Hai semuanya. Begitu tahun 2025 berganti menjadi 2026 aku jadi semakin jarang menulis. Bahkan di bulan Januari belum ada tulisan apapun. Lagi-lagi, aku datang dengan tulisan baru dan terinspirasi dengan bencana banjir yang dialami di beberapa wilayah di Kabupaten Jember. Sesuai judul dengan artikel, tulisan kali ini tidak lepas dari curhat ya.
Kronologi Sebelum Banjir Melanda
Kamis, 12 Februari 2026 di pagi hari matahari dengan gagahnya berdiri di atas sana. Hanya sampai di jam 11:00 matahari semakin tertutup oleh awan. Dan dilanjutkan hadirnya hujan yang turun perlahan. Kebetulan aku punya jemuran di belakang rumah. Otomatis aku berlari terburu-buru sembari mengangkat baju yang keringnya tidak seberapa itu.
Tak lama air dari langit berjatuhan secara serentak. Dari gerimis, dilanjut hujan secara konstan, bahkan diteruskan sampai malam hari. Yups. hujannya nonstop dari siang sampai malam hari. Tapi hujan jadi lebih deras saat sore sampai malam.
Saat melihat sosial media, daerah dekat rumah juga sudah mulai terendam banjir. Seperti di daerah Ajung. Berharap di daerah lain tidak sampai banjir juga. Karena intensitas hujannya cukup deras.
Ketika Banjir Tiba
Di pagi hari, sekitar jam 05.30 aku menyimak beberapa postingan dari teman-teman. Ternyata tempat tinggalnya terendam banjir. Mulai dari daerah Curah Malang, Gumelar, Balung, Balung Kulon, Balung Etan Kali. Bahkan di daerah Puger juga sama.
Beberapa unggahan dari teman-teman
Ternyata semalam air sudah mendatangi rumah warga yang lokasinya dekat dengan perairan Sungai Bedadung. Terlebih untuk daerah yang tempat tinggalnya lebih rendah dari sungai. Apalagi daerah Curah Malang, sebelah rumah temanku. Semalam air meluap hingga menimbulkan banjir.
Dengan kejadian seperti ini. Semoga para warga yang terdampak banjir, diluaskan hatinya, diberikan kesehatan, dan dapat pulih kembali keadaan di sekitar tempat tinggalnya.
Akibat Adanya Banjir
Banjir yang melanda Jember dan terjadi di beberapa daerah, menimbulkan beragam hal. Seperti banyak warga yang masih mengungsi, karena belum bisa kembali ke rumah dan air masih setinggi itu untuk dilalui. Ada siswa yang izin tidak dapat ke sekolah karena rumahnya terendam banjir.
Bahkan temanku yang sebagai guru membagikan unggahan kalau makanan bergizi gratis yang diberikan di sekolahnya banyak yang tersisa karena sebagian siswanya izin tidak sekolah. Sehingga para guru membungkus makanan tersebut di wadah tertentu untuk dibagikan kepada korban banjir.
Selain itu, tentunya di jalanan banyak warga yang mengendarai kendaraan mengalami macet atau justru mesinnya mogok. Belum lagi yang air yang menggenang di rumahnya sudah surut, tapi lantai rumah justru retak mungkin karena kehantam air atau benda yang mengenai lantai tersebut.
Di Jubung jembatan gantung yang barusaja diperbaiki karena rusak akibat banjir juga putus kemarin. Sehingga akses jalan warga sekitar sedikit terhambat. Sebenarnya ada jalan lain, tapi harus mutar dan lebih jauh lagi rutenya.
Semoga bencana banjir ini bisa segera ditangani dan korban terdampak juga mendapatkan bantuan yang selayaknya.
Banjir dan Teringat dengan Hewan Peliharaan
Kondisi bencana yang dialami di beberapa wilayah di Jember, yang tentunya bisa saja terjadi di tempat lain di Indonesia seperti sekarang ini. Mengingatkanku bagaimana keadaan hewan peliharaan yang dimiliki warga. Entah itu kucing, anjing, kambing, sapi, ayam, angsa, dan masih banyak lainnya.
Sebagai pemilik kucing dan ayam. Aku pun ikut merasakan sedih. Terlebih hewan-hewan ini tidak mungkin bisa kabur, apalagi kalau bukan karena keberuntungan, keajaiban, dan pemiliknya inisiatif untuk dapat menyelamatkan hewan peliharaan selagi dirinya sudah merasa aman.
Aku pun merasa kalau mungkin hal yang sama terjadi. Setidaknya bisa lebih well-prepared. Terlebih jika tempat tinggal rawan bencana banjir musiman saat hujan datang lebih brutal dari biasanya. Bukan hanya aku dan keluarga yang aman, namun aku juga ingin memastikan hewan peliharaanku juga ikut bersamaku, selagi bisa dan memungkinkan untuk diselamatkan.
Salah satu langkah yang pertama dilakukan, tentunya memasukkan anabul ke kandang, carrier, atau tas, yang di tempatkan di tempat yang lebih aman, dan jauh dari genangan air. Tidak apa-apa kalau mereka berontak. Setidaknya mereka sudah berada di tempat yang tepat. Bawa juga asupan makanan dan minuman untuk mereka selagi diamankan.
