Dunia Baru, Perangkat Baru

Sabtu, 31 Oktober 2015

16 komentar

Assalamualaikum readers .......
Bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga senantiasa dalam lindungan_Nya yaah...
Oh ya, kali ini saya mau sharing tentang pengalaman baru saya dalam hal blogging dengan media yang kini sedang saya gunakan, gaes.....


Dunia blogging baru saya kenal semenjak awal tahun 2015 lalu. Namun saya sudah mempunyai blog sejak duduk di bangku Tsanawiyah kelas delapan, tahun 2009 lalu.

Selama mengisi blog, saya hanya sharing tentang info menarik dari sebuah wenbsite, lalu saya repost melalui blog saya. Dan hal itu saya lakukan hingga mencapai 3 blog. Kesemuanya isinya tentang gado-gado tidak jelas bentuknya, gaes. Heeee

Namun, sebelum akhir pelajaran Aliyah tiba, saya kembali fokus dengan membuat blog baru dan mengisi informasi yang sumbernya dari saya sendiri. Terkait penulisan makalah, atau artikel saya sendiri, kemudian saya share melalui blog.

Setelah lulus Aliyah tahun 2013, saya kembali vacuum menulis blog. Hingga di awal tahun 2015, saya mencoba bangkit lagi dalam dunia blogging. Ketika itu saya baru saja bergabung dalam komunitas Warung Blogger. Nha kemudian, ada lomba surat cinta untuk WB. Alhamdulillah saya ikutan sekaligus dapat hadiah juga, gaes... heee

Merasa ketagihan, barulah saya mencoba mengasah kemampuan dalam blogging, readers. Meski bermodalkan pena dan kertas kosong berisi info lomba, serta buku tulis yang siap menemani saya perang. Saya tidak mau putus asa walau medianya masih begituan. Yang penting nulis. Heee



Hingga ada lomba blog kedua di Warung Blogger, saya tidak jadi ikut gaes, gegara saya kurang teliti menelaah prosedur dan ketentuan lomba selfie contesnya itu. Memang temanya bisa saya kuasai. Tapi masalahnya saya kurang jeli lihat peraturannya. Yaudah gak jadi ikut wes gaes, meski udah jadi 1 postingan, namun tidak saya ikutkan.

So..... akhirnya jadi baper, gaes.... hikss..

Ga mau berhenti disitu aja, readers.... saat April 2015 tiba, saya mengikuti lomba blog yang diadakan oleh sebuah redaksi. Saya menulis isi untuk blog itu di kertas panjang, lalu segera saya ketik di warnet sampai siang hari, gaes. Meski saat itu rumah saya lagi repot-repotnya karena ada acara. Yang penting tulisan saya kelar. Begitu pikir saya.

Dan hasilnya, ketika pengumuman itu tiba, alhamdulillah saya jadi pemenang utama, readers. Namun sayangnya, hadiah bukunya belum saya terima hingga saat ini. Hikss... galau lagi, kan...

Setelah baper ga jelas beberapa hari, pastinya saya nggak mau terpuruk lah karena hadiah itu. Percuma gaes... ntar kita yang malah capek sendiri gara-gara mikir barang itu. Mending enjoy ya, heee...kalau memang udah rezeki, suatu saat pati juga balik lagi hadiahnya ke tangan kita. Iya kan, readers. *Aminin saja ya. Hee

Terus, saya mencoba peruntungan lagi, readers. Selain lomba blog, saya juga suka dunia menulis cerita pendek. Tapi sayangnya, saya kadang mengambil jatah waktu kerja saya untuk mengetik naskah. Saya berharap sekali bisa memiliki laptop atau perangkat yang bisa menunjang saya mengetik naskah. Baik untuk blog atau lomba cerpen.


Setelah melewati proses panjang, saya kembali mengikuti lomba blog yang diadakan oleh Rajamobil.com, bisa dilihat tulisan saya di sini. Saya mencoba menuangkan ide saya, saya baca dengan teliti persyaratannya bolak balik. Dan ketika sudah jadi sebuah postingan, saya melakukan blog walking atau jalan-jalan ke blognya peserta lomba. Hee...

Ternyata masih ada juga yang prosedurnya terlampaui. Ada juga yang kontennya bagus sampai bikin saya galau, readers.

"Beh, saingannya hebat nih," ucap saya kala itu.

Tapi, di luar dugaan ya, readers...
Mungkin memang rezeki atau bagaimana. Singkat cerita, saya memenangkan lomba blog tersebut, gaes. Alhamdulillah....

Saya mendapatkan kesempatan menjadi pemenang kedua, setelah juara pertama bunda Echaimutenan dan juara ketiga sudara Anjar Setyoko.

Puji syukur kehadirata ilahi Rabbi, saya mendapatkan hadiah handphone android yang sangat saya idam-idamkan. Seperti inilah selfi saya bersama hadiah tersebut.



Dari situlah, dengan kehadiran android itu, menjadi titik mula atau awal sebuah perjuangan baru saya agar supaya bisa up to date dalam berbagai even dan lomba yang ada di media sosial yang saya jumpai atau saya temui.

Apapun usaha maupun kerja keras yang telah kalian kerjakan dan lalui, tidak akan terbayar dengan sia-sia jika sudah diniatkan dengan ikhlas dan tulus, gaes.

Semoga awal yang baru dalam blogging ini memberi berkah, untuk terus menekuni dunia blogging ya, readers... Aminn...

