‎ ‎
personal lifestyle blogger jember

Ada Cerita Antara aku dan Kamera Ponsel



http://www.uniekkaswarganti.com/2016/05/Asus-giveaway-aku-dan-kamera-ponsel.html



“For me, the camera is a sketch book, an instrument of intuition and spontanity”
– Henri Cartier-Bresson [1]

Bismillahhirrohim...
Halo teman-teman... senang bisa berjumpa kembali lagi bersama kali lagi, nih. Setelah berpuas-puas ria menghabiskan liburan selama akhir ramadhan dan hari raya idulfitri. Rasanya, cukup banyak waktu hibernasinya, kurang lebih seminggu. Dan kini saatnya saya akan memulai membuat postingan kembali. Terasa kaku banget ketika harus menulis kalimat pembuka. Namun, begitu ingat ada sebuah postingan yang harus diselesaikan, apalagi tentang Kamera, saya tak ingin melewatkannya.

Karena, bagaimana pun juga saya sangat berkawan baik atau bisa dikatakan soulmate-an dengan yang namanya kamera. Eh, apalagi kamera ponsel.

Meski keinginan hati untuk bisa memiliki kamera digital, kamera pocket, kamera mirrorless, kamera DSLR/SLR belum terpenuhi. Rasanya, saya perlu bersyukur dengan adanya kamera ponsel yang telah saya miliki. Bahkan, dengan kamera ponsel yang ber-pixel kecil pun, saya masih bisa mengabadikan momen-momen penting dalam sebuah bingkai photo.

Awal Mula Memiliki Kamera Ponsel


Selama saat ini, sudah ada tiga kamera ponsel yang telah saya miliki. untuk ponsel pertama, adalah ponsel dengan riwayat hasil gaji pertama saya setelah sebulan bekerja di tempat saya saat ini. Meski saya membeli dalam keadaan second, namun saya tetap senang, karena sudah bisa memiliki kamera ponsel seperti teman-teman saya yang lain. Saya pun juga bisa mengabadikan momen di sekitar saya dengan sekali jepret. Meski hasilnya kurang maksimal. Seperti inilah hasil bidikan kamera ponsel pertama saya.

Hasil poto Kamea ponsel pertama saya

Setelah, alhamdulillah gaji bertambah. Dan tabungan saya sudah cukup untuk membeli kamera ponsel lagi. Akhirnya saya memutuskan untuk membeli sebuah ponsel baru yang hasilnya tak jauh beda dengan kamera ponsel saya. karena menyesuaikan dengan budget  yang saya miliki.

Bedanya antara kamera ponsel pertama dan kedua dikarenakan, kalau kamera ponsel pertama, jika sudah mencapai maksimal photo kurang lebih 50-an, saya perlu menghapus photo-photo yang sekiranya double atau tidak terlalu penting, dengan mem-backback up di flashdisk saya. Supaya nanti tidak akan muncul kalimat seperti ini: “Memori Penuh” karena memang di kamera ponsel pertama saya tidak ada kartu memorinya.

Sedangkan kamera ponsel kedua, saya beli dengan alasan karena memang masih harga promo dan terdengar asing di telinga lingkungan sekitar. Namun pertimbangan saya mengatakan, kalau merk ini sudah banyak mengeluarkan produk kamera ponsel berkualitas seperti ponsel pertama. Pastinya kamera ponsel yang akan saya beli ini jauh lebih awet dan hasilnya lebih bagus dari kamera pertama saya.

Awalnya sih memang benar anggapan tersebut. Namun setelah itu, belum genap 1 tahun lebih, kamera ponsel saya sudah terlebih dahulu rusak dikarenakan ada yang tidak beres dengan rangka dalam ponselnya. Padahal, jumlah photo yang sudah saya hasilkan cukup banyak, eh nggak taunya lagi, kartu memori saya ikut hilang setelah saya mereparasi di sebuah konter handphone. Seperti ini hasil kamera ponsel kedua yang pernah saya unggah dalam akun sosial media.

