Saat Memiliki Hunian Baru dengan Usaha Sendiri sesuai Kemampuan

Jumat, 29 Mei 2020

Jember, Kaliwates, Jember Regency, East Java, Indonesia


Bismillaahirrohmaanirrohim
Hao sobats, di usia pernikahan yang ke-5 bulan ini, rasa-rasanya banyak impian yang bermunculan, ketika membahasnya bersama suami. Sebab, saat satu orang memiliki cita-cita, kemudian disatukan dengan satu orang lain. Otomatis masing-masing cita-cita menemukan titik, mana yang lebih dahulu direalisasikan, dalam jangka waktu dekat, lama, atau tak menentu.

Nah, sobats yang sudah berpengalaman dalam urusan perumah tanggaan untuk pasangan muda, tentu paham dengan situasi dimana nantinya akan tinggal di mana? Betul tidak? Atau yang belum nikah, harapan apa sih yang mungkin membayangi kamu saat kamu berada di posisi sebagai pasangan muda?

Sebenarnya banyak hal dibicarakan sebelum memuutuskan menikah. Termasuk (salahsatunya) nantinya bakalan tinggal di rumah mas atau aku. Kira-kira akan ikut tinggal di rumah orangtua selamanya atau bakalan punya rumah sendiri. Misalkan rumah sendiri, maunya pengen punya hunian di daerah mana, mau sewa rumah, kontrak rumah, atau sewa apartemen mungkin, dan alasannya apa. Dan kira-kira kapan diwujudkan. Sehingga, setelah menikah tinggal meneruskan kembali secara intens pembahasan yang sering kami jadikan obrolan saat chatting semasa masih berpacaran.

Dan kali ini aku akan membagikan artikel yang kaitannya dengan memiliki hunian baru untuk sepasang suami istri dengan hasil usaha sendiri. Iya, idealis banget diriku untuk mengusahakan cara supaya bisa mempunyai baiti jannati, sebagai tempat bermula sebuah cerita, cita, hingga impian sebuah keluarga dilangitkan.

Mengapa Memutuskan untuk Memiliki Hunian Sendiri?


Siapa sih pasangan yang nggak ingin punya sebuah istana yang dihuni bersama suami, istri, atau anak? Yang mana di dalamnya hanya ada 1 kepala keluarga, yang tugasnya menjadi penanggung jawab satu rumah dan penghuninya. 1 manajer, serta anak-anak di dalamnya. Kalau kamu memiliki opini yang sama apa tidak nih, sobats?

Bukan berarti hidup dengan orangtua sendiri, atau dengan orangtua suami secara tidak langsung tidak mau dan nggak boleh. Namun ada hal-hal yang mendasari sepasang suami istri teruntuk aku dan suami, ya. Agar kami bisa lepas dari bayang-bayang orangtua masing-masing. Seperti kurang bebas ketika belum berada di teritorial ZEE milik kami. Hanya terbatas di dalam satu ruangan. Dan kadang kala saat membahas mimpi kami bersama, persoalan, masalah, hingga pembicaraan tertentu juga tidak bisa bebas. Bisa dikatakan jaga suara, supaya nggak terdengar orangtua di luar kamar, atau oleh anggota keluarga lainnya.

Dan kami pikir, dengan memiliki hunian baru. Kami bisa bebas membicarakan hal-hal terkait impian kami bersama seperti apa. Mau memutuskan ini itu juga suda menjadi tanggung jawab  kami bersama. Orang lain nggak berhak untuk ikut campur ketika berada ZEE kami.  Begitu.

Karena ketika dalam satu kapal ada 2 nahkoda, 2 awak, dan penumpang lainnya. Tentu ada plus minus-nya lah ya. Dan kami memutuskan untuk sebaiknya berada di kapal dengan 1 nahkoda, 1 awak, dengan penumpang khusus milik kami berdua.

Oleh sebab itu, alternatif memiliki hunian baru, untuk pasangan muda lain mungkin lebih baik tinggal bersama keluarga baik dalam jangka waktu pendek hingga panjang. Namun, bagi aku dan mas, lebih memilih untuk jangka panjang untuk punya hunian sendiri.

