Kamis, 31 Desember 2020

Nanti Kita Cerita Tentang Akhir Tahun 2020‎




Bismillaahirrohmaanirrohim ‎

Halo sobats... tinggal beberapa menit lagi kita akan memasuki pergantian tahun dari 2020 ke ‎‎2021. Dan selama kurun waktu tersebut. Aku ingin menuliskan beberapa hal yang terjadi ‎selama hari ini, atau merangkum apa-apa yang sudah berlalu di 365 hari kemarin. Entah ‎ituyang berkaitan dengan kegembiraan, senang, susah, kecewa, marah, dan apapun itu.‎


Membicarakan tahun 2020, tentu sangat berat untuk sebagian orang. Rutinitas yang berganti ‎dari offline kemudian online. Roda perekonomian yang sempat menurun, kembali bergerak, ‎namun tidak bisa se stabil sebelum pandemi menerpa bumi ini. ‎


Bukan hanya negara kita, melainkan di belahan bumi lainnya pun ikut merasakan dampak dari ‎pandemi covid 19 ini. sehingga, kesedihan tersebut tak dirasakan sendiri, melainkan bersama. ‎Walaupun untuk sebagian orang lainnya tidak demikian.‎


Berharap situasi ini akan segera berakhir dan tidak berlangsung lama. Tapi apa daya, berlanjut ‎hingga hampir satu tahun kurang 3 bulan ini, khususnya di negara Indonesia yang dimulai sejak ‎bulan Maret, ya.‎


Tahun-tahun yang berat, karena korban berjatuhan. Lebih berat lagi, ketika pahlawan di garda ‎utama pandemi ini gugur. Kemudian, di susul anggota keluarga yang harus kembali ke ‎pangkuan-Nya. ‎


Yang akhirnya bisa langsung bekerja dan diterima di perusahaan idaman, nyatanya tidak sesuai ‎harapan. Karena perusahaan banyak yang merumahkan karyawannya dan bertahan dengan ‎yang ada. Lebih-lebih ada yang sampai menutup perusahaan yang sudah lama dirintis.‎


Dari dunia pendidikan pun juga, anak-anak yang sejatinya bisa berjumpa dengan kawan dan ‎guru, bermain di taman, di kelas, urung untuk melakukannya. Karena mereka bisa bertemu via ‎online, baik dari gawai maupun laptop. Segala aktivitas pembelajaran pun berlangsung secara ‎daring. Pun beban kerja akan lebih menguras tenaga daripada belajar secara offline. Entah dari ‎guru, siswa, hingga orangtua.‎


Kemudian, pembiasaan dari pandemi pun berlangsung. Banyak acara yang diadakan secara ‎online melalui video zoom, live streaming, dan semacamnya. Lebih banyak menghabiskan ‎waktu di dalam rumah daripada berkeliaran di jalan, yang bisa sewaktu-waktu mengancam diri ‎atau keluarga.‎


Kebiasaan lainnya adalah, semakin aware terhadap kebersihan. Yang semula jarang peduli ‎untuk menjaga kebersihan, kesehatan, jadi semakin giat. Terlebih untuk penggunaan masker, ‎jaga jarak, mencuci tangan terus digaungkan. Karena ketiga poin ini memiliki manfaat besar ‎untuk pelakunya supaya terhindar, setidaknya dari covid-19 ini.‎


Itu di atas aadalah sedikit dari sekian hal yang terangkum dari tahun 2020 ini, sobats. Belum ‎sepenuhnya. Karena masih banyak hal yang belum tertuang di atas.‎


Meski demikian, tentu ada hal-hal baik yang terselip di setiap kejadian. Seperti adanya ‎pernikahan, kelahiran, dekat dengan keluarga, menemukan hobi baru, memiliki bisnis baru ‎yang terinspirasi dari pandemi, dan lainnya. Seperti misal, kegiatan bersepeda, dan fenomena ‎jual beli bunga.‎


Terus kalau aku di tahun 2020 gimana???‎


Nggak gimana-mana. Cuman, kalau aku disuruh mengingat di tahun 2020 ngapain aja? Banyak ‎magernya. Malah menyesalkan keterbatasanku di tahun ini, yang mana membuatku bertekad ‎supaya jangan sampai terlalui di tahun 2021.‎


Rencana mau eksekusi ini itu, terhenti, terhalang untuk ini itu, dan ragam rencana lain yang ‎belum terlaksana. Di sisi lain, aku jadi lebih banyak belajar bagaimana menyikapi hidup ‎utamanya dengan berhubungan bersama suami, keluarga, dan orang-orang terdekatku.‎


Kemudian, untuk di hari ke 366 hari ini, siang tadi aku dan suami menikmati jalan-jalan ‎mengelilingi pusat kota, menemukan tempat bebatuan yang hits di tengah kota, tapi nggak jadi ‎kesana karena ragu itu benar jalannya atau bukan. ‎


Lalu kami mengunjungi perumahan yang menjadi incaran kakakku untuk investasi hunian di ‎masa mendatang. Melihat perumahan di sana, membuatku takjub penuh MasyaAllah. Kapan ya ‎punya hunian sendiri bersama suami dan keluarga kecilku,‎


Selanjutnya kami makan menjelang siang di Ayam Nelongso, terus ambil gawai milik saudara ‎yang sedang diservice. Lalu ke toko jual foto dan pigura, ternyata harganya nggak sesuai ‎dengan budget. Akhirnya kami pulang, dan memutuskan untuk nggak kemana-mana.‎


Harapanku, di tahun 2021, aku jadi sosok pribadi yang jauh lebih lebih lebih baik lagi daripada ‎di tahun 2020. Kemudian, aku juga bisa membuka bisnis atau usaha dari rumah. Entah itu ‎bagaimana caranya. Insyaallah ada jalannya aku yakin. ‎


Untuk harapan-harapan lainnya, aku akan bagikan di postingan terpisah ya. Itulah sekian sesi ‎curhat di malam pergantian tahun 2020 ini semoga bermanfaat. Selanjutnya, Nanti kita  ‎cerita tentang akhir tahun 2020 ya....‎


Jangan lupa untuk tinggalkan komen kamu di kolom komentar, feel free to drop your ‎comments. Terima kasih sudah membaca dan berkunjung ke blog ini. see you sobats


‎~Blessed‎

Rohmah ‎


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca dan berkunjung kemari.
Salam kenal, jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya, supaya bisa berkunjung balik. Hhee. ^_^