Hasil gambar dengan kamera ponsel kedua

Alhamdulillah, untuk kamera ponsel ketiga saya kali ini cukup dan lumayan baik dari kamera ponsel sebelumnya. Meski kamera depannya beresolusi VGA dan kamera belakang dibekali pixel sebesar 5 MP, saya banyak menelurkan segala kreatifitas dalam hobi menjeprat-jepret photo sekitar dengan kamera ponsel tersebut. Kamera ponsel ketiga ini saya pakai hingga saat ini. Saya mendapatkannya karena alhamdulillah menang dalam sebuah event penulisan lomba me-review sebuah website yang  baru saja dibuka. Senang bukan main, karena akhirnya saya bisa memiliki kamera ponsel yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Apalagi speknya cukup baik, meski merupakan keluaran lama dari sebuah merk ternama dalam dunia handphone.

Hasil bidikan kamera ponsel sekarang
Di antara kenarsisan saya selama memiliki kamera ponsel, saya mempunyai gaya khusus ketika melakukan selfie, groofie, ataupun wefie dengan orang lain. Di antaranya adalah:

1. Senyum Unjuk Gigi Ala Model


Gaya dengan senyum unjuk gigi yang khas dari seorang model yang berlenggak lenggok dalam sebuah pentas fashion menjadi inspirasi saya selama photo. Gaya ini saya dapatkan dari seorang teman. Menurutnya, photo dengan senyum unjuk gigi ini, mampu mempengaruhi penikmat photo tersebut untuk ikutan senyum dan merasa senang melihatnya. Asalkan tidak photo senyum unjuk gigi dengan terpaksa. Hehehe *me

Seperti berikut ini gaya photo saya dengan senyum unjuk gigi.

gaya foto dengan senyum unjuk gigi

2. Gaya dengan dua jari (peace)


Nah, gaya yang satu ini juga tak lengkap rasanya jika harus dimusnahkan atau tidak dieksplorasi. Karena photo dengan gaya dua jari, atau yang biasa saya sebut dengan gaya “Peace” karena menunjukkan makna perdamaian juga banyak menghiasai galeri kamera ponsel saya. kalau gaya yang semacam ini saya dapatkan dari ikut-kutan teman-teman ketika masih belum punya kamera ponsel dulu. Selain itu, gaya yang demikian ini cukup mudah dan simpel untuk dilakukan. Apalagi dipadupadankan dengan gaya unjuk gigi. Pasti hasil bidikannya cukup baik. Hehehe
Abaikan kenarsisan saya, hhee


3. Gaya Bebas

Bukan hanya dalam olahraga saja yang terdapat gaya bebas dalam materi lompat jauh. Dalam seni berfoto dengan kamera ponsel pun ada yang namanya gaya bebas. Di mana gaya tersebut menyesuaikan dengan kondisi mood seseorang dan kreatifitas dalam bergaya. Tapi dalam hal ini, saya kurang cakap. Apalagi kalau photo groofie saya jarang pede jika harus berfoto dibarisan paling depan, huehe...

mengeksplorasi gaya berfoto sesuai keadaan, hee

4. Gaya Candid

Gaya yang satu ini cukup banyak saya gandrungi saat ini. Karena dengan membidik sebuah adegan meski itu tiba-tiba bisa dibilang otomatis terjepret atau penuh rekayasa, saya cukup banyak menyukai hasil jepretan yang demikian.  Hehehe....

Tebak, mana yang rekayasa dan mana yang bukan, heuheu heee

Peranan Penting Sebuah Kamera Ponsel


“When you take a photo, you often take your own reality into your reality into your camera – the reality that you shapped in your mind – and not the real reality over there, whatever it is!”
– Mehmet Murat Ildan [2]

Adanya kamera ponsel yang telah saya miliki hingga saat ini, memiliki peranan penting bagi saya. Di antaranya adalah:

Sebagai Salah Satu Ekspresi diri


Yups, adanya kamera ponsel bisa menjadi salahsatu alternatif untuk mengekspresikan diri dalam bingkai sebuah photo. Sedih, susah, senang, bisa terekam dalam sebuah bidikan kamera ponsel dan bisa menjadi pengingat atau remind saya di waktu yang akan datang. Ekspresi diri ini bisa saya lakukan bersama keluarga, teman-teman, orang lain, atau sendirian.  

