Tentang Perasaanku Saat Ini

Kamis, 29 Mei 2014

Tidak ada komentar
Dengarkan Curhatku.......
Tentang dirinya.............

Ya Allah,, kenapa aku harus melalui jalan ini...
Jalan yang teramat menyakitkan...
Terus terang saja,,. tadi pagi ketika aku sedang asyik ngerjakan tugas undanganku. tiba-tiba aja abah -Bosnya aku- nyamperin. Pas nanyain aku

A : Cowok kamu anak mana, Ma ?
Q : Anak Jember, Bah,..
A : Serius ya sama dia ?
Q : InsyaAllah, Bah.. :)
A : Namanya siapa ?
Q : Firman, Bah.... Nopo.o..??
A : Nama Panjangnya, siapa ?
Q : Firmansyah..
A : Cuma itu aja tha ??
Q : Hehe kalo nama panjangnya .............................. Firmansyah.
A : Owgh,. kayake kamu bener-bener terlanjur cinta ya sama dia.
Q : Hehee,,,.. enggeh, InsyaAllah, Bah,,,
dst..........

Pas setelah itu, beliau menghitung jumlah namaku dengan nama dia -Cowok ku-
nama ku jumlahnya 11 dia*Red jumlahnya 53.
wah,,, lumayang berpaut jauh... aku tak mengerti dengan angka yg dimaksud abah. pas beliau setelah diem agak lam, beliau kembali mengucapkan beberapa rangkaian kata..
yah,,, lumayan buatku terhenyak.

.......................................................................................

aku tak mampu membuka apa yang diucapkan abah..
hatiku terlanjur sakit. apakah cinta suciku dibalas seperti ini olehnya?
apa aku jadi tempat perlarian hubungannya dengan sahabatku....
Ya Allah,, kuatkan aku,,,,
emang aku gak pernah ketemu dia. aku baru pacaran beberapa hari2 yang lalu.
belum genap satu tahun, udah ada berita seperti ini.
emang aku gk punya cukup fakta atau bukti kuat.
tapi aku merasa yakin aja dengan apa yg diomongkan Abah.
aku perlu selidiki semua ini....
aku tak ingin dia semakin lama semakin menyakitiku.
emang aku gadis lugu, polos, sederhana, menerima adanya,, ya itu aku,,,,
tapi gak seperti ini caranya dia bersikap kepadaku.
dia pinter, emang pinter,,. pinter ngakali juga..!!
aku takut, ketika aku tanya hal-hal yg udah abah katakan padaku, ia akan kasi aku alasan2 yang memaksaku untuk percaya sama dia...

Ya Allah..... terima kasih,, kau telah membuka mata hatiku,,,,
selama ini aku terlalu terbuai dengan bujuk rayu yang manis dari makhluq -Mu
ku serahkan semua ini pada-Mu
semoga saja, pintu kebaikan dan hidayah juga akan terbuka untukmu, sayang.... Firman...
Jujur aku masih sayang sama kamu,,
aku tak ingin kamu pergi jauh dariku,.

Love You Biey,,,.... -sebutanku untuknya-




Read More

Cerpen "Persahabatan"

