Surat Terbuka Atas Kebaikan Kakak dari Adik kecilnya

Sabtu, 28 Mei 2016

Jember, Jember Regency, East Java, Indonesia
47 komentar
Bismillahirrohmaanirrohim,
Assalamu’alaikum teman-teman. Bagaimanakah kabar kalian? Senang bisa berjumpa lagi dan semoga kalian senantiasa sehat dan diberkahi oleh-Nya, Amien.

Oh iya, kali ini saya akan sharing tentang cerita kelam saya yang salah dalam mengartikan kebaikan yang telah diberikan oleh orang-orang terkasih di sekitar saya. Pernahkah kalian beranggapan, jika ada seseorang yang kekeuh melarang kita ini itu, tapi tanpa ada penjelasan gamblang terkait pelarangan itu. Padahal kalau dipikir-pikir, hal-hal yang kita lakukan itu tidak menyimpang, namun mereka tetap saja melarang untuk tidak melakukannya. Kira-kira seperti itu sedikit cuplikannya. Mungkin sebagian dari kalian pasti pernah menemui bahkan melakoni atau menjumpai hal yang sama,  yaitu di mana ketika kebaikan tak selalu baik di mata orang lain.

Berikut akan saya ungkapkan sekelumit kisah saya melalui surat terbuka dari saya yang banyak menganggap kebaikan seorang kakak laki-laki saya dan juga kakak-kakak perempuan saya  dengan negatif thingkingnya tentang keputusan yang pernah mereka buat untuk saya hingga saya baru memahami sendiri apa yang mereka lakukan itu ternyata baik dan berguna sekali untuk saya.

check this out

--------------------------------------------

Dear Mbak dan Mas…

Tiada kata yang dapat terucap selain kata “terima kasih” yang telah mengajarkanku banyak hal tentang sebuah kebaikan untukku. Ketika aku masih kecil, yang duduk di bangku SD, kalian memarahiku karena aku selalu menonton televisi di rumah tetangga ketika pagi hari saat liburan sekolah, kalian memarahiku, padahal aku tahu kalian bersikap demikian karena ada banyak pekerjaan rumah yang perlu kuselesaikan selain menonton televisi apalagi di rumah tetangga.

Ketika aku beranjak duduk di bangku MTs, kala itu kalian menyuruhku untuk sekolah di Balung, di kecamatan dengan menempuh menggunakan sepeda mini setiap hari. Sebenarnya sedih sekali, karena letaknya jauh, padahal di desa kita juga ada sekolah SMP, tapi Mas Munir Kekeuh sekali untuk menyekolahkanku di MTs yang jauh letaknya. Demi menjalin silaturrahmi dengan guru-guru yayasan yang ada di sana. Namun, sedikit demi sedikit, aku tahu kalau kalian melakukan itu semua agar aku bisa belajar mandiri. Supaya aku juga mampu bertinteraksi dan bersosialisasi dengan lingkungan yang bisa dibilang mendekati seperti sebuah kota.

akhirnya bisa lulus juga selama tiga tahun naek sepeda beberapa kilometer hehehe

Ketika aku duduk di bangku Aliyah, ada banyak hal yang selalu membuatku benci terhadap perlakuan kalian. Iya, saat duduk di bangku kelas 1 Aliyah, aku sempat pacaran, sampai-sampai aku membuat Mbak Is menangis gara-gara doi ke rumah tapi tak ku persilahkan masuk. Karena aku berpikiran, aku tak akan berbuat macam-macam karena si doi juga membawa teman, sehingga aku cukup santai seperti ngobrol dengan teman-temanku. Setelah mengetahui kejadian itu, Mbak Is, menangis sejadi-jadinya. Ahh… ketika mengingat hal itu, aku menyesal sekali telah melakukannya, aku juga kecewa kenapa sampai Mbak Is sebegitu marahnya padaku. Aku sama sekali tak mengerti.

Tapi, lambat laun ketika suasana cukup baik, kalian memberitahukan kepadaku kalau apa yang telah aku perbuat malam itu saat berbincang-bincang dengan mantan adalah sebuah perilaku yang tak baik dan juga bisa dicap kurang baik oleh tetangga di sekitar rumah. Pasalnya, lingkungan rumahku adalah daerah pesantren bagaimana kalau sampai ada yang tahu dan mengumbar banyak hal tentang keluarga kita. Begitulah penuturan kalian, seketika membuatku takut dan merasa bersalah dengan hal yang awalnya aku anggap biasa dan tak macam-macam ternyata bermakna negatif buat kalian karena suatu hal dan alasan.

