Sabtu, 19 Desember 2020

Dari Salah Paham [semoga] Berujung Keajaiban

Dari Salah Paham Menjadi Keajaiban

Bismillaahirrohmaanirrohim

Halo sobats, malam ini rasanya aku ingin sedikit bercerita dari apa yang tengah kualami ‎sekarang. Iya, aku nggak ingin menimbun terlalu lama ide-ideku yang sebagian tersimpan di ‎gawaiku, terus ide yang tetiba muncul begitu saja, menguap dengan sendirinya. Bahkan bisa ‎sekejap hilang, lalu munculnya di waktu yang tak tepat pula.‎


Langsung aja yah, cerita ini bermula dari aku yang iseng mengisi form di grup SMSC Facebook ‎mengenai pemberian sample produk susu untuk ibu yang merencanakan kehamilan atau yang ‎tengah hamil. Sebut saja produknya Lactamil.‎


By the way, aku mengisi form tersebut sebanyak dua kali. Dengan pemberi link nya satu orang. ‎Pertama kali aku emang iseng sih ngisi form, dan aku pilih produk susu promil milik Lactamil. ‎Namanya Inisis. Dan aku bener-bener sadar mengisi usia kehamilan dengan tanda -. Setelah ‎send, lalu lupakan.‎


Beberapa hari berlalu, agak lama sih jedanya juga. Aku menemukan postingan terbaru dari ‎mbak yang pertama kasih status tentang sample produk Lactamil itu. Aku pikir, produknya ‎beda, dan mungkin di form pertama aku nggak lolos, terus postingan tersebut belum aku like. ‎Dari situ, aku berpikir kalau itu status baru. Yahhh. Pasti kamu tahu sendiri apa yang kulakukan ‎selanjutnya???‎


Ya, aku mengisi form yang sama pertanyaannya untuk yang kedua kalinya. Begitu selesai ya ‎langsung kulupakan lagi. Entah beruntung apa nggak ya. Pokok isi aja.‎


Mengapa aku keukeuh isi form sampai dua kali?‎

Nggak seniat itu juga sih. Intinya ingin mencoba peruntungan. Beneran dapat apa nggak. ‎Apalagi tanpa syarat harus posting ini itu. Share artikel ke sosmed atau bikin postingan, dan ‎bla-bla. Ya kan aku mau tuh. Apalagi aku memang butuh produk susu untuk program hamilku. ‎Lumayan pisan kan bisa dapat susu untuk persiapanku menjelang hamil, walau belum tahu ‎kapan, dengan gratis pula. Kalau dikirim ya alhamdulillah, kalau nggak ya nggak masalah. Gitu.‎


Terus gimana? Jadi dikirim nggak???‎

Aku tidak menduganya, ternyata aku mendapatkan paket berupa produk susu kehamilan ‎betulan. Ya. Bukan susu untuk program kehamilan, tapi memang untuk ibu hamil. Nahh itu ‎gimana lohhh??? Udah dapat, masak mau dibuang atau dikasihkan ke orang atau tetangga ‎sekitar. Ya sayang banget kann. Tapi, ada hal yang membuatku was was saat paket tersebut ‎mendarat ke rumah mertuaku.‎


Menanti paket datang
Kukira nggak dapat. Eh begitu dapat malah mertua yang nerima -_-


Emang kenapa?‎

Paket produk susu Lactamil kloter pertama tiba, saat aku sedang tidak ada di rumah Jember. ‎Yang notabene rumah suami. Posisi aku berada di Karangduren, rumah emakku, karena saat itu ‎suami nggak bisa nginep, jadi aku tinggal di sana beberapa hari.‎


Yang membuat aku shock adalah, paket datang tanpa dikasih sampul berupa kertas coklat ‎begitu tah, atau ada kotak luarnya gitu. Tapi langsung aja, nggak ada basa-basi. Jadi to the ‎point susu Lactamil tanpa busana. Terlebih tertera tulisan “TIDAK UNTUK DIJUAL” pada ‎produknya. Besar pula. Selain itu, paket yang kuterima isinya sudah terbuka. Ya, kardus susunya ‎udah terbuka bagian bawah. Agak ringsek pula. Mungkin aja udah unboxing sama pihak ‎ekspedisinya ya. Entahlahhh.‎


Part paling shock adalah

Yang menerima paket tersebut adalah ibu mertuaku, yang notabene kesulitan penglihatan ‎beliau. Jadi kalau tulisan kecil kurang begitu terlihat. Etapi kalau dilogika, itu tulisan Lactamil ‎besar kok ukuran font nya. Aku nggak yakin bakalan kebaca apa nggak. Untungnya ada suamiku ‎yang baru pulang sekolah, kemudian memberitahuku perihal paket tersebut.‎


Ahhh,, kok serba kebetulan ya.... -_- Ya yaudahlahhh


Berlanjut pada hari berikutnya, jeda satu hingga dua mingguan lah. Ada paket kedua yang ‎mendarat kembali di rumah mertuaku. Terus lagi dan lagi, kejadian untuk yang kedua kali ‎terjadi. Bisa ditebak nggak ada apa???‎


Emang kenapa? Drama apa lagi?‎

Paketnya datang siang tadi. Pas banget aku tidur siang sekitar jam setengah 1 sembari ‎menunggu suami pulang kerja. Aku biasanya nggak tidur, kualihkan buat mainan hape, atau ‎baca gitu. Ehh yang tadi ngantukku tak terelakkan. Aku baru tahu kalau ada paket saat suami sampai ‎rumah.‎


