Minggu, 17 Oktober 2021

Budaya Orang Indonesia yang Malas Jalan Kaki akan Berubah jadi Semangat Apabila ‎Melakukan Hal ini

 

Warga Indonesia Terkenal Paling Malas Jalan Kaki


Bismilaaahirrohmaanirrohim

Halo sobats, beberapa waktu yang lalu aku dan suami sangat asyik dengan kegiatan yang ‎sangat jarang kami lakukan kecuali di akhir pekan. Bisa ditebak, kira-kira apa itu? Ya, olahraga. ‎Dan kami memilih untuk jalan kaki memutari jalanan yang biasa kami lalui saat gabut. Nggak ‎jauh-jauh juga sih. Hanya saja dari berangkat hingga sampai rumah tuh, langkah yang ‎ditempuh seperti saat mendaki gunung. Bedanya ini medannya jalanan rata.‎


Alasan utama yang membuat kami memilih jalan kaki, karena saat pagi hari khususnya di hari ‎Minggu tuh keadaan masih seger banget udaranya. Jalan raya juga sepi dengan minim ‎kendaraan. Bisa bebas mau jalan kaki atau lari-lari kecil. Kebetulan juga nggak lagi hujan. Jadi ‎agenda kami untuk jalan-jalan bisa terlaksana. ‎


Nah, ada yang fakta unik yang baru saja aku temukan loh terkait jalan kaki ini. Karena waktu itu ‎aku membaca artikel yang judul dari tiap-tiap website menyebutkan bahwa kebiasaan warga ‎Indonesia yang malas jalan kaki, bahkan masuk dalam urutan ke sekian dari daftar negara yang ‎rajin melakukannya.‎


Padahal kalau dipikir-pikir jalan kaki adalah kegiatan sederhana yang biasa dilakukan sehari-‎hari, kecuali untuk mereka yang memiliki keterbatasan dalam melakukannya ya. Karena ketika ‎jalan kaki di luar ruangan apalagi saat pagi hari dan terkena sinar matahari sebagai sumber ‎vitamin D, hal ini menjadi pilihan yang tepat karena kita bisa mendapatkan vitamin D yang ‎tepat. ‎


Ya walaupun bisa saja dengan konsumsi multivitamin yang mengandung vitamin D untuk ‎pemenuhan nutrisi tubuh. Namun khasiat yang dirasakan tetap berbeda ketika ‎mendapatkannya langsung dari sumber utamanya. Yang salahsatu kegiatan agar bisa ‎memperolehnya itu dengan jalan kaki yang memiliki banyak manfaat.‎


Meski demikian, ada alasan tertentu mengapa Orang Indonesia malas kaki, berikut sedikit ‎alasannya:‎

‎1.‎ Jalannya yang tidak suport untuk pejalan kaki, apalagi untuk disabilitas

Seperti adanya  lubang, tidak ada trotoar, dan lain-lain yang membuat sebagian orang ‎enggan atau mengurungkan niat untuk jalan kaki.‎


‎2.‎ Indonesia terkenal sebagai negara kepulauan

Yang mana dalam satu wilayah untuk bisa menjangkau dari satu tempat ke tempat lain ‎tuh membutuhkan waktu yang sangat lama, apalagi dengan jalan kaki. Berbeda halnya ‎dengan negara Singapura misalnya.‎


‎3.‎ Indonesia Negara dengan Iklim Tropis

Bisa dibayangkan kalau jalan kaki agak jauh dikit, bisa-bisa mandi keringat ya kan? Beda ‎dengan negara seperti Hongkong loh.‎


‎4.‎ Terkenal akan gengsinya

Ya gimana ya, di sini kalau nggak naik kendaraan tertentu rasanya gengsi kalau mau ‎jalan kaki. Mending naik kendaraan aja, entah itu jarak dekat atau yang jauh sekalipun. ‎


‎5.‎ Rawan Kejahatan

Percaya atau tidak, ketika jalan kaki di jalan raya, kemungkinan untuk kita bisa incaran oknum yang bertindak di jalanan lebih besar.. ‎


Meski kenyataan warga +62 yang malas jalan kaki ini, bisa jadi akan berubah tambah semangat ‎untuk jalan kaki ketika melakukan hal-hal berikut loh, sobats. Kira-kira apa saja itu? Simak terus ‎artikel ini.‎


Orang Indonesia Terkenal Malas Jalan Kaki, Kecuali saat Melakukan Hal ‎Berikut Ini

‎1.‎ Mendaki Gunung

Yuk, ada yang bisa jelasin nggak cara instan supaya bisa sampai ke puncak gunung? ‎Berharap ada lift, nihil iya sih. Kecuali kalau menggunakan jasa porter, yang kalau ‎capek tinggal didorong gitu. Itu pun hanya ada di pegunungan tertentu. Sehingga, orang ‎Indonesia akan sangat semangat bila berjalan kaki ketika mendaki gunung. Jika lambat ‎saja, bisa tertinggal dengan rombongan. Atau malah kelamaan sampai puncaknya