Selanjutnya, ketika aku dinyatakan lulus Aliyah, aku niat sekali untuk bisa melanjutkan pendidikan di bangku kuliah. Bisa menjadi mahasiswa di kampus yang dijuluki gedung putih di kota Malang adalah cita-cita terbesarku. Aku sampai berangan-angan dan berucap di social mediaku, ingin sekali bisa menjadi bagian dari lulusan gedung putih itu. Kalian tahu nama kampusnya apa? Yah, dia adalah Universitas Muhammadiyah Malang, universitas yang tak diragukan lagi kualitas pendidikannya.

Mbak Is dan anaknya

Seketika mendapat pengumuman lulus, aku mengurusi berbagi hal terkait tes masuk ke perguruan tinggi. Saat itu aku mengikuti bidikmisi, namun ternyata rezekiku tidak sampai di sana. Sehingga aku mengikuti tes SBMPTN. Dalam tes tulis yang diadakan di Universitas Negeri Jember itu aku tak mendapatkan restu dari kalian wahai kakak dan juga ibuku. Kalian tahu, aku sangat menginginkan sekali untk bisa kuliah, tak apa meski tidak jadi ke UMM, tapi izinkan aku untuk bisa meneruskan pendidikan di kampus yang dulu pernah kutempati untuk magang dan pelatihan TIK.

Tapi nihil, kalian sama sekali tak menyetujui keputusanku. Bahkan, aku nekat mengikuti tes SBMPTN dengan tanpa restu kalian. Sehingga, apa yang kudapat setelah niat baik yang kucanangkan tanpa restu kalian? Aku tidak diterima baik di Universitas Jember atau Poltek sekalipun. Sedih? Sangat. Kalian tahu, aku benar-benar tak terima, mengapa kalian memupuskan impianku. aku ingin bisa hidup mandiri melalui beasiswa kuliah tersebut. Tapi, semua kembali dengan perizinan kalian. Kalian tak merestuiku untuk kuliah.

Bahkan Mas Munir mengatakan, lebih baik tak usah kuliah terlebih dahulu. Dia tak bisa membiayai pendidikan di perguruan tinggi, dan perlu mengurusi kewajibannya sebagai kepala  untuk keluarga kecilnya. Dia hanya mampu menyekolahkanku hingga Aliyah saja. Setelah aliyah, aku diharuskan kembali mengurus dan merawat ibu, sehingga tugas mulia itu berpindah dari Mas Munir kepadaku. Saat itu, aku sering banyak menangis meratapi ketidakadilan yang kudapat. Padahal Mas Munir adalah seorang guru, mengapa dia tak mendukungku sama sekali. Sedih dan kecewa sungguh kurasakan.

My Lovely brother and his wife

Akhirnya, mau tak mau aku menerima semua keputusan dari kalian. berhenti untuk mengejar beasiswa kuliah dan focus untuk bekerja. Bekerja untuk mengurusi ibu. Ahh… aku gak mau bayangin gimana rasanya ketika pertama kali bekerja. Hehehe. Padahal aku berpikir, kalau saja aku bisa kuliah, aku bisa memanfaatkan bakat ku yang ada untuk bekerja dan mengurusi ibu. Namun aku urungkan niat itu. Dan mau tak mau mencoba ikhlas dengan keputusan yang kalian berikan.

Mengenai aku akan bekerja di mana saat itu, pernah kuutarakan ingin kerja di sebuah supermarket atau swalayan, karena secara kasat mata itu adalah pekerjaan yang beken. Tak taunya, mbak-mbak melarangku. Alasannya karena kalau bekerja di tempat swalayan yang aku maksud, tidaklah boleh menggunakan jilbab, selain itu aku bisa-bisa pulang malam. Padahal aku tak pernah keluar malam sama sekali kecuali didampingi Mas Munir. Bagaimana apabila ada sesuatu hal menimpaku? Siapa yang mau bertanggung jawab?

Setelah itu, aku pun berdamai dengan diri sendiri dan menerima usulan dari Mbak Is untuk mencoba melamar pekerjaan di tempatku bekerja saat ini. Saat itu aku mikirnya, kenapa tempatnya di desa, sih. Dekat sama rumah dan kurang beken. Begitulah ucapku ketika pertama kali menanyakan apakah ada lowongan pekerjaan. Tak taunya, aku mendapat informasi kalau aku diterima di tempatku saat ini. Bismillah, sekali lagi dengan sedikit terpaksa saya pun akhirnya mulai bekerja si CV. Al-Maidah.