Rabu, 28 Mei 2014

Tidak ada komentar


Friendship

Kejadian itu bermula 2 hari yang lalu, ketika aku aku mengirim pesan kepadanya
To : Felice
Semoga sukses yach ….
Aku doakan yang terbaik buat kamu.
Wish U Luck, Fel
Aku kira tidak akan ada suatu hal yang terjadi dengan pesanku tadi. Tapi malah sebaliknya. Felice salah persepsi, hingga dia merasa kesal dengan pesanku tadi. Hingga ada pesan masuk darinya.
            From : Felice
Teman itu meski gak dikabari oleh teman2 lainnya yang nyindir2 itu bukan teman namanya.
            Maksud pesannya tadi, dia mengira jika aku menyindir tentang keadaannya sekarang. Padahal sekalipun tak pernah terbersit dalam benakku untuk berkata begitu. Tadi aku hanya ingin Felice mendapatkan sesuatu yang terbaik yang pantas dia dapatkan. Karena baru beberapa minggu yang lalu dia mendapat panggilan kerja di salahsatu supermarket ternama di kota Surabaya. Aku pun mengetahuinya dari jejaring sosial miliknya.
            Aku heran, mengapa dia tak menceritakan kabar baik itu kepadaku. Apakah dia sudah lupa denganku. Apakah memang dia tak lagi menganggapku sebagai sahabatnya?. Apakah dia cemburu dengan apa yang telah kudapatkan? Aku bingung dengan sikapnya itu.
-0-
            Memang aku dan Felice sudah kenal lama sejak kelas X di SMA Fortuna. Tapi kami saling dekat ketika kelas XII. Aku dan dia selalu berangkat dan pulang sekolah bersamanya. Duduk sebangku dengannya, hangout bareng, yang pasti seluruh kegiatan akhir sekolah itu aku dan Felice selalu bersama-sama. Meski jarang terlihat berjauhan.
Tapi sesuatu hal terjadi. Setelah hari kelulusan itu, tepatnya ketika semua harapan dan impian untuk melanjutkan kuliah bagiku dan Felice tak terkabulkan. Lalu aku mencari kerja, dan diterima di salah satu home industry terbesar di kotaku. Sikap Felice sedikit demi sedikit berubah kepadaku. Dia tak lagi terbuka seperti yang dulu. Jarang ada sms yang melayang, seakan-akan ada badai yang menerpa. Tapi aku sendiri bingung dengan sikapnya tersebut.
            Setelah aku sibuk dengan aktifitas baruku, dia juga mulai mencari pekerjaan. Dan akhirnya dia diterima di perusahaan simpan pinjam di kota ku. Sikapnya pun mulai baik lagi kepadaku. Dia terlihat begitu ceria dan senang sekali tatkala sms-an denganku. Tapi hal itu tak bertahan lama, karena masa kerjanya pun telah habis. Sehingga dia mulai menjalani aktifitas seperti sedia kala. Dan sikap Felice pun juga mulai berubah kembali, dia terlihat jauh dariku.
-0-
            Waktu demi waktu telah bergulir, hari demi hari , minggu demi minggu, dan bulan demi bulan, aku mengalami fenomena yang membuat mulutku berbentuk huruf O. karena, 3 hari yang lalu tepatnya di bulan januari 20xx, Felice datang kepadaku. Dia menanyakan bagaimana dengan keadaanku saat itu?, bagaimana dengan pekerjaanku, karena 1 hari lagi dia akan masuk kerja di supermarket ternama di kota Surabaya.
            Oleh sebab itu dia datang ke rumahku. Dia takut, ketika dia telah sibuk dengan urusannya, dia takut tak dapat main ke rumah. Maka dari itu dia, dia sempatkan datang ke rumah.
            Tuhan, terima kasih karena kau telah ciptakan felice dalam kehidupanku yang telah banyak mengajariku berbagai hal. Meski kadang aku jarang dihiraukan, tak pernah mau berbagi pendapat denganku, tapi aku yakin dia lakukan ini karena dia sayang kepadaku. Begitu juga diriku.
-0-
            Setelah hari itu, dia pun memang benar-benar jauh dariku. Hingga keluargaku menanyakan ada apa dengan Felice. Koq dia jarang main lagi bersama denganku. Padahal dulu, ketika masih sekolah, lengketnya kaya’ lem. Tapi koq saat ini berubah 90o. Aku hanya bisa menjelaskan jika sekarang dia sedang sibuk dengan pekerjaan barunya.
            Sekalipun kau telah mengarungi kejamnya hidup ini, aku berharap jika kau takkan melupakan segala kenangan yang telah kita ukir bersama, sebagai seorang sahabat. Aku hanya bisa mendo’akan jalan yang terbaik untuk hidupmu kelak, wahai sahabatku, Felice.
-0-
                                                                                                            *Based on true story     
Read More
Copyright © Fastabiqul Khoirots. Blog Design by SkyandStars.co