lho yang bikin khas. Heheheh

Nah, saatnya mencicipi makanan CIPOK hehhee



Cukup lama kami menikmati makanan tersebut, karena memang kami adalah pelanggan kedua setelah ada mas-mas yang tengah asyik mencicipi CIPOK-nya di bangku depan kasir. Sehingga saya dan Fiqi lebih bisa berpuas diri merasakan nikmatnya menu yang kami pesan. Hehhe. Tapi sayangnya minuman yang saya pesan salah gaes. Iya saya mah nggak terlalu tahu freak itu sejenis minuman apa. Saya mah hanya nunjuk itu aja di menunya hehhee. Tapi beneran, Makanan CIPOKnya saya dan Fiqi langsung tuntas habis tinggal sendok, garpu, sama piringnya. Hehhehe

Barulah kemudian, saya dan Fiqi mengunjungi lantai atas markas CIPOK Jember ini, karena suasananya masih sepi. Jadi, kami bisa ambil spot di ruangan atas yang penuh dengan atribut khasnya CIPOK Jember ini. Dan seperti inilah beberapa foto yang saya tangkap di sana.










Overall saya puas sekali dengan pelayanan yang diberikan oleh pihak dari markas Cipok Jember ini. Tempatnya cukup strategis, Customer Servicenya ramah sekali, welcome banget, pelayanannya juga baik, menu makanan dan minumannya sudah tersedia di papan, terus kalau kita kurang paham, mbaknya siap membantu, gaes, tempatnya bersih, sungguh tertata dengan rapi, terus lagi, harganya beneran ramah di kantong lho. Oh ya, apalagi untuk  berbagai atribut maupun gambar dindingnya sangat menghibur dan membuat pengunjung mendapatkan suasana lebih inspiratif. Karena desain grafisnya cukup dan sangat bagus gaes.








Tapi dibalik itu, ada juga masukan yang kemarin saya lupa untuk menuliskan di kotak saran dan kritik yang disediakan. Beneran hal yang tak diduga karena saya urung atau ragu menulis dan memasukkannya di kotak tersebut. Tapi, tak apalah semoga apa yang saya tulis ini bisa menjadi perantara yang baik untuk CIPOK Jember bisa menjadi lebih baik lagi, Amin. Hehhee

Sebagai salah satu tempat makanan yang berada di kawasan mahasiswa, alangkah lebih indah lagi jika mbak dan mas pelayannya dapat memakai seragam yang sama, supaya nampak lebih rapi lagi, atau paling tidak, memakai identitas yang menjadi ciri khas CIPOK Jember. Sedangkan untuk tempat parkirnya, semoga bisa lebih luas lagi, karena bisa memakan jalan eyy hehhee. Dan ada 1 lagi kejadian yang bikin saya memekik gara-gara helm saya terjatuh terkena sentuhannya Fiqi, wkwkwkwk. Hehehee. Ini bukan lagi masukan ya gaes karena emang keteledoran kita yang naruhnya kurang pas. hehehee

Namun demikian, kesan pertama saya mengunjungi markas CIPOK Jember tercetus dengan 1 kata “PUAS”. Kalian wajib mencoba dan menikmati kuliner CIPOK Jember ini yaa... yang merasa Orang Kece, kurang lengkap jika belum Nyipok di CIPOK Jember ini ya gaes. Jangan disalah artikan lho gaes kata-katanya. Hehheee

Semoga lain kali bisa mendapat kesempatan berkunjung dan menikmati kuliner di CIPOK Jember ini lagi. Amin... untuk kalian yang mau kesini atau akan menikmati maupun pesan makanan dan minumannya sekalian, bisa hubungi info di bawah ini ya gaes. Atau kalian bisa stalking terus IG-nya @Cipokofjember. Semoga kalian bisa merasakan kuliner “Nyipok” di CIPOK ini ya gaes. Yuk buruan ke CIPOK Jember ya gaes., hehee.





CIPOK JEMBER
PIN BBM : 5729F4B6
Markasnya berada di Jl. Sumatra No. 122-A Jember, kiri jalan – sebelum MANDALA
WA : 0857 4922 5342
Free FAST WiFi Area
Akun Instagram : @cipokofjember
Salah satu menu makanan CIPOK JEMBER di antaranya adalah :
- Napok
- Swipok
- Cilok
- Somay
- Vegetable
- Tortilla Chip dengan saus kesayangan Cipokers, dll.
OPEN : 10.00 s/d 22.00 WIB
Bisa Delivery juga. DELIVERY On 1230 A.M

Semoga bermanfaat ya gaes. Dan jangan lupa follow akun sosmed saya, agar tetap menjalin silaturrahmi, dan jangan lupa lagi, tinggalkan komentar kalian ya, supaya saya bisa berkunjung balilk ke blog masing-masing. Jika artikel ini bermanfaat, mohon di-share ya gaes, supaya bisa banyak yang mengenal CIPOK JEMBER ini secara luas.

Terima kasih banyak atas kunjungannya ya.
Wassalamu’alaikum. ^_^


Read More
Copyright © Fastabiqul Khoirots. Blog Design by SkyandStars.co