Selfi sebagai bentuk ekspresi diri

 

Mengabadikan Momen Berharga Di Sekitar


“Of all the means of expressions, photography is the only one that fixes a precies moment in time” – Henri Carterr Bresson[1]

Yup, adanya kamera ponsel menjadi peran penting untuk merekam momen berharga yang mungkin hanya sekali dalam hidup. Ataupun bisa terjadi beberapa kali, namun memiliki kesan tersendiri dalam setiap momen. Dan saya pun sering mengabadikan momen tersebut dengan kamera ponsel. Lebih mudah dan saya pun bisa mengeksplorasi sendiri untuk gaya pengambilan photonya

Capture Momen Berharga

 

Penyalur Hobi Fotografi


Adanya kamera ponsel menjadi titik utama saya dalam mengembangkan hobi fotografi. Saya mengembangkan keahlian yang lain dalam seni membidik sebuah gambar. Dan saya menikmatinya meski saya harus memakai kamera ponsel. Karena Alhamdulillah, bisa mendukung sekali kreatifitas saya. Apalagi dengan adanya tambahan micro lens. hehehe

Media untuk menyalurkan hobi fotografi


Pelengkap Infografis dalam blogging


Nah, untuk yang satu ini dalam menunjang infografis sebuah postingan dalam blog, saya menggunakan koleksi foto yang pernah saya jepret dengan kamera ponsel sebagai pelengkap tulisan. Seperti inilah hasil bidikan kamera ponsel saya untuk pelengkap infografis dalam dunia blogging.

  Sebagai Media Informasi untuk Keluarga nun jauh


Peran yang satu ini menjadi salahsatu jembatan bagi saya lebih dekat dengan saudara yang jarang sekali bertemu. Bahkan bisa sampai lima tahun sekali. Dengan mengabarkan kondisi yang ada di lingkungan sekitar   rumah kepada mereka, para sanak saudara. Bisa membuat rasa rindu mereka terobati, walaupun belum bisa bertemu raga. Berpisah dengan sanak keluarga di seberang pulau tidak menghambat komunikasi kami dengan mengabarkan sebuah keadaan dalam bingkai photo.

Berbagi Informasi dengan keluarga nun jauh


Menurut saya, dengan adanya kamera ponsel ini mampu memudahkan setiap orang untuk bisa menghasilkan sebuah gambar secara langsung dalam setiap momen atau kebutuhan tertentu. Di antara manfaat yang bisa saya ambil dari hadirnya kamera ponsel tersebut adalah:
|| Mudah Dibawa
|| Lebih Dinamis
|| Lebih cepat membidiknya
|| Lebih Enteng
|| Bisa segera diedit

“The Picture is good or not from the moment it was caught in the camera “
– Henri Cartier Bresson [1]

Sedangkan menurut bapak Henri Cartier Bresson, baik buruknya sebuah gambar tergantung pada momen yang tertangkap kamera, bukan persoalan kameranya. Namun demikian, kalau kameranya kurang menunjang meski momen yang terbingkai dalam sebuah foto kurang maksimal itu bisa membuat seseorang sedikit kecewa loh. Saya sering seperti itu. Sampai pernah berandai-andai, kalau saja momen tersebut bisa terbingkai dengan kamera ponsel yang ciamik. Pasti momen tersebut kian berwarna. Iya kan gaess…