Sekitar jam 3 sore, suami datang. Habis masuk kamar, dia keluar lagi katanya tadi ada paketan ‎untukku, dan ditaruh di depan kamar. Bapak yang nerima. Begitu katanya. Mendengar hal itu, ‎seketika batinku berucapp. ”Gawatt nihhh kalau pada salahpaham. Mana dapat dua kali dan ‎yang nerima bukan aku sendiri. Ahhhhh”‎


Jadi, sehabis bangun tidur, aku nggak keluar kamar sama sekali. Karena begitu aku bangun, ‎nggak lama kemudian suami datang. ‎


Dari kejadian bapak yang menerima paket yang tadi itu lebih sopan, karena terbungkus plastik, ‎walau kardus susu nggak dikasih pakaian atau kertas coklat paling nggak gitu ya. Karena bapak ‎membaca dengan jelas. Mungkin yang bapak pikirkan. ”Apakah menantuku ini tengah hamil ‎ya?” dan sejuta pertanyaann lainnya.‎


Ehh, ndilalah waktu aku mau bikinin mie buat suami, ya masih tadi sore juga. Saat mau ambil ‎mie, ada bapak yang berpapasan denganku. Beliau mengatakan kalau tadi ada paketan buatku. ‎Dan aku membalas dengan senyumah serta jawaban ”nggeh, niku wau sample produk.” ‎Maksudnya itu sample produk. Sambil batinku terus bergejolakk wee.‎


Menanti kehadiran buah hati
Yuk ikut aminkan, sobats


Begitu selesai bikin mie, aku bilang ke suami tentang hal itu. Dia hanya cengengesan sambil ‎bilang. Ya semoga aja betulan kejadian kamu hamil. Walau pikiranku tetap was-was, karena ‎tepat di tanggal 26 Desember 2020 ini usia pernikahan kita mencapai 365 hari, atau first ‎anniversary. Antara iya aku berharap demikian, dan antara aku tidak ingin terlalu jauh dalam ‎mengangan-angankan sesuatu.‎


Terus lanjut malam ini. ya, hanya beberapa menit yang lalu. Waktu aku mau nyalain obat ‎nyamuk, kebetulan bapak mertua tengah menonton televisi sendiri. Saat aku mau lewat, beliau ‎menghentikan langkahku dengan menanyakan. ”Nduk, nggak maem?” terus kujawab, ”Nggeh, ‎ngken.” iya nanti aja gitu. ‎


Itu aku jawabnya dengan sambil kikuk, soalnya nggak kayak biasanya wouy. Tau sendiri kan, ‎kalau aku nggak deket sama sosok seorang bapak sejak aku kecil. Peran bapak nggak ‎kudapatkan. Jadi, sewaktu menikah, aku jarang berinteraksi dengan bapak mertua walau hanya ‎sesekali aja ngomongnya.‎


Nah yang tadi waktu disapa damage nya besar. Apa gegara paket tadi siang yahhh?? Aaahhh, ‎aku bener-bener agak gimana gitu sobats. Di lain sisi, aku memang sedang menanti kehadiran ‎buah hati. Di sisi lain, aku takut belum bisa menunjukkan ke mertuaku khususnya kalau aku ‎betulan hamil. Betulan sudah mengecek garis dua dan punya bukti yang kuat.‎


Aku takut mereka akan kecewa, karena aku yakin selama ini mertuaku tentu sudah banyak ‎dicecar pertanyaan, “Kapan punya cucu” dari berbagai orang yang ada di sekeliling mereka ‎tanpa sepengetahuanku. Hal itu udah pernah kutanyakan dengan suami.‎


Ya bagaimana sobats. Kehamilan bukanlah sesuatu yang tidak dapat kita setting waktunya ‎sedemikian rupa. Atau rezeki-rezekian. Ada beberapa variabel yang membuat hal itu benar bisa terjadi, belum terjadi ‎atau bagaimana. Aku pun ada di posisi belum terjadi. Namun aku percaya, kalau rencana Allah ‎lebih besar dan indah dari apa yang aku dan suami bayangkan.‎


Allah Bless Us
Siapa sih yang nggak ingin kehadiran buah hati. Aku?? Pengen banget


Dari kejadian yang kualami terkait produk susu lactamil kehamilan bukan program hamil, ‎dengan dua varian rasa berbeda, dan yang menerima pertama kali paketnya berbeda. Pertama ‎ibu mertua, kedua bapak mertua, Semoga dari apa yang terjadi, Allah beneran akan ‎mengabulkan hajat kami untuk memiliki momongan.‎


Mungkin aku hanya mengandalkan, suatu saat, esok atau nanti keajaiban itu datang, dan aku ‎dinyatakan hamil dengan garis dua pada tespeck yang masih aku simpan rapi. Tak lupa usaha ‎dan diiringi doa, semoga Allah mengabulkan doa serta hajat-hajat aku bersama suami.‎


Ikut doakan ya sobats. Semoga kado di first anniversary kami nanti, Allah tiupkan dzurriyat ‎dalam rahimku. Amiiinn Ya Robbal Alaminnn.‎


Yaudah gitu aja sobats ceritanya di malam minggu kali ini. Kalau kamu memiliki cerita ‎mengenai kehamilanmu atau menanggapi ceritaku tersebut di atas. Boleh deh share di kolom ‎komentar ya. Feel free to drop your comments. ‎


Sekali lagi terima kasih sudah membaca dan berkunjung di artikel ini. sampai jumpa di lain ‎postingan aku selanjutnya ya.‎

‎~Blessed‎

Rohmah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca dan berkunjung kemari.
Salam kenal, jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya, supaya bisa berkunjung balik. Hhee. ^_^