Bersama teman-teman Cv. Al-Maidah di Kawah Ijen

Mungkin, tanpa usulan kalian mbak-mbakku sayang, prestasi yang telah kuraih selama bekerja tak akan pernah kudapatkan hingga saat ini. Karena, sebulan setelah aku bekerja, aku bisa membeli handphone meski itu bekas. Setahun lebih kemudian, aku juga bisa membeli motor dengan jerih payahku selama bekerja, meski masih motor jadul tapi setidaknya aku bisa pergi dan pulang kerja tidak menggunakan sepeda, dan bisa mengantarkan ibu kemana pun. Alhamdulillah….


Handphone pertama dari gaji pertama selama sebulan bekerja

setelah dua tahunan bekerja

Kalau saja aku tidak menuruti permintaan kalian untuk bekerja di Al-Maidah, aku juga tak akan mendapatkan android dari hasil lomba blog yang saat ini bisa kunikmati. Itu adalah hadiah terindah dari usaha kalian yang pernah kupikir jelek dan kurang bergengsi buatku. Tak taunya, aku mendapatkan manfaat dari pekerjaan ini. Mengapa demikian, banyak orang yang mengatakan, pekerjaanku termasuk  untung, karena dekat dengan rumah, gaji yang diterima sudah bersih, makan siang pun free, bisa pulang cepat, tanpa bayar kos. Itu menurut para tetangga.

Alhamdulillah....

Dan kalian tahu, Mbak dan Mas ku sayang…
Aku bersyukur aku memiliki kalian yang banyak mendukungku. Aku seringkali berpikir negatif terhadap tujuan yang baik dari kalian. maafkan adikmu ini yang banyak melukai perasaanmu.

Tak hanya sampai disitu, untuk Mas Munir…
Terima kasih banyak untuk segala hal yang telah kau contohkan perbuatan baik padaku. Maafkan aku yang banyak iri dengan perlakuan ibu terhadapmu yang lebih spesial. Hal itu karena kamu adalah sosok seorang ayah, kepala keluarga untuk aku dan ibu, dan juga figur seorang kakak buatku.

Maapkan atas tingkahku yang sering meluapkan emosi kepadamu, ketika ibu tidak setuju dengan keputusanku tentang sebuah hal. Aku mengadu kepadamu tapi aku menganggap kamu menyetujui pernyataan ibu, tapi dilain sisi kamu tetap mampu menenangkanku layaknya memberi kasih sayang dari seorang ayah dan kakak. Kamu selalu mengatakan kepadaku, kalau terjadi apa-apa sama ibu, lebih baik aku mengalah dan berusaha menjelaskan sebaik mungkin kepadanya. Padahal kau tahu, aku tak begitu dekat dengan ibu. Aku hanya mampu berujar lewat tulisan atau melalui suara.

ketika acara Enpro di Madrasah Aliyah


Meski demikian, kamu tak henti-henti mampu meyakinkanku, bahwa apa yang kamu lakukan adalah sebuah kebaikan yang terbaik untukku. Aku benar-benar minta maaf dengan segala perlakuan burukku terhadapmu meski itu jarang sekali kutunjukkan padamu. Aku belajar banyak hal dari setiap masukan-masukanmu.

Aku tahu, apa yang dikatakan olehmu pasti memiliki tujuan tertentu yang pastinya baik untukku. Karena tak ada seorang kakak yang ingin menyesatkan adiknya atau membuat adiknya sedih di kemudian hari. Maafkan aku yang banyak menganggap setiap kebaikan kalian adalah suatu hal yang negatif dan jauh dari angan-anganku. Padahal aku belum berpengalaman dan tak memiliki pengalaman lebih seperti kalian wahai kakak-kakakku.

Thanks so much my brother and sister

Memang setiap hal yang kadang aku pikir itu baik, ternyata tak selalu bermakna yang demikian. Kadang bisa bermakna sebaliknya. Oleh sebab itu, aku selalu banyak belajar dari pengalaman dan tak ingin seketika berpikiran negatif dengan suatu perkara.

Terima kasih banyak ya Mbak-Mbak dan Mas Munir, sudah mau mengingatkanku, memberikanku arahan, dan tak memaksakan sesuatu hal kepadaku. Aku tahu sekarang, setiap larangan yang ditujukan padaku itu adalah bukti kau sayang padaku dan tak ingin terjadi hal apapun kepadaku.