Nah, dengar-dengar nih, ada rekomendasi dari saudara saya untuk bisa membeli kamera ponsel di atas miliknya. Karena, dia memiliki handphone ASUS Zenfone 2 Laser ZE500KL yang baru dibelinya beberapa bulan lalu. Sebenarnya saya sudah terkesima begitu melihat dia mengeluarkan kamera ponselnya. Pasalnya, saya sangat terpikat dengan rangka dalam ponsel ASUS itu sendiri. Selain itu, sebelum memberi tahu siapakah gerangan tipe ponsel ASUS yang dia rekomen tersebut, saya membidik kameranya, berharap suatu saat nanti bisa memiliki hape Asus. Setelah akhirnya ada giveaway dari mbak Uniek Kaswarganti ini tanpa saya tahu sebelumnya, hehehe…

Selfie dengan ASUS Zenfone 2 Laser ZE500KL

Saudara saya merekomendasikan handphone Asus di atas tipe ponselnya yaitu ASUS Zenfone 2 Laser  ZE550KL. Begitu dia kasih tahu hal tersebut, saya pun langsung melihat langsung seperti apakah informasi mengenai detail ASUS Zenfone 2 Laser  ZE550KL tersebut. Berikut rangkaian komponen beserta spesifikasinya.

SPESIFIKASI ASUS ZENFONE 2 LASER ZE550KL


Spesifikasi ASUS Zenfone 2 LAser ZE550KL

Yang menjadi daya tarik utama saya terhadap ASUS Zenfone 2 Laser ZE550KL ini adalah adanya spek dalamannya yang sudah saya kagumi semenjak saya mengenal merk ASUS. Selain itu, desain yang dinamis dari ASUS Zenfone 2 Laser ini menjadi ciri khas tersendiri karena memiliki kontrol intuitif, dengan dilengkapi tombol belakang sebagai bagian dari desain lengkungan ergonomis. Sehingga, memotret dalam bentuk selfie, wefie, atau groofie, mengatur volume, maupun menjejakkan langkah bagi penggunannya bisa lebih alami, meskipun menggunakan tangan kanan atau kiri. Desainnya yang elegan nan tipis dengan 3.9 mm tersebut lebih terasa aman dan nyaman ketika digenggam.[3]

Adalagi bagian dari ASUS Zenfone 2 Laser ini yang membuat saya tergelitik untuk mencobanya. Yaitu adanya fitur yang disediakan pada kameranya. Kamera pada Ponsel Zenfone 2 Laser ZE550KL ini telah dibekali dengan dua kamera. Yaitu kamera utama dengan PixelMaster 13 MP dengan Apertur Lensa f/2.0 yang mampu mengambil foto dengan resolusi tinggi tanpa shutter-lag. Selain itu, fitur autofocus dari laser barunya mampu mengurangi gambar terlihat buram dan bisa memperbaiki stabilisasi gambar dengan Mode Low terbaik saat malam hari, tempat kurang  cahaya tanpa bantuan flash. Ih waw, keren nih. Padahal ponsel kamera saya belum bisa buat yang ginian. Hehehe. Bisa keliatan hitam gitu dah kalau mengambil foto dengan minim cahaya. Semoga aja tercapai memiliki Ponsel ASUS Zenfone 2 Laser ZE550KL ini. Amiin.

Selain itu, kamera belakangnya juga memiliki Mode Backlight (Super HDR) yang bisa melihat dengan jelas di tengah terik matahari. Sedangkan Super Mode Resolution-nya mampu mengambil gambar dengan detail tinggi hingga resolusi 52 MP. Hwah… ini lagi…

Untuk kamera depan dari Asus Zenfone 2 Laser ZE550Kl ini dibekali dengan resolusi sebesar 5MP dengan bukaan f/20 serta memiliki sudut lebar hingga 85%.

Tak hanya dari segi kamera. Dari segi kecepatan dalam process pun, ASUS Zenfone 2 Laser ini juga juara. Karena telah ditenagai Processor Qualcomm Snapdragon 410. Yang mana mampu memberi kualitas terbaik sehari-hari untuk menghindari adanya hang, atau lag ketika membuka aplikasi yang bersamaan atau berat.

Teknologi LTE Category 4 dari ASUS Zenfone 2 Laser ini juga mampu memberi kecepatan pada proses downloading hingga mencapai 150Mbps.

