‎ ‎
personal lifestyle blogger jember

Beda Liburan Bareng Orangtua Baby Boomers dan Milenial


Perbedaan liburan bareng orangtua baby boomers dan milenial


Bismillaahirrohmaanirrohim 

Halo sobats,,, siapa sih yang suka banget kalau bisa liburan bareng keluarga? Entah untuk tujuan wisata atau berkunjung ke rumah saudara? Pastinya sebelum berangkat perlu menyiapkan beberapa item yang diperlukan baik selama di perjalanan atau saat tiba di tempat tujuan bukan? Lalu, bagaimana jika bepergian dengan orangtua yang termasuk generasi baby boomers dan milenial, apakah ada beda selama liburan itu berlangsung?


Kebetulan banget kemaren aku dan keluarga besar baru saja melakukan perjalanan ke rumah saudara untuk silaturahmi. Tentunya kami mempersiapkan apa saja yang sekiranya kami butuhkan dalam perjalanan itu. Namun, ada hal yang membedakan antara persiapan yang dilakukan oleh orangtuaku yang termasuk baby boomers dan juga kakak ku yang termasuk generasi milenial.


Karena hal itulah yang sempat menjadi bahan obrolan sebelum berangkat. Maka akhirnya tulisan inilah berhasil aku posting, yang kali aja bisa juga terjadi dengan kamu dan keluarga. Berikut ini perbedaan menyiapkan keperluan saat liburan bareng orangtua baby boomers dan milenial.


Perbedaan Menyiapkan Barang Bawaan Versi Orangtua Baby Boomers dan Milenial


Makanan

Orangtua Generasi Baby Boomers

Orangtuaku yang termasuk baby boomers, rela tidak tidur siang demi bisa membawa makanan untuk perjalanan nanti. Biar lebih menghemat pengeluaran juga katanya. Tapi ya itu, hal ini sempat diprotes orangtua milenial karena khawatir nggak dimakan saat di perjalanan. Karena orangtuaku terlanjur Menyiapkan makanan seperti lauk tumis, dan cemilan gorengan bikinan sendiri berupa Jemblem. Dan akhirnya hanya jemblem yang dibawa


Orangtua Generasi Milenial 

Kakakku yang termasuk Generasi milenial lebih santuy lagi soal makanan untuk perjalanan liburan. Bahkan  dia tidak Menyiapkan banyak perbekalan untuk amunisi perut waktu di dalam mobil. Namun dia membawa beberapa makanan ringan seperti kerupuk, marning, dan beberapa roti kemasan lainnya.


Makan Gratis atau Makan Bayar


Orangtua Baby Boomers Hemat Keuangan

Karena memang pengalaman di masa lalu sangatlah kuat, apalagi soal keuangan. Maka orangtua yang termasuk dalam Generasi ini lebih memilih menyimpan uangnya untuk kebutuhan atau keperluan lain selagi bisa dihemat dengan cara membawa makanan sendiri di rumah selama perjalanan liburan berlangsung.


Hal sama juga terjadi dengan ibuku. Beliau masak nasi hingga lauk untuk makan di jalan agar saat tiba tiba kelaparan, orang orang di rombongan tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk makan. Walau ribet sendiri juga, tapi dijabanin bakalan dilakuin asal nggak makan di larang saat liburan.


Terbukti juga di liburan yang dulu dulu, makanan yang dibawa dari rumah bisa menghemat uang yang perlu dikeluarkan selama perjalanan itu berlangsung.


Orangtua Milenial Tinggal Beli Makanan

Karena kakak termasuk orangtua generasi milenial, dia tidak terlalu ambil pusing nanti mau makan dimana. Lebih praktis, dan instan saja. Asal siapkan budget untuk amunisi, jadilah bisa makan di mana aja dan disesuaikan  waktunya saat lapar pilih berdasarkan budget yang dipunya.


Masalahnya, kalau beruntung dapat harga yang miring sih ya alhamdulillah, kalau perlu seleksi seleksi  yang ada adalah dengan menunda lapar lalu melihat beberapa resto yang menyediakan makanan sesuai budget. Tapi seringnya sih gaca ya. 


Nah, kalau dari segi makanan sih seperti di atas itu sobats yang aku alami perbedaan dari kedua orangtua dengan generasi yang berbeda. Sedangkan buatku yang belum jadi orangtua, bisa memilih mana yang sekiranya diperlukan soal makanan saat liburan. Tapi kalau kamu bakalan milih yang mana? Atau ambil satu satu sesuai kondisi juga?


Yuk bagikan komentar kamu di kolom yang telah disediakan ya. Semoga informasi yang aku bagikan kali ini bermanfaat. Jangan lupa tinggalkan jejak kamu. Feel free to drop your comments.