Khususnya Mas Munir, aku banyak berhutang budi dengan sampean hingga aku bisa sampai di titik ini. Kamu selalu menjadi pendukungku di garda terdepan setara dengan ibu. Aku tak akan menyia-nyiakan usaha sampean mendidikku layaknya seorang ayah kepada anaknya, meski sejatinya sampean adalah kakakku. Hehehe…

Tanpa kalian aku seperti kapas yang tak ada apa-apanya


---------------------------------------------------------

Mungkin itu saja sekelumit kisah yang ingin saya bagi kali ini. Surat terbuka khusus untuk kakak-kakak saya tercinta yang banyak membimbing saya. Hehehe… kini, saya menerima setiap  Kebaikan Seorang Kakak, meski kadang sulit saya terima, tetapi bisa saya ambil dan petik hikmahnya.

Kalau kalian punya cerita dibalik Kebaikan Yang Tak Selalu Baik Di Mata Orang Lain, bisa ikutan Giveawaynya Mbak Noorma ya… mumpung ada waktu nih.

Terima kasih dan jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya, temans…
Akhirul Kalam…
Read More

3 Bulan Mei Yang Berkesan

Selasa, 24 Mei 2016

Jember, Jember Regency, East Java, Indonesia
32 komentar



Assalamu’alaikum …

Bagaimana kabar kalian semuanya? Semoga senantiasa dalam lindungan-Nya dan semoga tidak ada yang terserang batuk atau flu yang saat ini lumayan banyak diderita sebagian orang di sekitar saya. Oh iya, masih di bulan Mei nih ya, saya punya sedikit cerita yang ingin saya bagi terkait bulan saya satu ini. Ceileh,. Hehehe

Read More

Buka-Bukaan Tentang Cerita Di Tanggal Tuaku

Sabtu, 21 Mei 2016

Jember, Jember Regency, East Java, Indonesia
38 komentar
Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.



Assalamualaikum, teman-teman...

Senang bisa berjumpa lagi dengan kalian. Heheheee... oh iya, kali ini saya mau membawa cerita tentang hari-hari di tanggal tua yang sering saya alami dengan sangat tragis. *lebay mode on.

Tanggal tua itu sering saya alami ketika memasuki minggu kedua di tiap bulan. Yaitu dari tanggal 16 hingga akhir bulan.

Bahkan saya pernah mengalami paceklik yang teramat sangat ketika akhir bulan. Karena dompet tipis, terus penghuninya hanya koin emas berjumlah sekian serta beberapa lembar uang Rp. 2.000,- an. Ahh saya tak ingin hal itu terulang lagi. Sudah cukup sampai bulan-bulan itu aja. Hehehe.

 
Kalender di bulan Mei

Setiap mendapat gaji di awal bulan, yakni pada tanggal 1 di tiap bulan. Kalau kebetulan tanggal 1 hari minggu atau tanggal merah, gajiannya lebih awal. Saya sudah merancang hal-hal apa saja yang akan saya gunakan dengan uang gaji yang telah saya terima. Kalau di bulan itu banyak lemburan, gaji pun juga bertambah, meski belum sampai sejuta, karena digunakan untuk pembayaran asuransi kesehatan di tempat kerja. Tapi, nikmat yang didapat setelah gajian itu dipenuhi dengan euforia sekaligus harap-harap cemas.

Kenapa demikian?

"Apakah gaji bulan ini cukup untuk sebulan? Semoga saja cukup ya Allah," begitu batin saya yang sering kali diliputi kecemasan.

Tapi, ibu bos saya selalu mengingatkan buat berpikiran, jika gaji yang diterima setiap karyawan harus disikapi dengan kata "Cukup". Iya, cukup untuk kebutuhan sehari-hari hingga menjelang tanggal gajian tiba.

Jadi, setiap kali gajian, meski dilanda cemut-cemut buat ngatur uang itu, saya pun juga senang, karena bisa punya uang lagi, akhirnya. Hehehe.

Cerita pun tidak sampai di situ saja. Karena, setelah mendapat gaji, sesampainya di rumah, saya langsung akan me-range-range pengeluaran apa saja yang akan saya keluarkan di awal bulan itu. Karena, awal bulan, saya dipenuhi tanggung jawab untuk membeli barang-barang kebutuhan pokok sehari-hari, seperti urusan sabun mandi, listrik, juga hal-hal terkait dapur lainnya. Oleh sebab itulah, saya selalu membuat list atau daftar-daftar pemasukan juga pengeluaran di buku tulis saya. Sebenarnya ada aplikasi yang bisa membantu mencatat itu. Tapi saya lebih nyaman membuat daftar pengeluaran itu di buku tulis. Seperti inilah contoh list-nya...