Ini nih kalau kalian ingin mengetahui lebih jelas mengenai ASUS Zenfone 2 Laser ZE500KL, saya akan tunjukkan tentang kehebatannya melalui video berikut. check this out ya gaes.


 

Nah, sekarang kapan saya bisa memiliki ponsel ASUS Zenfone 2 Laser ZE550KL ini? Yah, semoga saja tabungannya cukup untuk memborongnya. Tak ingin terulang lagi kejadian di masa lampau, begitu ada teman yang menawarkan ponsel ASUSnya yang masih baru namun dia menjualnya lagi, tapi sayanya saya belum bisa membelinya. Hiks… padahal naksir berat loh.


Sebenarnya masih banyak loh, yang ingin saya ceritakan lagi dari ASUS Zenfone 2 Laser ZE550KL ini. Tapi sepertinya sudah mencapai batas maksimal tulisannya yak. Hehehe… terlalu bersemangat setelah berlibur cukup panjang tanpa adanya postingan yang muncul. Hehehe

“I take same picture twice, first with my heart then camera.”
- Biju Karakkonam Nature and Wild Life Photographer [2]

Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat dan menginspirasi ya temans. Manfaatkan sebaaik mungkin ponsel yang kalian miliki. Jangan karena landscapenya bagus, terus kita rela mengambil gambar di tempat yang ekstrem demi sebuah foto, oke.


Sekian dari saya, sampai jumpa lagi ya, gaes…

‘Giveaway Aku dan Kamera Ponsel by uniekkaswarganti.com

Sumber :
[1] https://yeaharip.com/2014/08/23/29-kutipan-fotografi-dari-henri-cartier-bresson/
[2] Via Goodreads : https://www.goodreads.com/quotes/tag/camera
[3] Website Resmi ASUS



69 komentar

Terima kasih sudah membaca dan berkunjung kemari.
Salam kenal, jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya, supaya bisa berkunjung balik. Hhee. ^_^
  1. saya kok jd fokus sm photo yg terakhir nih
    jatuh disini tak senak dan seindah jatuh cinta hahayyyy ya iyalah hahaha
    tp klo jatuh di situ smbl jatuh cinta kumaha?
    eh kok dibahas

    BalasHapus
    Balasan
    1. huehee...
      mana bisa mbak. Wong ngrasain jatuh dri bebatuan aja udah sakitt.. hee

      Hapus
  2. Lengkap.banget nih, good job... hehehh

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehee...
      Terima kasih mba Witri..
      good luck buat smean juga ^_^

      Hapus
  3. Wuih reviewnya keceeeee
    Aku mau dong diajarin bikin foto kayak gitu, yg bisa berganti2 itu
    Pake aplikasi apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mbak..
      ini masih tahap belajar mbak.
      Saya pake aplikasi photoscape aja mbak. lebih gampang hee

      Hapus
  4. Itu bikin foto gerak-gerak gimana caranya ya? :D #kepo

    BalasHapus
  5. Asus terang syekalee, bikin tambah pengen :) *usap iler

    BalasHapus
    Balasan
    1. hhee banget mbak hasilnya.
      Terus ga bikin panas batere :D
      kece tambhan ^_^

      Hapus
  6. Ngeliat foto-fotonya, tempat tinggalnya suasananya ayeeeem ya sepertinya hihihi gagal fokus...eh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillahh mbak, bisa tinggal di pedesaan yg masih kental alamnya, hhheee

      Hapus
  7. Wah tulisannya lengkap sekali :)

    BalasHapus
  8. GAmbar gif yang terakhir itu ,resolusinya lumayan benting. Mirip dengan hobyku yang suka photo-photo. Dulu aku menggunakan kamera dengan layar 2 MP ,terus beli lagi 5MP dan sekarang 13 MP.
    Gaya dua jari deh !

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehhee,,, iya mas. kan pake hape ASUS zenfone itu. hhhee

      Bersyukur kalau bisa punya kamera ponsel kece ^_^

      Hapus
  9. Lengkap sekali mbak.. Awalnya aku juga cuma minjem punya suami mb. Jaman dulu masih vga.. Sekarang punya sendiri, tapi juga masih 8MP.. Blm sekeren Zenfone..

