Sabtu, 13 Agustus 2016

Ketika Baper dengan si Nikah Muda



Bismillahirrohmaanirrohim…

Lagi booming sekaligus viral banget ya tentang berita nikah muda, pelaku kekerasan murid dan orangtua terhadap guru, dan  mengenai wacana fullday school oleh bapak menteri kita yang baru-baru ini. Hehee… tapi, sejauuh ini aku sangat tertarik untuk menuangkan pendapat tentang nikah muda.
 

Siapa coba yang nggak baper lihat mereka? hehhee


 Entah kenapa kalau denger kata nikah muda  itu bayangannya indaaahhh banget. *ceileh… ini mah pemikiran si LDR yang udah kepala dua, wkwkwk. Pas kemarin waktu baca postingan dari Mami Ubi tentang : Pernikahan Remaja Yay Or Nay, aku cukup penasaran dengan sosok yang disebut sebagai Alvin dan Larissa Chou. Emang maksudnya bagaimana sih, begitu pikirku. Langsungku googling dengan berita terkait. Begitu menemukan website teratas, aku pun membuka link dan membacanya, jadilah tahu dah keduanya siapa dan siapa. Hehhe…

Semoga mereka, Alvin dan Larissa menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, Amin…

Kamu nggak baper, Ma?

Ada sih, rasa baper juga. Melihat seorang pemuda tampan meminang gadis cantik keturunan yang baru saja menjadi muaallaf, meskii… umur mereka masih dibawah umur, dan di bawahku juga. Iyes… nggak terlalu jauh sih, aku masih 21, wkwkwkwk. Tapi, yang membuat aku salut dibalik pernikahan dini antara mereka, adalah Larissa yang mana bisa mengajak keluarga 3 keturunan untuk mejadi muallaf juga. Itu subhanallah banget…

Tapi, kalau disinggung masalah baper dengan pernikahan mereka. Dan untuk cepat-cepat mengikuti jejak mereka, sepertinya aku kudu nata ulang lagi, deh niatnya. Bener-bener kudu dipikirkan dua kali dan mungkin lebih sih.

Oh iya, sebelumnya aku mau kasih tau, kalau tulisan ini hanya sekelumit pendapat aku tentang nikah muda. Dan aku juga menggandeng salah satu teman yang umurnya juga di bawahku, hehehe… tapi nggak banyak kok selisihnya. Namanya adalah  Fika Aj yang memiliki blog di univika.tk

Aku kira, dengan mengajak Fika Aj, kita bisa sharing tentang pernikahan muda yang saat ini viral, dan mungkin juga udah bisa ditemui di daerah-daerah pedesaan. Seperti di derah tempat tinggalku. Terus lagi, selisih umur yang nggak terlalu jauh memungkinkan kami, yang mungkin punya cita-cita untuk nikah muda dengan sebuah alasan tertentu. Bisa juga di share di postingan duet ini.

Nah, saatnya aku mau nuangin pendapatku tentang nikah muda yes…

Nikah muda?

Nikah muda menurutku sih baik-baik aja ya, selagi sudah memenuhi syarat-syarat dalam agama untuk menunaikannya. Tapi kalau seumpama harus menikah di usia muda-muda banget, entah mengapa aku cukup menyayangkan aja. Di usia belasan yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk menambah ilmu pendidikan, melakukan hal-hal positif lainnya, harus dilalui dengan melayani seseorang yang mungkin juga seumuran yang telah menjadi pasangannya.

Tapi kebanyakan realita teman dan saudara yang menikah muda, di umur belasan, mereka masih mendapat pantauan dari orangtua. Belum diijinkan untuk keluar rumah, maksudnya, masih stay bersama orangtua. Bahkan aku juga cukup prihatin sewaktu bulan lalu aku membuat sebuah undangan yang mana kedua mempelainya masih di umur-umur yang produktif, baru lulus SMP dan satunya masih duduk di bangku SMA. Tapi orangtua mereka adalah keluarga yang mampu. Daripada ngalor ngidul melakukan hal-hal yang tak diinginkan, mereka pun menikah.