 
Catatan Pribadi Pemasukan dan Pengeluaran

Jadi, awal bulan saya mengatur uang untuk diberikan ke ibu, bayar kuota internet buat sebulan, bayar pulsa sms buat sim card yang lain, serta kebutuhan yang premier di rumah. Hehehe

Selain itu, saya juga menyisihkan uang pokok untuk pembayaran arisan bulanan serta 4 bulanan. Jadi, tiap bulan, setengah gaji saya, selalu saya gunakan untuk kebutuhan pokok di rumah. Hehehehe.

Masih di awal bulan, taklupa saya untuk berbagi rezeki kepada kakak-kakak saya untuk bisa sekadar makan camilan bareng-bareng atau biasanya beli bakso dengan keponakan sebagai rasa syukur setelah gajian.



Begitu pun juga keadaan di kantor. Kadang, setelah istirahat saya dan teman-teman membeli jajanan meski 2.000,- tapi bisa bersambung hingga beberapa hari. Atau kadang di waktu pulang, kebetulan terpikat sama es krim yang dijual di toko tempat saya bekerja. Tanpa sadar, uang puluhan kembali melayang, dan menjadi beberapa lembar uang sisa. Dan hal itu sangatlah memudahkan saya untuk bisa menghabiskan pecahan-pecahan tersebut. Wehehehe. Oleh sebab itu, saya rawan sekali apabila memegang uang puluhan baik itu yang warnanya biru atau merah. hehehe

Alhamdulillah, aktifitas jual beli masih terlihat lancar hingga memasuki minggu kedua. Menjelang pertengahan bulan, ketika tanggal 16 ke atasan, uang di dompet sekaligus tabungan saya kembali menipis. Beneran. Selain untuk kondangan, saya juga selalu hafal kalau di akhir bulan, ada saja barang-barang yang habis. Hal itu datang dari ibuk

"Elpijine entek lho"
(Elpijinya habis lho)

"Kesok mae mbecek ndek kono, smean ndue duwet opo rha,?"
(Besok mae kondangan di sana, kamu punya uang, tidak?)

"Brambang, bawang, entek lho"
(Bawang merah, bawang putih, habis lho)

"Durung mbayar pajak lho"
(Belum bayar pajak lho)

De.el.el.

Pusing lagi...

Hehehe... jadinya, tiap akhir bulan, yaitu di minggu ketiga dan keempat, saya sempat mikir lebih lagi, gimana cara mengantisipasi tanggal tua supaya nggak mengalami hal-hal berbau paceklik seperti peribahasa yang seringkali ibu gaungkan "Besar pasak daripada tiang". Apalagi bulan ini juga jadwal undangan di akhir bulan ada 3 acara. Hehee... bakalan dibikin pusing bukan main. Selain itu, kakak-kakak juga sering menceramahi saya dalam menggunakan uang terlebih untuk tidak boros dalam menggunakannya.

"Ojok tuku barang-barang seng ga penting. Ditabung ae digae masadepanmu,"
(Jangan beli barang-barang yang tidak berguna, ditabung saja untuk masa depanmu)

Hehehee.... meski demikian, saya sering kali susah kalau sudah uang puluhan ribu pecah seperti yang saya tuturkan sebelumnya. Godaan buat beli ini itu tidak bisa dibendung lagi. Seperti membeli bakso, membeli snack, atau juga jilbab yang ada di tempat kerja saya. Kadang kala. Godaan juga datang ketika ada barang-barang didiskon. Seringkali buku, atau sepatu yang ada di akun sosial media saya. Beneran hasrat buat belinya itu tinggi banget. Malah kadang sahabat saya yang kerja di supermarket menawarkan promosi barang-barang yang sering kali diadakan di akhir bulan supaya saya bisa membelinya.

"Age lek... tukuo barange, mumpung diskon lho. Gapopo bayar bulan ngarep wes,"
(Ayo lek, belilah barangnya. Mumpung diskon lho. Tidak apa meski bayarnya bulan depan) hehehe

Godaan apalagi ini ya allah... jadinya, mau tidak mau saya pun ambil barang yang memang sering saya gunakan tersebut. Hheee. Meski bayarnya juga bulan depan ketika sudah dapat gaji.