Dengan punya rumah sendiri bersama pasangan, membuat kami bisa memupuk rindu saat beberapa waktu nggak berjumpa dengan keluarga kami masing-masing. Dan bisa lebih berbakti kepada mereka.

Sebenarnya untuk punya hunian atau tempat tinggal itu merupakan harapan jangka panjang. Jadi, untuk sementara waktu yang belum dipastikan kami masih akan tinggal bersama keluarga mas.  

Mengapa Memilih Hunian Sendiri sesuai Kemampuan?

Entah itu motto atau memang sudah jadi kebiasaan diriku sejak sebelum menikah ingin memiliki segala sesuatu itu harus dan diusahakan dengan jerih payah dan peluh sendiri. Dan maksudnya hunian sendiri sesuai kemampuan itu gimana?

Ya, hunian yang dibeli, sewa, kontrak, dengan biaya aku dan mas tanpa campur tangan orang lain. Nggak tahu kalau nantinya ada yang mau kasih. Cuman, aku nggak terlalu berharap dan menggantungkan sih. Lebih baik juga sesuai impianku, semisal langsung kasih kejutan ke orang rumah kalau kami memutuskan akan sewa rumah misalnya, beberapa hari setelah pesan di developer hingga pemilik rumah. Jadi, tiba-tiba tahu gitu loh. Supaya nggak membebani mereka.

Memilih hunian sesuai kemampuan berarti juga menyesuaikan dengan budget yang kami miliki. Baik tabungan untuk properti yang dianggarkan tiap bulannya. Sehingga bisa punya hunian yang dihuni oleh 1 nahkoda. Dan siap memilah cerita baru dari sebuah tempat tinggal bersama pasangan dan anak, nantinya.

How do you feel  setelah Punya Hunian Sendiri bersama Pasangan?

Yang jelas bakalan berucap syukur Alhamdulillah, karena Allah sudah mengabulkan cita kami bersama untuk bisa lebih mandiri dalam membina sebuah keluarga. Menangani setiap hal dengan penghuni rumah baru, dengan suami, dan anak nantinya. Berkenalan dengan lingkungan sekitar, adaptasi, memulai segala hal baru dari sebuah rumah. Dan aku sedang menanti hari hari itu bisa tiba. Masih nabung euyyy. Paling nggak cukup untuk DP dulu dahh hehee. Kalau kamu ada persiapan apa sih untuk hunian baru yang kamu harapkan bersama pasangan?

NOTED

Dan, buat kamu yang mungkin saat ini masih belum bisa keluar dari rumah orangtua atau pasangan kamu, nggak papa. Mungkin mereka saat ini masih ingin bersama kamu dan sangat membutuhkan kamu, terlebih kalau ditinggal kamu, bakalan kesepian karena nggak saudara kamu juga suda berumah tangga sendiri.

Dan buat kamu yang sudah punya hunian sendiri, bersyukurlah karena di lain sana masih ada pasangan yang bisa keluar dari rumah orangtua masing-masing, namun terhalang oleh satu atau lain hal alasan tertentu.

Teruntuk kamu yang saat ini masih tinggal bersama mertua. Nggak papa. Misalkan kamu ikut keluarga suami, bantu suami untuk berbakti kepada kedua orangtua, tanpa mengesampingkan dirimu. Hal ini juga berlaku buat diriku sendiri juga sih, hehehee.

Ada yang mau nambahin lagi nggak sihhh? Hehehhe

Nah, semoga apa yang aku bagikan di arrtikel kali ini bisa berguna dan bermanfaat buat kamu yang mungkin butuh bacaan atau sharing seperti ini ya, sobats. Atau kamu punya opini berbeda terkait memiliki hunian baru untuk pasangan suami istri, boleh deh share di kolom komentar yah. Feel free to drop your comments.

~Blessed
Khoirur Rohmah

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca dan berkunjung kemari.
Salam kenal, jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya, supaya bisa berkunjung balik. Hhee. ^_^

Copyright © Fastabiqul Khoirots. Blog Design by SkyandStars.co