    Btw, salam kenal. Sukses GAnya yaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillahh...
      samaan berarti mbak. tapi sayangnya yg sekarang kamera depan saya masih VGA juga, xixixixi

      kalo kmera belakang 5 MP.
      iya, belum sekeren ASUS Zenfone :D

      Salam Kenal juga, mbak
      Good luck buat smean juga ^_^

      Hapus
  10. Enak ya ma klo bisa senyum pke gigi, hihi..klo aku gigie ga rapi jadi mingkem wakaaaaak

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduuhh mba nita...
      Yuk hayuk dicoba lah mbak, kali2
      hheee

      Hapus
  11. Balasan
    1. Amin Allahumma Amin
      Insyaallah jika memang rezekinya, mas...
      Syukron ya ^_^

      Hapus
  12. Kalau kamera ponsel saya juga tidak kalah hebatnya mbak, dan kalau menurut saya mah sangat penting sekali karena kamera ponsel saya itu sangat berguna sekali karena bisa mengabadikan momen yang tidak bisa dilupakan dengan hasil yang baik, pokoknya keren deh, ahi hi hi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe... banget mas...
      Selain memang harganya lebih bisa dijangkau daripada membeli kamera DSLR. Juga lebih efisien dan praktis mengabadikan momennya, hee

      Hapus
  13. Dulu pas masih belum punya ponsel berkamera aku cuma gigit jari mbak hihiihi. Alhamdulillah pas ada rejeki kebeli juga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillahh...
      Kalau akhirnya bisa milikin kamera ponsel mbak. hhee
      Bis ajeprat jepret sesuka hati ^_^ :D

      Hapus
  14. waah jadi keder nih,, baca tulisannya lengkap pisan euy,, semoga kita beruntung :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehee,,, positif thinking mbak..
      Good luck buat smean juga ya mbak ^_^
      Amin Allahumma amin... :D

      Hapus
  15. keberuntungan dan kesialan adalah milik hanya untuk manusia, semoga saja keberuntungan akan selalu menyertai kita semua dalam segala hal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin allahumma aminn... ^_^
      Terima kasih sudah berkunjung :D

      Hapus
  16. Wah asyik bgt ceritanya mbak. Jadi makin rajin nulis :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah... masih berusaha bangun mood setelah lama ga nulis mba ^_^

      Hapus
  17. Tulisan jatuh di sini tak seenak jatuh cinta itu bikin gagal fokus... hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hueheee... iya mbak..
      sindiran yang ngena banget heee

      Hapus
  18. Om Henri Cartier Bresson ngomong gitu wajar, karena ia nggak pernah ketemu hape asus :D

    BalasHapus
  19. Mb bikin foto yg kayak animasi gtu gmn caranya ya ?
    Oia design graphis yg terakhir jugabaku suka banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bikinnya gampang pake software photoscape aja mbak.. heee
      Terima kasih mbak, ini masih thap belajar hhee

      Hapus
  20. Hihihi keren adikku ini ya, jago selfie tetap cantik, jago infografisnya juga. sukses ya adikku

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduhh mbak.e...
      jadi terkesima nih.. xixixixi
      masih amatiran ini belajar grafisnya mbak.. :D
      Goodluck buat smean ya mbak...

      Hapus
  21. ahaha, gaya candidnya mbak rohma keren :))
    mengabadikan setiap moment di kamera emng perlu banget, biar ada kesan dan jejaknya ya mbak. sukses buat lombanya mbak :))
    ohya, mohon maaff lahir dan bathin ya mbak rohma..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduuhhh aku jadi ga pede nih mbak. Gaya candidku masih ala2 ga jelas, huehee
      Iya mbak, biar ada jejak sejarahnya dg jepretan kamera ponsel :D