Oh ya, kalian jangan putus asa dengan hambatan di depan mata kalian, ya.... yakinlah, jika kalian bisa melampaui batasan-batasan itu, jika kalian mau berusaha. Tetap semangat !!!

 Ingatlah, berakit-rakit dahulu, bersenang-senang kemudian.

Jika kemarin ngetiknya masih pakai komputer kantor, sekarang jadi bisa terbantu berkat hape ini, Syukron Katsiro ya Allah....

tadi pagi, ngelembur

Buat Blognya Bunda Mira, semoga awal yang baru ini, tidak ada kendala dalam blogging, dan semoga berkah dan lancar terus ngeblognya, ya... hee

Sampai jumpa, readers...
Wassalamu’alaikum...

Jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya,..  Terima kasih.. ^_^



Read More

Catatan Harian : Kebersamaan dengan Anak-Anak Kelas Satu

Kamis, 29 Oktober 2015

12 komentar


Selamat pagi, siang, sore, dan selamat petang readers yang tetep tsakep dan tsantik, sekalaee... heee

Kembali berjumpa dengan saya lagi nih... *Siapa juga yang nanya  heeee...
Tapi kali ini, saya mau sharing mengenai pengalaman saya ketika mendapatkan tanggung jawab belajar bersama anak-anak MADIN (Madrasah Diniyah) Miftahul Huda yang terletak di depan rumah saya. Hee

Nha, tiap sore, sehabis sholat maghrib, kira-kira jam 18.15, saya berangkat menuju kelas 1. Kelas tujuan saya. Di sana, saya belajar bersama mereka satu minggu full, hanya malam jum’at saja liburannya. Hee, jangan dibayangkan rasa jenuhnya ya...

Ceritanya nih, saya mau share kejadian tadi malam ketika berada di kelas, *Tetap di kelas 1
Tadi malam itu, pelajarannya tentang “Fasholatan” yang membahas mengenai panduan atau tata cara sholat lengkap dari awal hingga akhir.

Saat saya sedang mengoreksi tugas mereka, anak-anak rame banget. Ada yang memukul bangku, ada yang ngobrol cewek sama cowok, trus ada juga yang anak cowok yang saling ejek-mengejek temannya.

Lalu, saya dengan nada agak keras sedikit menegur mereka untuk tidak ramai, agar tidak mengganggu kelas sebelah, karena ada guru yang dulu pernah mengajar saya yang terkenal kiler, hee...

Beh. Ternyata ada anak yang namanya Wafa, yang terkenal aktif dan selalu berorientasi ini nyahut, “Coba diulang *diajar oleh Pak Kholiq, pasti arek-arek meneng kabeh, mbak” (Coba diajar sama Pak Kholiq, anak-anak pasti diam, mbak)

Saya pun yang sedang mengoreksi, berhenti sejenak, lalu berucap simple saja menanggapi pernyataan Wafa. Seketika saya berbicara, anak-anak diam
“Kalau gitu, besok aku ndak ngajar ya rek, biar Pak Kholiq saja yang ngajar kalian, kan bisa anteng sinaunya,”

Trus ada anak yang namanya Difa, balas perkataan saya, “Ya besok ga usah masuk ae wes ya rek,”

“Makanya samean jangan rame, udah jelas-jelas di kelas sebelah ada gurunya, tetep aja rame”. Jawab saya kepada Difa yang tak tentu tempat duduknya.

Selang kemudian, anak perempuan yang namanya Nisa, bilang juga, “Boh, mbak, apalagi kalau yang ngajar mbak Lail, pasti anak-anak tambah rame, ga jadi belajar,” tutur Nisa.

Ya seperti itulah protes anak-anak tadi malam. Selalu saja, ketika mereka ramai sendiri dan tak mendengarkan perkataan saya, saya mengancam dengan hal semacam tadi di atas.

Tapi, jujur saya tidak sungguhan mengucapkannya. Hanya memperingati mereka untuk sungguh-sungguh dalam belajar. Tapi Al-hamdulillah, kelas saya lumayan banyak anak yang masuk daripada kelas yang lain. Hee...

Mungkin metode pengajaran yang diberikan Pak Kholiq lebih mencekam suasananya, karena beliau adalah pengasuh lembaga adin tersebut. Jadi, anak-anak pastinya nggak bisa berkutik. Tapi kelebihannya, anak-anak enjoy diulang Pak Kholiq karena biasanya beliau banyak bercerita kepada mereka. Selebihinya, mereka tetap diam tanpa banyak kata.

Sedangkan metode pengajaran Lail, yakni sepupu saya sendiri itu, saya belum pernah tahu bagaimana metodenya. Heee.... karena dia sendiri juga masih belajar di Madin yang sama tapi menduduki kelas paling atas. Hee

Tapi, selama saya mengajar di kelas 1 ini, saya buat enjoy sebisa mungkin. Meski pernah, karena mumet sehabis seharian kerja, lalu ketemu sama anak-anak, lihat guyonan mereka, tingkah mereka itu, sudah fresh lagi pikiran. Sebagai ganti hiburan selama seharian penuh kerja di depan komputer.

Semoga saya tetap bertahan menemani kalian ya, rek... hee...
Mungkin hanya itu cerita yang dapat saya bagi, semoga bermanfaat ya readers...
Jangan lupa tinggalkan komentar kalian di kolom bawah ini, ya, readers...
Thank you so much... heee
Read More
Copyright © Fastabiqul Khoirots. Blog Design by SkyandStars.co