Tips Menyelamatkan Anabul saat Bencana Banjir
Jujur, aku tulis tips ini dalam rangka antisipasi untuk diriku sendiri, yang pastinya juga ingin aku bagikan ke teman-teman semua. Aku sadar kalau keberadaan anabul baik itu kucing 1 ekor dan ayam walaupun jumlahnya 2 ekor. Mereka sangat memiliki arti untukku. Sehingga, jika nanti bencana datang tanpa rencana. Harapannya, tips ini juga bermanfaat, bahkan sudah aku persiapkan sebelum terjadi.
1. Siapkan Tas Darurat, Carrier, atau Kandang
Kalau punya anabul, mau tidak mau harus dibiasakan untuk kenal dengan tas, carrier, box, atau kandang. Karena kadang ada anabul yang tidak terbiasa bahkan cenderung lebih histeris saat di taruh di tempat ini. Tak jarang justru ada anabul yang sebaliknya. Malah tenang dan nyaman.
Buat aku yang punya anabul sedikit reog, aku akan memastikan dia berada di tempat aman. Baik itu di tas darurat atau carrier. Kebetulan aku punya keduanya, bahkan ada kandang juga.
Kalau ayam, insyaallah bisa diangkut juga pakai tas. Karena mereka adalah ayam jenis ayam kate. Cukup kecil ukurannya, semoga mereka bisa menyesuaikan.
Oh ya, pastikan juga kalau punya makanan, minuman, obat, atau litter, juga bisa dibawa. Hal ini tentu bakalan berguna saat sudah berada di tempat aman dari bencana.
2. Prinsip yang Harus Dipegang - Jangan Tinggalkan Anabul
Manusia saat bencana datang, masih bisa berlari, berteriak. Mereka, bisa selamat adalah sebuah keajaiban. Terlebih jika sudah dekat banget sama anabul. Sudah pasti bagaimana caranya bakalan dilakukan gimana anabul bisa ikutan dibawa.
Sehingga, saat sudah ada peringatan akan bencana. Persiapkan untuk membawa pula mereka. Jangan biarkan anabul sendirian. Mereka bisa terjebak, kelaparan, kehausan, cedera, bahkan hilang. T_T
3. Amankan Lalu Evakuasi Bersama
Paling utama diri sendiri harus dipastikan aman secara fisik, lalu anabul masukkan pada tempatnya yang sudah dipersiapkan. Baik tas, carrier, atau kandang. Baru kemudian bergerak mencari tempat yang aman sembari membawa anabul.
4. Biarkan Tetap Berada di Tempat Aman
Walaupun sudah menemukan tempat yang aman dari bencana. Anabul sebaiknya dibiarkan di tempat semua. Jangan dilepaskan terlebih dahulu, khawatir akan hal-hal tak terduga. Entah karena takut lalu kabur, bahkan tidak bisa ditemukan lagi.
5. Pastikan Anabul Tetap Aman, dan Tenang
Hal yang selalu aku katakan kepada anabulku. Entah kucingku maupun ayam. Mereka selalu aku kasih afirmasi positif. Sebisa mungkin aku ajak bicara dengan hal-hal baik. Supaya mereka bisa tetap tenang walaupun pasti bakalan tidak nyaman karena banyak orang.
6. Begitu Bencana Dirasa Aman, Jangan Lepas Langsung
Jika bencana dirasa kondisinya sudah aman. Tetap jangan dilepaskan langsung ya. Boleh kalau mau dilepas, tapi dipasang tali. Dan selalu dipantau. Sebab, khawatir dia malah kotor, atau terkontaminasi apapun yang berdampak pada kesehatan anabul.
7. Siapkan Rencana dari Sekarang
Salah satu tugas untukku ini. Supaya bisa mengaktifkan mode survival. Aku menulis ini, juga sebagai perhatian untuk diri sendiri. Tidak akan ada yang peduli sejauh mana anabul nanti kalau bukan diri sendiri. Yaps.. tentunya mempersiapkan tas darurat juga tempatnya yang sekiranya mudah dijangkau.
By the way, aku bikin tips ini dalam rangka supaya kami, aku dan anabulku terhindar dari bencana banjir ya. Semoga di daerahku ataupun di tempat tinggal kalian, tetap aman, walaupun harus berhati-hati jika curah hujan deras sekali. Bahkan hingga lama durasinya ya. Stay safe teman-temans.
Penutup
Kita tidak tahu kapan bencana akan datang. Namun yang bisa kita lakukan dengan mempersiapkan yang dibutuhkan jika hal tersebut tiba. Berharap tidak hanya anabulnya yang selamat. Melainkan pemiliknya pun juga sehat.
Semoga sedikit curcol aku di sore hari ini bermanfaat. Terima kasih sudah membaca dan berkunjung di artikel ini. Sampai jumpa di postingan berikutnya.
~tabik
Kr.Rohmah


.webp)
.webp)

Posting Komentar
Salam kenal, jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya, supaya bisa berkunjung balik. Hhee. ^_^