      Oh iyya mbak, minal aidzin wal faidzin juga ya mbak ^_^

      Hapus
  22. Super lengkap, Mbak. Aku aja nggak selengkap ini nulisnya. semoga sukses ya Giveawaynya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wehee... kejar target inih mbak..
      Good luck buat smean juga ya mbak.e ^_^

      Hapus
  23. Rohma gaya apapun tetap aja cantiiikkkk, sukses ya ngontesnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Widihhh... kujadi terkesima mba xixixi
      kan emang cewek, mbak. hueheee :D
      Mbak,e juga sukses yaa ^_^

      Hapus
  24. Ah, iya, kamera ponsel memang bisa menjadi sarana berbagi dengan keluarga jauh.
    Komplit artikelnya, semoga sukses ngontesnya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehee... iya mbak, seneng banget bisa kasi informasi keluarga jauh. Supaya mereka juga bisa tahu keadaan di rumah. syukur2 bisa berkunjung ke rumah :D

      Hapus
  25. Betul juga mba, saya dulu karena jauh dr orangtua upload foto anak2 di media sosial biar ortu lihat dari kampung. Tapi sekarang agak takut ya upload foto anak ke medsos :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehee... iyya juga sih mbak..
      kalo terkait uploadnya saya pilih2 mana yg perlu di-share mbak.

      Kalo mungkin tentang moto org, saya kirimnnya via PM mbak, bisa lebih secret gitu, hhee

      Hapus

  26. good job mbak rohmah...dengan asus camera semakin lengkap sebagi blogger.
    semoga cepat bisa merasakan asus pixelmaster

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, mas
      semoga saja bisa terwujud untuk memiliki ASUS Zenfone 2 LAsernya :D

      Hapus
  27. Wah kamera handphone pertamanya pasti berkesan banget ya mba.. saya juga mba sejak punya hape kamera jadi mulai terbiasa senyum unjuk gigi. Kalau dulu mah pasti ga pede.. hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget mbak, berkesannya.
      Habisnya perjuangan bnmget belinya hhee
      Awalnya sih iya ga pede, lama2 ketagian ngeksis hhee

      Hapus
  28. Komplit bgt ceritanya...jd makin ngidam Asus..good job!

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih mbak...
      good luck juga buat mbak.e ^_^

      Hapus
  29. wow keren, zuper lengkap bingit, kamera ponsel memang puenting bgt ya:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, kak ^_^
      Banget pentingnya, mba hhee

      Hapus
  30. Banyak cara mengekspresikan diri ya Mbak... mau model unjuk gigi atau dua jari. Sampai sekarang saya suka bertanya tanya kenapa kalau foto otomatis dua jari.. kenapa ga tiga atau lima misal... hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hueheee iyya itu mbak..
      entah dapat dari mana itu ide untuk bergaya dua jari,
      Sempat terpikir buat otomatis empat jari, ato tiga jari, tapi kek ga kurang seru gitu rasae mbak :D

      Hapus
  31. Idem berharap kamera ponsel yang lebih baik biar hasilnya lebih maksimal :).

    Tulisan di air terjunnya mantap yaa, hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hueheee banget mbak...
      Kamera bagus, hasilnya pun demikian jika digunakan dg baik ^_^

      Iya mbak, Ngejleb ituh :D

      Hapus
  32. Wah, pasti senang dan bangga ya... Foto hasil dari jepretan kamera ponsel, hadiah dari menang lomba. Apalagi hp pertam yang dimiliki juga hasil dari uang sendiri. Semoga sukses ya, mbak... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heheeh... Alhamdulillah mbak...
      Dapetin Hape pertama hingga sekarang butuh perjuangan keras bnget jerih payahnya :D

      Terima kasih banyak, mba ^_^

      Hapus
  33. masing-masing orang punya cerita yang unik sama kamera ponselnya yah Mba Rohma :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heuheeee... iyalah mbak..
      ada kisah2 tersendiri di balik kamera ponsel pun :D
      xoxoxoxo

      Hapus
  34. Terima kasih sudah ikutan GA Aku dan #KameraPonsel. Good luck.

    BalasHapus

Chingudeul