Hal itu cukup baper juga sih. Duh… aku udah dilewatin sama anak muda… weh… hahahaaa…

Menikah itu bukan [hanya] persoalan menghindari zina semata. Ada juga hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan. Bayanganku dulu pas masih nyar-nyaran menjalin relationship, juga mikirnya gitu, kalau udah klop, orangtua mendukung, kenapa kita nggak  lanjut ke jenjang berikutnya. Tapi masalahnya, dengan menikah kita telah memasuki jenjang kehidupan baru yang intinya bukan sekedar main-main aja. Emang nikah cukup hanya sebatas kata cinta tanpa bermodalkan sesuatu hal realistis untuk kehidupan selanjutnya? “Kamu mau kalau udah nikah kukasih makan rumput, batu?” Itu kata si Mamas yang kalau aku udah nyinggung nikah. Padahal aku dulu masih jadi karyawan baru di tempatku bekerja saat ini.

Nah, kalau di tempat tinggalku anak-anak yang seumuran di lingkungan rumah, jarang ada yang stay. Mereka yang cewek kebanyakan masih kuliah di kota, di luar kota, dan bekerja di luar daerah, jarang pulang ke rumah pokoknya. Sedangkan aku sering banget dapat tawaran dari bapak-bapak meski tanpa lewat aku langsung yang intinya untuk mempersunting aku dengan calon yang mereka siapkan. Tapi apa yang kusampaikan ke Mae? Aku belum siap, mak. Itu versi aku. Kalau kamu?

Aku sempat berpikiran kalau saja aku bisa keluar dari desa, aku bakalan terhindar dari pertanyaan orang-orang sekitar rumah terkait menikah. Tapi sejauh ini aku enjoy aja. Kalau orang rumah atau orang sekitaran menyuruh untuk segera menikah, karena sudah cukup umur, aku cuekin. Iya, akan ada saatnya nanti aku akan nikah, tapi nggak untuk saat ini. Kalau aku menikah dan ada sesuatu hal yang baik, apa mereka mau menanggung?

 
Sumber : Pixabay

Makanya, menikah menurutku bukan persoalan cinta-cintaan, menghindari hal-hal zina, tapi juga memikirkan hal-hal realitis lainnya. Seperti: nanti setelah menikah aku kerja di mana? Mau tinggal di rumah salah satu pasangan, atau mengkontrak, atau ngekos, de.el.el. intinya perlu mapan semuanya serta siap lahir dan batin, itu dah.

Emang mau, anaknya orang hanya dikasih makan “Cinta”. Kan gak wareg toh. Terus lagi kalau udah punya anak, udah siapkah mental, dan segala tetek bengeknya. Selain itu, mendidik anak dan merawatnya itu bukan perkara yang gampang. Apalagi anak-anak di jaman sekarang sangat melek teknologi. Duh… belum menikah pun sok-sokan bicara ginian, hehehe…

Kalau udah nikah, pasti ada aja rezeki yang tak terkira. Tapi, kalau kita tak menjemputnya, atau berusaha nyari, memangnya Tuhan mau memberikan langsung tanpa effort sama sekali.

Masih ada alternative kok, untuk yang ingin menikah tapi belum bisa ditunaikan, dalam agama islam dijelaskan untuk berpuasa bagi orang yang belum mampu untuk menikah.

Menikah itu pilihan. Apalagi nikah muda. Meski sekarang udah punya pasangan tapi belum dikhitbah, dilamar, atau segera nikah, atau malah yang sedang jomblo, jangan sedih-sedih amat. Gunain waktu sebelum bersatu dengan pasangan halal nantinya untuk hal-hal yang baik.  Maupun mempersiapkan diri untuk dekat dengan-Nya.

So… menikah itu adalah investasi masa depan yang perlu disiapkan dengan baik, karena butuh tanggung jawab besar dalam mengembannya.