Yah… padahal uang di dompet dan simpanan sudah dipastikan terkena pengeluaran besar-besaran menjelang tanggal 20 ke atas. Apalagi bulan ini, ada 2 acara undangan yang datang kepada saya dari teman sewaktu MTs dan adik kelas saya. *berani-beraninya kamu mendahuli kakak, abaikan. Heuheuheu

Jadwal Kondangan
 
Berbagai Undangan

Jadi, mau tak mau… saya siapkan uang yang akan dibuat pergi ke 2 acara hajatan tersebut ke dalam amplop. Supaya lebih mudah kalau saja hari itu tiba, dan tidak keburu untuk mengambilnya demi kebutuhan mendadak lainnya. Heheheh…



Menjelang tanggal tua di pertengahan bulan pun, masalah pemenuhan gizi untuk perut sedikit demi sedikit menurun dari hari biasanya. Yakni seperti di awal bulan. Kalau di tanggal muda, bisa untuk membeli daging sapi meski hanya berapa ribu untuk dimasak menjadi soto kemudian di bagi juga kepada kakak. Nah, kalau sudah minggu ketiga dan keempat, jangan harap ada makanan semacam soto hadir di meja makan. Makan sayur-sayuran atau urap-urap di pagi hari sebelum berangkat kerja itu saja sudah nikmat tiada duanya. Tanpa lauk? Sudah biasa. Jadi, tak perlu kaget kalau tanggal tua lebih milih perut terisi daripada kosong, tanpa ada unsur 5 sehat 1 sempurna. Heuheu….

Makan begini saja sudah nikmat

 
Back to nature

Tapi, kondisi yang demikian mengajarkan kepada saya dan juga ibuk untuk bersikap lebih pintar dan bijak dengan kondisi di tanggal tua. Sebijak video dari Budi yang bisa memanfaatkan diskon di tanggal tuanya untuk membeli kebutuhannya di Matahari mall, padahal dia seorang mahasiswa. Lihat saja video di bawah ini ya…



Mungkin penawaran free ongkir atau bebas ongkos kirim selama diskon di tanggal tua itulah, yang menyebabkan budi lebih memilih membeli di Matahari Mall. Sehingga lebih memudahkan bagi dia untuk pintar-pintar menyikapi hari-hari di tanggal tua.

Saya pun juga banyak belajar dari Budi untuk tanggal tua, yakni dengan mengantisipasi untuk tidak membeli barang-barang yang tidak diperlukan dengan puasa senin kamis. Kadang pula, ibuk juga menjual tumbuhan yang ada di pekarangan seperti sayur-sayuran ke pasar. Atau kadang pula, secara kebetulan ibuk mendapat pembelian buah nangka muda sebanyak beberapa buah. Alhamdulillah, rezeki tanpa diduga. Heueheu…

Ibuk Lagi bungkus Nangka yang masih muda

Jadi, untuk menyikapi tanggal tua yang sering kali kerap terjadi dan menimpa saya di tiap bulannya. Saya memiliki beberapa trik jitu untuk menyikapinya.

1. Bijak dan selektif membeli keperluan yang penting dan bukan


Iya, dahulukan keperluan yang mendadak sekaligus urgent untuk segera atau tidak dipenuhi. Usahakan jangan tergiur dengan diskon barang-barang yang tidak terlalu diperlukan. Misal: baju, sepatu, dsb.

2. Hemat pengeluaran dan tambah pemasukan


Hemat dengan pengeluaran uang di dompet serta menambah pemasukan dengan berbagai keahlian yang kita miliki. Kalau saya sih, mengisi tanggal tua dengan ngeblog, atau meulis, maupun membaca buku. Atau hal-hal dengan keahlian lain yang dapat mengundang bundi dolar-dolar masuk tanpa diduga di dompet.


3. Hidup sederhana


Iyap. Hidup dengan sesederhana mungkin di akhir bulan. Tanpa maksud pelit atau apapun. Kalau dengan makan sayur-sayuran sudah cukup mengganjal perut, tidak perlu untuk membeli makan-makanan yang lainnya. kalau biasanya bisa hangout dengan teman-teman di luar kota, kalau saya kadang menghabiskan di pantai yang ada di dekat desa saya yang free biaya masuknya, hanya membayar parkirnya saja. 

Tanggal Muda jalan-jalan di luar kota

Tanggal tua jalan-jalan di dekat rumah saja


4. Puasa Senin Kamis


Kalau ini adalah alternative saya untuk menyikapi paceklik di tanggal tua. Lebih kuat bagi saya untuk menahan membeli ini itu atau kepengen yang ini itu.

