‎ ‎
personal lifestyle blogger jember

Cerita Mengesankan saat Ramadan Semasa Kecil

cerita ramadan semasa kecil

Bismillaahirrohmaanirrohim

Saat ramadan tiba, adakalanya ada satu waktu yang bisa membuat seseorang teringat dengan momen di masa lampau. Entah saat masih kecil, remaja, atau di usia quarter life. Termasuk aku sendiri. Baru tadi saat sholat tarawih, melihat anak-anak yang masih duduk di bangku TK, dan Sekolah Dasar di kelas-kelas awal. Mereka cenderung meramaikan sholat tarawih, mungkin bisa jadi ada yang masih belum hafal bacaan sholat, atau sudah hafal, tapi ikut teman-teman yang tidak serius sholat tarawih.

Aku pun flashback saat ramadan di waktu sholat tarawih. Biasanya di rokaat tertentu hanya diam saja duduk, saat jamaah lainnya yang didominasi mbak-mbak atau ibu-ibu yang khusyu' tarawih. Sedangkan aku dan temanku, diam sejenak. Ya. Hanya diam aja, kadang bicara sama teman sebelah sembari bisik-bisik. Hahahaa. Setelah itu, baru deh ditegur sama jamaah yang lebih tua buat lanjut sholat lagi.

Berhubung tadi ingat momen itu, aku jadi bersyukur. Setidaknya dulu saat kecil ketika merasa capek saat tarawih, aku bisa izin sejenak tidak ikut sholat. Lalu dilanjut di rokaat berikutnya. Sedangkan sekarang, mau ngelakuin hal yang sama? Sepertinya harus mikir ulang deh, aku sendiri bakalan malu dan nggak nyaman sama sekitar. Terlebih di lingkungan yang bukan tempat semasa kecilku tumbuh. hehee.

Beberapa Cerita yang Mengesankan saat Ramadan Semasa Kecil

Setiap kali menulis cerita ketika ramadan dan kaitannya dengan masa kecil, selalu berhasil membuatku tersenyum rindu. Rindu bagaimana suasana di waktu itu. Aku merasa syahdu banget, seperti melihat layar video dengan filter sephia. Pokoknya diingatanku, ramadan selalu memberikanku warna berbeda untuk setiap kenangannya. Khususnya saat masih kecil dulu.

Untuk itu aku akan mengemas beberapa rangkaian cerita mengesankan yang selalu bikin teringat saat ramadan tiba, semasa aku kecil dulu. Di antaranya adalah:

Mabit di Mushola Sebelah Rumah

Rumahku dekat banget dengan pondok pesantren (dulunya). Kebetulan mbah dulu kyai di pondok pesantren tersebut, makanya di sebelah rumah ada dua mushola. Yang depan untuk santri putra, dan yang belakang untuk santri putri. Namun, saat aku kecil dulu, pondok pesantrennya hanya dihuni beberapa santri putra saja. Apalagi setelah mbah kembali ke rahmatullah.

Nah, di mushola belakang karena tidak ada santri putri yang mondok. Jadi, tiap sore aku dan beberapa temanku, selalu mengaji kesana. Termasuk ada remaja yang seusia kakakku juga kerap datang ke mushola atau langgar untuk mengaji juga. Kadang mengaji kitab, atau hanya Al-Qur'an saja.

Di waktu ramadan tiba, aku dan teman-temanku, dengan ditemani mbak-mbak, selalu mengadakan acara nginep di langgar. Jadi, tidak setiap hari, hanya beberapa kali aja selama sebulan itu. Lebih seringnya saat awal-awal ramadan.

Hal yang mengesankan tuh, saat bermalam karena lampunya dimatikan, kami masih aja bercanda, sampai akhirnya tertidur. Kalau masuk sahur pertama, kadang menu yang kami bawa adalah lauk atau sayur yang buat ditata di berkatan untuk tasyakuran menyambut ramadan yang dibawa ke mushola depan. 

Aku pun juga membawa menu sahur tapi selalu kuketuk pintu belakang rumah. Soalnya mushola belakang tuh searah sama pintu rumahku di bagian dapur. Jadi, waktu sahur tiba, aku langsung balik ke rumah dari pintu belakang untuk ambil makanan sahurku. Daging ayam adalah lauk berharga untuk keluargaku dulu. Makanya kalau abis dapat acara tasyakuran, kalau ada lauknya yang masih bagus, selalu dihangatin lagi sama ibuku. Mellow dehh T_T

Alhamdulillah sekarang kalau mau beli daging ayam atau masakan dengan olahan daging ayam insyaallah selalu dimampukan. Alhamdulillah.

Suara Radio Penanda Adzan Maghrib 

Salah satu elektronik berharga yang keluargaku miliki saat itu adalah radio elektronik. Radio yang dibelikan oleh kakak pertamaku setelah pulang dari Saudi Arabia. Radio yang memberikan kenangan sejak aku kecil dan dimasa remajaku dulu.

Pun dengan momen saat ramadan, radio di rumah selalu di putar sebagai penanda adzan maghrib sekaligus buka puasa. Lagu-lagu religi yang diputar, siraman rohani, lantunan ayat suci Al-Qur'an, dan juga kanal radio Jember yang sangat terkenal sampai sekarang, menjadi pilihan keluargaku. Yaitu Prosalina Radio Jember. 

Kepingan cerita ini sungguh sangat mengesankan, sembari menunggu adzan maghrib biasanya aku main ke rumah teman di sekitar rumahku. Kadang cari jajanan di pasar. Atau kalau sekarang istilahnya gabut, dan wira wiri bantuin emak di dapur. Ya, semenyenangkan sekali. Nggak ada yang pakai gawai. Lebih banyak ngobrolnya.

Waktu nulis ini pun, aku keinget betul suara di Radio menjelang adzan maghrib. T_T

Jalan-Jalan di Minggu Pagi

Mungkin di tempat lain ada kebiasaan yang serupa dengan di desaku. Yang kalau tiap hari Minggu selalu ramai di jalanan orang-orang dari berbagai usia turun ke jalan untuk jogging, apalagi Minggu waktunya hari libur. Jadi lebih banyak orang yang keliling dari selatan ke utara, dan sebaliknya. Dari timur ke selatan, dan seterusnya.

Berhubung rumahku di sebelah jalan raya, makanya aku selalu bisa memantau pergerakan suasana orang-orang di jalan. Kadang teriak, tertawa, ngobrol, suara motor lewat, yang tak kalah lagi suara petasan, dar der dor, dari yang suara yang kecil, sampai boom yang besar.

Kenapa aku cuma mantau? Karena bakalan kena amuk emak, dan juga mbahku. "Pagi-pagi bisa dibuat untuk nderes Qur'an." Jadi semasa kecil aku tidak punya kenangan untuk jalan-jalan di Minggu pagi. Mau kabur aja sama teman, tetap nggak berani. Takut teriak gegara kaget karena suara petasan yang dibawa anak-anak cowok.

Makanya aku hanya jadi penonton dari teras rumah, kadang melihat ada teman sekelas yang ikut jalan-jalan. Kadang keponakanku, kadang kakak kelas di sekolah. Kalau mau olahraga palingan main skipping atau lompat tali di teras depan rumah. Selain itu bisa main bulu tangkis.



Lebih lamaTerbaru

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca dan berkunjung kemari.
Salam kenal, jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya, supaya bisa berkunjung balik. Hhee. ^_^

Chingudeul