Ini hanya sekadar sharing unek-unek ringan ya gaes… kalau mungkin teman-teman mau nambahin lagi ceritanya, monggo…

Terima kasih sudah berkunjung ya…

 





                                                                                                                                                                                                                                         

18 komentar:

  1. haha. ini angkatan usia kita emng mbak, bnyaknya pertanyaan ttg nagih kapan nikah? kpan nyusul? :D wkwk
    kmren aku jg baper nih gegara foto alvin dan larissa mbak, tpi skrg udh pulih kok..

    BalasHapus
  2. Kudu byk persiapan, yes. Jgn ikut2 gaya sok nikah muda tp ditanya tanggung jawab nggak ngerti

    BalasHapus
  3. Kudu byk persiapan, yes. Jgn ikut2 gaya sok nikah muda tp ditanya tanggung jawab nggak ngerti

    BalasHapus
  4. Nah..nah..nemu yg senasib *ehh...
    bapernya
    bener bgt tuh, pernikahan juga harus mempertimbangkan tanggung jawab besar setelahnya. Kebanyakan org sekitar nikah muda berakhirnya agak memprihatinkan. Karena ya itu..pondasinya kurang kokoh

    BalasHapus
  5. sejak dulu banyak banget di lingkunganku yang nikah muda, tapi entah mengapa saya tidak tertarik untuk ikut-ikutan, hehe :D

    sepakat sama kalimat Mba Rohma di bawah ini
    "So… menikah itu adalah investasi masa depan yang perlu disiapkan dengan baik, karena butuh tanggung jawab besar dalam mengembannya."

    So, bagi yang belum nikah terlebih yang usianya masih muda belia, pikirkanlah dengan matang sebelum mengambil keputusan menikah :)

    BalasHapus
  6. Eciiieee, jadi baper nih ceritanya?? Ihg Rohma, koq gak bilang langsung aja ke Mae klo Rohma kan udh punya Mamas dan lagi jalanin LDR, ihiiy. Gak usah bilang belum siap. Lah gimana coba klo tiba2 Mamas ngasih surprise ke Rohma buat ngelamar besok, hayooo?? :D



    BalasHapus
  7. ayo semangat,bismillah,niat yang kuat dan yakin bahwa rezeki Allah yang tentukan. Mau nikah muda, nikah sesuai umur, nikah tua tetap namanya hidup ini penuh perjuangan ,:)

    BalasHapus
  8. Fix enak banget tulisannya dibaca. Keliatan nek nulis dr hati pasti keren jadinya 😍

    BalasHapus
  9. sayangnya berita terbaru ttg pasangan muda yg bikin baper di tulisan ini justru bukan berita positif ya.. tapi mau nikah muda ataupun lebih dewasa, persiapan fisik, mental dan sosial itu samasekali tak boleh diabaikan..setidaknya begitu menurutku..

    BalasHapus
  10. Iya kadang suka bahagia lihat keuwuan orang nikah muda. Tapi kesiapan orang beda-beda hihi. Tidak bisa dipukul rata.

    BalasHapus
  11. Namun sayangnya, pernikahan Alvin dan Larissa Chou kandas di bulan Mei 2021. Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk bercerai. Sedih sekali mendengarnya.

    BalasHapus
  12. Menikah muda, saat ini banyak sekali digencarkan oelh beberapa pihak, dengan alasan untuk mencegah terjadinya zina lah, mencari pahala lah, menghindari maksiat dan menghindari dari dosa karena pacaran blablabla

    Apalagi dengan gencarnya sosialisasi indonesia tanpa pacaran, yang memfokuskan pada kalangan anak muda tanggung, semacam usia sehabis sma, usia 18-20an.

    Menikah tidak menikah itu tentu saja pilihan masing-masing dari tiap individu. Dan tiap orang bebas memilih, namun dalam urusan menikah itu harus dipertimbangkan berbagai macam, seperti pertimbangan ekonomi, emosional, pola pikir, kesehatan. Jangan berlindung pada alasan mencegah zina blablabla hingga kemudian mengagungkan menikah muda. Padahal kenyataannya, tidak sedikit kasus yang menciptakan perceraian di kalangan yang menikah muda. Salah satunya adalah pasangan Alvin dan Larissa Chou yang dulu menikah muda, namun di bulan mei 2021, mereka memutuskan untuk bercerai.

