Kisah si Tangguh Niko Astrea

Juli 09, 2018



Bismillaahirrohmaanirrohim
Kendaraan merupakan sebuah alat transportasi yang penting-nggak penting harus terpenuhi. Mungkin ada sebagian orang, tidak penting, karena bisa terjangkau dengan transportasi umum. Apalagi jika melihat zaman yang sungguh canggih, bisa pesan ojek dari aplikasi yang ada di smartphone. Namun, bagi yang tinggal di daerah yang akses transportasi umum masih minim, lebih banyak transportasi pribadi, baik itu bermesin seperti sepeda motor, mobil, pick up, maupum yang tidak bermesin, seperti sepeda, becak, sangat diperlukan untuk bisa mencapai dari tempat satu ke tempat lainnya.

Kaitannya dengan hal itu tinggal di pedesaan, menjadikan transportasi atau kendaaraan pribadi amatlah penting. Karena di sini tidak ada akses angkutan umum. Angkutan ini hanya bisa ditemukan di kecamatan. Sehingga, memiliki kendaraan dengan beragam model, jenis, maupun merk biasa hingga yang beken, atau kendaraan modifikasi, amatlah perlu disyukuri.

Alhamdulillahnya, saya juga masih diberikan kesempatan memiliki motor bebek keluaran lama. Yang mana untuk sebagian orang sering menganggap remeh, atau memandang sebelah mata dengan kendaaraan roda dua milik saya ini. Kenalkan, namanya Niko Astrea. Heheee

nggak jelek-jelek amat juga kan ya? namun fungsinya tetap sama untuk berkendara

Itu loh penampakannya, lumayan cakeplah ya kalau diajak keliling kota, nggak terlalu ngisin-ngisini juga kan? Daripada yang suara teriakan di jalan mengganggu telinga itu, apalagi kalo dibuat gaya-gayaan, hehehee...

Perjuangan banget bisa membeli motor ini, karena hampir tiga tahun untuk mengumpulkan dananya setelah bekerja di tempat saya saat ini. Sehingga, apapun perkataan orang-orang di luar sana yang kadang sering bikin minder saya sendiri, saya tepis aja. Sekalipun sedikit sulit pengaplikasiannya ya... hehehe...

“Kamu naik motor ini ke Jember? Nggak takut tha, Ma? Beneran, sama motor ini?”
Celoteh teman saya sewaktu liat postingan Whatsapp story dengan background alun-alun kota Jember. Pagi-pagi banget sudah sampai di Jember, emang naik apa coba? Mungkin pikir mereka, dengan motor jenis Niko Astrea, kok nggak takut gengsi sama motor kinyis-kinyis di jalanan? Apa nggak kalah cepat sama motor lainnya? Kira-kira dugaan seperti itulah yang mungkin muncul di benak teman-teman saya. hehehee,

Dengan enteng pun, saya juga menjawab “Lah emang mau naik apalagi, wong saya juga nggak punya motor lagi selain ini, mau diboncengin, juga nggak ada yang gonceng ~ nasib jomblo. Hehehee” . Sehingga dari situ mereka sempat terkagum-kagum sampai pernah geleng-geleng kepala. Hehehee...

Selain kejadian itu, ada fenomena yang kurang menyenangkan pula tatkala teman saya akan keluar ke kecamatan sebelah, dan mereka mengendarai sepeda. Saya menawarkan kontak motor saya kepada salahsatu dari mereka.

Q        : “Ini Yan, pakai motor saya biar lebih cepat sampai”, sembari menyodorkan kontak
A       : “Nggak mbak, makasih. Ini sekalian sama olahraga”, dengan melempar senyum yang katanya manis, hheee

Yah, tawaran saya ditolak mentah-mentah. Yaudah lah, habis itu saya nggak pernah nawarin orang-orang mau naik motor saya apa nggak. Kecuali mereka pinjam secara langsung aja. Huhuu, diremehin banget kamu ya, Niko Astrea. Sabar yahh...

Karena sedikit pengalaman yang tidak mengenakkan tersebut, saya pun sudah berniat akan mengganti Niko Astrea dengan yang performanya lebih mumpuni. Memang si Astrea ini sering sakit-sakitan, kalau nggak lampunya mati, belnya juga ikutan, kalau nggak gitu, listingnya juga kadang bisa kadang nggak, terus startnya kadang macet juga. Sampai disuruh ganti kontak atau ganti sepeda motor sama kakak saya. Hehee

cakep yaa diaa

Harapan juga wishlist, setelah tabungan untuk sepeda motornya cukup untuk membeli yang baru, saya ingin punya motor matic. Bukan lagi motor bebek. Seperti motor yamaha nmax yang menjadi incaran saya ini. Badannya gagah, dan tangguh banget di jalanan.

Pertama kali tahu motor yamaha nmax ini saat saya berada di Bali. Banyak pengendara yang menggunakan motor seperti ini. Saya pun tak tahu motor apa itu. Nah, begitu tiba di desa lagi, saya baru sadar jika motor ini adalah motor YAMAHA NMAX. Namun begitu, jarang banget yang masih punya motor ini gaes, huhuu... semoga dananya cukup untuk membeli sepeda motor matic ini ya,

Touring pertama dengan Niko Astrea bisa sampai Lumajang, motoran sendiri, baru ajar sepeda juga, hehee

Meski harus mengganti Niko Astrea dengan calon motor barunya nanti, bagaimana pun juga, kenangan dan memori bersamanya akan tetap terkenang, dan terekam baik. Ada banyak kisah yang mengantarkan saya dan Niko Astrea bisa sampai sekarang. Yaitu, kudu kuat isin,lan sabar. Jadi, kuat menahan malu, maupun gengsi, serta sabar dengan apa yang dikatakan orang lain. Heheee...

Semoga, apa yang saya bagikan di postingan ini tentang Kisah si Tangguh Niko Astrea bisa bermanfaat ya, gaes. Jangan lupa, feel free to drop your comments  yaa...




You Might Also Like

5 komentar

  1. Walaupun sederhana tapi pasti seneng banget bisa beli motor pakai uang sendiri hehe

    BalasHapus
  2. Keren juga nama motornya mbak hehe

    BalasHapus
  3. Wah semoga cepat kebeli ya mbak motor impiannya

    BalasHapus
  4. Saudara saya juga punya motor kayak niko ini, malah di rawat jadi cakep banget hehe

    BalasHapus
  5. nmaxnya keren, sayang gede banget kalau buat cewek kayak saya hehe

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan berkunjung kemari.
Salam kenal, jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya, supaya bisa berkunjung balik. Hhee. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Contact Me

Jika ingin mengontak saya untuk keperluan publikasi, kerjasama, ataupun pertanyaan lain tentang blog ini bisa dengan mengirim email langsung ke rurohma95@gmail.com.
Terima kasih -
Copyright by Khoirur Rohmah
Fastabiqul Khoirots

Like us on Fanpage

Kicauan Saya