5. Alternatif Terakhir


Jika di tahap terakhir saya sudah kehabisan uang meski gajian tinggal beberapa hari lagi, kemudian tiba-tiba bahan bakar sepeda habis, terus mau berangkat bingung mau naek sepeda ontel atau motor. Namun, demi efisiensi waktu, akhirnya dengan sedikit malu-malu tapi mau, saya mendekati ibuk demi meminta uang kepadanya untuk membeli bahan bakar sepeda motor saya. Heuheu…

6. Manfaatkan Diskonan Matahari Mall


Aku juga pingin banget bisa meniru langkah budi untuk bisa memanfaatkan diskonan di Matahari Mall. Kalau kebetulan di tabungan masih ada beberapa lembar uang, bisa tuh untuk membeli kebutuhan seperti sabun mandi, sabun cuci, serta kebutuhan primer yang sempat terbeli di awal bulan namun akhir bulan akhirnya habis. Kan Matahari Mall Shopcoupons tersebut ada Promo TTS. Promo apaan itu? Yaitu Promo Tanggal Tua Surprise (TTS). Yang mana memberikan penawaran lebih. Yaitu :

- Free Ongkir
- Bayar di tempat
- Banyak pilihannya
- Mudah dalam Pembayaran
- Banyak promo spesial dan penawaran khusus
Dan masih banyak lagi.

Matahari Mall.com

PROMO TANGGAL TUA SURPRISE MATAHARI MALL



Maka dari itu, saya perlu selektif lagi untuk bisa menyikapi “Besar pasar daripada tiang” di tanggal tua setiap bulannya. #JadilahSepertiBudi  di video tersebut. #PintardanSelektifdiTanggalTua.

Ini #KisahTanggalTuaku
Mana #KisahTanggalTuaMu???


Jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya, temans…
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Read More

Fakta Menarik seorang Sarjana Pertanian Evrina Budiastuti

Selasa, 17 Mei 2016

Jember, Jember Regency, East Java, Indonesia
5 komentar


Assalamu’alaikum teman-teman semuanya… bagaimanakah kabar kalian? Semoga senantiasa dalam lindungan-Nya. Amin… oh iya, kali ini, saya ingin berbagi cerita mengenai mbak yang saya kenal melalui sebuah komunitas blogger yang sebelum akhirnya saya bisa bergabung, juga atas sarannya tersebut, hhehehe. Namanya adalah Mbak Evrina Budiastuti.


Mungkin sebagian dari kalian sudah ada yang mengenal sebelumnya, atau belum sama sekali. Nha, di sini saya akan menyampaikan beberapa hal terkait seorang Evrina Budiastuti.

Read More

Kegelapan Malam Yang Menyatukan

Sabtu, 07 Mei 2016

14 komentar
Assalamualaikum teman-teman semuanya...
Senang bisa berjumpa dengan kalian...

Kali ini saya akan sharing tentang kegelapan. Kegelapan yang dimaksud bukanlah unsur yang menyesatkan. Melainkan keadaan di mana lampu tak lagi menyala di sekitar rumah termasuk rumah kita yang kerap kali disebut-sebut sebagai pemadaman. Hehhee.


Sampai ketika nulis draft tulisan ini pun keadaan handphone sudah mencapai 24%. Lampu juga belum nyala dan saat itu jam 6:58 WIB. Padahal, tak ada angin, hujan, petir jelegar jeleger sebelumnga. Tapi apa mungkin ada warga yang belum membayar rekening listrik, jadinya desa daerah saya tinggal sempat langganan pemadaman. Wallahu a'lam. Yang saya pikirkan saat itu, bagaimana caranya supaya cepat nyala dan saya bisa ngisi batrai hape yang hanya saya buat nulia di aplikasi Office, dan kondisi data seluler pun dalam keadaan mati, serta baterai yang semakin bertambah menit kok ya tambah berkurang aja persennya, hadeuh.


Apa yang akan kalian lakukan jika pemadaman tiba? Ketika kegelapan menyergap rumah kalian? Menghentika  aktifitas kalian? Bermain menggunakan cairan lilin? Atau mungkin ada yang punya genset di rumahnya jadi tak kuatir buat pemadama? Heuheu....


Tapi kali ini, kondisi pemadaman di sekitar rumah saya murni gelap akibat pemadaman arus listrik. Hanya 1 atau 2 orang pemilik rumah yang menggunakan genset demi menghindari kegelapan itu tiba.


Namun, ada beberapa manfaat yang bisa diraih ketika kegelapan malam itu tiba. Di saat pemadaman tiba tanpa adanya aba-aba ssebelumnya. Iya pastinya kan. Kalau ada pemberitahuan sebelumnya pasti tak akan sibuk untuk membeli lilin atau minyak gas untuk menyalakan lentera. Hhee. Berikut manfaat yang bisa saya ambil ketika kegelapan itu menyapa.