‎2.‎ Jalan sehat ‎

Sebenarnya jalan sehat tuh ada beberapa hal sih konteksnya. Seperti car free day gitu, ‎event Tajemtra yang terselenggara di kotaku nih, yang berarti jalan kaki sepanjang kira-‎kira 10km bisa lebih, bisa kurang, dari siang hari hingga tengah malam harus sampai ‎alun-alun kota. Untuk pasrtisipannya sesuai tim yang telah didaftarkan kepada panitia. ‎Mau pakai kendaraan? Ya bisa aja, tapi udah nggak dapat nilainya sih, mungkin hanya ‎sertifikat saja.‎


‎3.‎ Karnaval

Biasanya di beberapa tempat yang mengadakan karnaval tuh emang ada peserta yang ‎naik menggunakan kendaraan seperti pick up dengan memakai kostum karnaval. Tapi, ‎di lain sisi ada juga dan lebih banyak peserta karnaval yang harus jalan kaki sepanjang ‎jalan raya dengan menggunakan kostum hingga pernak pernik yang beragam tingkat ‎berat ringannya. Yang pasti sepanjang jalan harus menahan beban pada kostum yang ‎dikenakan sampai rute finish tiba. ‎


‎4.‎ Gerak Jalan

Kamu pernah ikutan gerak jalan yang biasa diadakan di tempat tinggal kamu, nggak? ‎Jujur saja, aku bisa berkesempatan untuk ikut kegiatan gerak jalan ini beberapa kali. ‎Dan semua peserta beserta tim yang berpartisipasi harus jalan kaki. Namun harus ‎seirama jalannya. Mau santai bisa, cuman akan ada pengurangan nilai dari juri. ‎Sehingga ketika ikut gerak jalan, otomatis perlu untuk jalan kaki, bedanya hanya di ‎gerakan yang lebih tepat dan perlu kekompakan tim.‎


‎5.‎ Haji dan Umroh

Dalam  melakukan 2 hal tersebut lebih banyak menggunakan jalan kaki. Walau ada ‎yang menggunakan kendaraan atau jasa porter, itu pun untuk beberapa alasan tertentu. ‎Mau nggak mau, yang biasanya malas jalan kaki di luar ruangan, maka akan lebih giat ‎lagi, khususnya yang sehat untuk menjalankan rangkaian rukun Haji dan Umroh dengan ‎berjalan kaki.‎


‎6.‎ Berebut Diskon Belanjaan

Jangan heran ya, biasanya mereka yang berebut diskon tuh jalannya akan lebih cepat ‎dari biasanya, yakin dan percaya deh. Apalagi kalau nggak gerak cepat, barang yang ‎diincar atau nggak, bakalan diambil orang lain. Apalagi yang berburu diskon di tempat ‎perbelanjaan itu, otomatis akan keliling mencari produk-produk dengan tanda turun ‎harga. ‎


‎7.‎ Saat Motor Mogok

Beberapa waktu kemarin, masih di bulan Oktober tepatnya. Ketika akan membeli ‎cemilan di Indomaret di jalan yang agak jauh dari rumah, tiba-tiba motor mogok. Mau ‎cari bengkel malam-malam tuh sulit banget, apalagi di wilayah yang jauh dari bengkel ‎buka. Sebenarnya udah tanya ke tempat perbaikan motor gitulah, tapi sayangnya tidak ‎ada alat yang bisa digunakan supaya motor kami bisa hidup lagi.‎


Otomatis, pulangnya jalan kaki berdua dengan suami yang mendorong motor., hahaa. ‎Lumayan lah. Sebenarnya bisa aja sih kalau menghubungi orang rumah. Tapi kami lebih ‎memilih untuk jalan kaki. Mungkin orang-orang yang mengalami hal yang sama, namun ‎pas jauh dari rumah lokasinya, ketika motor mogok, entah bensin habis, atau bocor, ‎otomatis akan jalan kaki dalam keadaan tersebut untuk bisa menemukan solusinya.‎


Kira-kira masih ada lagi yang belum aku sebutin kah, sobats? Sepertinya masih ada lagi sih. ‎Kalau kamu terpikirkan apa saja itu, boleh langsung tinggalkan opini kamu di kolom komentar, ‎ya. ‎


By the way terima kasih sudah membaca dan berkunjung di artikel ini. sampai jumpa di artikel ‎berikutnya. Jangan lupa untuk tinggalkan komentar kamu di kolom yang di sediakan, OKE. Feel ‎free to drop your comments.‎


Terima kasih

‎~Blessed‎

Rohmah








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca dan berkunjung kemari.
Salam kenal, jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya, supaya bisa berkunjung balik. Hhee. ^_^