    Menikah muda harus dipikirkan matang-matang, dan tidak asal diterapkan tanpa pertimbangan yang matang, karena jika dilaksanakan secara asal, hal ini bisa menciptakan hal-hal yang tidak berkenan di hari-hari pernikahan selanjutnya.

    Ya jika usia 19 tahun, lulus SMA sudah memiliki usaha sendiri, sudah memiliki penghasilan tetap, sudah memiliki kematangan emosional dan pikiran dewasa tentu bisa jadi pertimbangan untuk melakukan menikah muda. Namun, apakah pasangannya sudah memiliki hal yang sama dengan dirinya? tentu akan menarik untuk dibahas lebih lanjut.'

    Belum lagi, perihal pendidikan seputar mengasuh anak, Kan banyak sudah kasus di masyarakat yang terjadi, ketika banyak anak di bawah umur yang dipaksa untuk menikah gegara "Kecelakaan" dan hamil serta melahirkan anak di usia yg relatif muda, tentu hal ini akan berpengaruh besar pada kondisi fisik dan psikis ibu muda tadi.

    Wah jadi panjang begini komentar saya.

    Penutup, untuk urusan pernikahan memang tidak bisa dilakukan dengan asal, harus ada pertimbangan matang sebelum melakukannya, dan juga tidak terbawa-bawa tren menikah muda.

    BalasHapus
  13. Saya dulu pernah punya keinginan untuk menikah di usia 25 tahun, eh jodohnya belum datang juga. Semenjak itu saya tidak pernah menargetkan perihal akan menikah di usia berapa. Saya percaya Allah akan memberikan jodoh terbaik di momen yang tepat.

    BalasHapus
  14. Memanglah baper tulisannya ya, tapi menimbulkan pemikiran bagus soal nikah muda. Menurut Saya nikah itu kalau siap, dan negara sudah mengatur soal batas umurnya. Saya kurang setuju kalau nikah muda hanya untuk menghindari zina, masih banyak perkara lain yang harus diperhatikan selain masalah seksual. Harus siap jiwa raga, ekonomi dan yang pasti niat baik beribadah

    BalasHapus
  15. Perkara yang lagi rame banget, ya. Tapi apapun keputusannya, disini dari pihak Larisa sama Alvin udah keren banget. Gadak ribut huru hara sana sini kaya seleb lain. Tapi ya namanya nikaj muda, asli pernah bikin Vina baper. Tapi balik lagi sama diri sendiri, udah siap belum secara lahir dan bathin, apalagi dari segi financial dan cara berfikir. Duh banyak banget pertimbangannya ya :"

    BalasHapus
  16. Idealnya memang menikah sudah punya ilmu. Meski ilmu yang baik harus disertai amal.
    Tapi ketika sudah nyemplung, mampu memahami makna pernikahan itu sendiri.

    Memang gak sungguh gak mudah menikah di usia muda. Pasti banyak ujian dan godaan yang menghadang dan setan gak akan berhenti menggoda hingga pasangan itu benar-benar "putus".

    BalasHapus
  17. Kalau aku yang aku takutkan dengan nikah muda bukan masalah rezekinya atau apalah. Tapi mentalku apakah benar siap. Ilmunya apakah benar cukup. Tapi kenyataannya menjalani hidup berkeluarga merupakan jalan untuk terus belajar tanpa henti ya

    BalasHapus
  18. aku termasuk tim yang nggak setuju nikah muda
    bagiku menghindari zina , bagiku nikah itu bukan sekadar seks
    makanya nikah muda itu banyak mudhorotnya, Mental nya belum kuat hadapi berbagai cobaan

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan berkunjung kemari.
Salam kenal, jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya, supaya bisa berkunjung balik. Hhee. ^_^