Terima kasih sudah membaca dan berkunjung di artikel ini. Sampai jumpa pada postingan berikutnya.


Blessed

Khoirur Rohmah 




10 komentar

Terima kasih sudah membaca dan berkunjung kemari.
Salam kenal, jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya, supaya bisa berkunjung balik. Hhee. ^_^
  1. Memang beda generasi beda pola pikir, tapi memang soal bawa makanan saat perjalanan lebih praktis membawa makanan ringan dan lainnya karena lebih efektif aja. Saat di mobil atau di tempat liburan ada rasa enggak nyaman saat makan bekal dan ribet. Soal hemat relatif sih saat liburan, tapi camilan yang dibawa juga bisa dinikmati daripada beli banyak makanan. Untuk meminimalisir juga bisa makan yang mengenyangkan saja, hehe. Terima kasih sharingnya!

    BalasHapus
  2. Ya..memang beda..tapi tetep asyik bepergian bareng2 gini.. Ah, jd kangen acara jln2 keluarga besar kami (lengkap ada nenek-cucu2).. Selain dlm.hal makanan, dlm mdnentukan itinerary juga rada ribet dg adanya beda generasi..tapi teteeeep..berharga utk dijalani & dijadikan bahan kenangan..hehe..

    BalasHapus
  3. Aku lebih suka bawa cemilan sih kalau bepergian. Kayak snack atau roti-roti gitu. Jadi ngemilnya enak.

    Kalau bawa makanan berat kayak nasi lengkap sama sayur dan lauknya emang rada ribet sih.

    Belum lagi, kita juga kadang nggak nafsu makan kalau dalam perjalanan tuh. Pinginnya ya cuma ngemil doang.

    Iya nggak sih?

    BalasHapus
  4. Selain untuk menghemat keuangan, rasanya orang tua jadul itu memilih repot bawa bekal sendiri karena faktor higienitas deh mbak. You know lah, ada toh orang tua yang obsessive banget sama kebersihan makanan.

    Jadi, blio ga keberatan repot. Emang sih, yang ngeliat itu jadi gatel pengen komen, tapi kalau dipahami sudut pandang mereka, ya they're just being parent. Ya kan.

    BalasHapus
  5. Ini selain berdasarkan generasi, bisa jadi juga berdasarkan didikan orangtua sih ya..
    Soalnya aku pernah nih...berniat staycation di Bromo bareng keluarga besar, mbakku sumpah rempong banget. Dari mulai bawa rice cooker, beras sampai masak lauk yang sudah jadi.

    Ternyata ada benernya...
    Sesampainya di Bromo, kaya gak ada makanan yang pas ((terutama buat Ibu ya.. Kalau kaya aku gini kan, gak rewel makannya. Yang penting kumpul, eaaa...hehhee)).

    Jadi mungkin sebelum bepergian ada baiknya cari tahu informasi terkait fasilitas di sekitaran tempat wisata. Karena kalo kefefet, ternyaata bekel makanan ini beneran jalan ninja banget.

    BalasHapus
  6. Kalau untuk liburan ke tempat yang nggak menyediakan jual beli makanan, mending bawa saja bekal dari rumah. Karena ada saja, tempat wisata yang masih minim fasilitas jual beli makanannya. Selain pastinya lebih hemat, karena harga makanan dan minuman di tempat wisata, biasanya lebih mahal dari harga reguler di pasaran.

    BalasHapus
  7. intinya yang millenial ini kebanyakan gak mau repot yaa, dari pada repot bikin ini itu mending waktunya digunakan buat istirahat, kalo ada yang dibutuhkan bisa langsung beli aja. praktis dan efisien

    BalasHapus
  8. Hha, sepertinya aku masuk yang millenial tapi masih hemat makan. Karena masakan istri lebih enak sih daripada beli instan diluar yang sudah cepat saji. Kadang juga kalau misal ke pantai gitu cuma bahan mentahnya aja, terus pinjem dapur warung dan masak sendiri hha

    BalasHapus
  9. Aku melihatnya,
    Orang tua baby boomer ini mengutamakan kebersamaan saat berpergian. Kenapa beliau sampai rela memasak perbekalan? Ya karena ingin dimakan bersama, bercerita bersama, sambil menikmati perjlanan

    BalasHapus
  10. Bener pake banget ini. Generasi yg lahir sebelum th 90'an, rela banget repot sendiri memasak beragam makanan buat perjalanan jauh, bahkan buat trip liburan sehari sekali pun. Jadi semacam punya tenaga super ekstra. Menyiapkan masakan, hampir semalaman, lalu trip jaih seharian. Sampai rumah pun, masih beberes peralatan makan yg dipakai.
    Serunya, uang yg terselamatkan, bisa buat beli oleh-oleh unik dari spot wisata atau daerah yang dikunjungi ^^

    BalasHapus

Chingudeul