Check this out ya temans...


Kegelapan malam akibat pemadaman dapat menyatukan keluarga. Kenapa demikian?


Karena, di saat nyala lampu terang benderang menyapa, seluruh anggota rumah sibuk dengan aktivitas masing-masing. Iyyalah. Bahkan, untuk saling duduk bersama di ruang keluarga kalau tidak ada pembicaraan atau topik tertentu jarang sekali bisa berkumpul bersama. Menyatukan anggota keluarga yang satu dengan yang lainnya. Meski sejujurnya saya pun hanya berdua dengan ibuk, tapi kadang saya menghabiska  dengan duduk-duduk santai sembari makan-makan di ruang tamu atau kamar. Atau nggak, ngobrol dengan kakak saya yang tinggal di belakang rumah, setelah itu kami berkumpul di ruang tamu, bercanda tawa. Yang pasti menikmati kegelapan dengan sukacita.


Mempererat kedekatan sesama keluarga.



Hal itu sudah pasti. Kalau tidak ada pemadaman nggak akan bisa ngumpul bareng. Nggak bisa sedekat ini ngobrol ngalor ngidulnya. Bisanya pasti yang satu ngobrol di sana, yang satu ngobrol di lain tempat sembari bersahut-sahutan. Hhehee. Nggak akan ada unsur buat menyendiri. Kalau sampai itu terjadi pasti bisa kena usilan salah satu anggota keluarga. Hhee. Warning buat yang penakut. Hehehee.


Menghindari gadget.



Mana ada gadget yang masih bisa bertahan lama selama pemadaman berlangsung sekian jam? Sampai di tulisan ini pun padam masih menyerang saya. Dan baterai pun sudah tinggal 22% bayangkan. Hiks... padahal tadi sore udah niat buat ngecharher hape. Ga taunya ga jadi-jadi ngelakuinnnya. Dan akhirnya baterai hape saya harus sekarat sebentar lagi. *abaikan kelebayan saya.


Di saat pemadaman, pastinya kita juga ingin tetap berbagi bersama keluarga. Bukan saatnya untuk menyendiri atau bersosial media di jagat raya sembari berkicau. Hehehe. Meski gadget super canggih dengan power bank berkapasitas beberapa watt, sayang harus melewatkan pemadaman dengan kebersamaan keluargaa hanya demi gadget. Terkadang  kebersamaan itu sulit sekali di temukan bukan? Sembari makan cemilan, dan bercanda tawa bersama, bisa melepaskan sejenak urusan gadget dengan keluarga hhee.



Kegelapan memberikan inspirasi




Di mana-mana, suatu kondisi bisa memberi sebuah sumber media inspirasi untuk sebagian orang. Baik untuk merangkai kata, berimajinasi, berkreasi, menggambar, atau semacamnya. Bahkan, dengan menggunakan kedua jari kita pun bisa memberi inspirasi untuk membuat pertunjukan bagi anak-anak kecil di keluarga kita supaya bisa tertawa dan membuka imajinasi mereka atau menirukan hal-hal kecil yang kita lakukan, bukan. Tak jarang mereka juga akan tergelak sembaari mencoba variasi karya lainnya. Seperti hewan kuda, buaya, kambing, dan sebagainya.


Tanpa adanya kegelapan malam ini tiba, sirna sudah inspirasi menuliskan tulisan ini. Secepat kilat saya raih hape sembari menunggu emak di mushola sambil sesekali melihat baterai yang tambah menurun drastis dayanya. Mana lagi malam juma'at. Mitos ini itu kian mencekam di tambah lagi pemadaman. Yang penting sekarang, dalam kondisi kegelapan malam tiba, saya ingin tetap bersama keluarga, sharing cerita bersama, canda tawa bersama.


Urusan hape lowbat. Tinggal matikan, dan nyalakan lagi ketika lampu kembali terang lagi. Simple kan. Jangan dibikin rumit kalau yang sederhana saja bisa. Hhee


***


Dari kondisi di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa dari kegelapan malam karena pemadaman pun menyimpan hikmah untuk sebuah kebersamaan dalam keluarga. Kebersamaan yang terkadang amat sangat dirindukan oleh sebagian orang.


Sebuah kebersamaan yang teramat mahal harganya.

Selamat pagi, dan selamat beraktifitas. Happy Weekend

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Khoirur Rohmah.
Karangduren,5 Mei 2016
7.29 P.M WIB



Read More
Copyright © Fastabiqul Khoirots. Blog Design by SkyandStars.co