‎ ‎
personal lifestyle blogger jember

Pengalaman dan Penanganan Saat Dicakar Kucing

 

Apakah berbahaya dicakar kucing


Bismillaahirrohmaanirrohim

Halo sobats, setelah sekian lama akhirnya aku membagikan salahsatu pengalaman yang pernah ‎kualami di tahun 2016. Ya, walaupun sudah cukup lama namun tidak apa kalau aku berbagi cerita ‎tentang kejadian di masa lalu untuk dapat dibaca di masa sekarang, kan. Terlebih pernah ada cerita dari ‎teman-teman pecinta kucing yang juga mengalami hal yang sama sepertiku. Makanya, kali ini aku ingin ‎membagikan hal apa saja yang aku lakukan ketika dicakar kucing tersebut dan bagaimana cara ‎penanganannya.‎


Jadi, waktu itu kakak iparku mendapatkan kucing anggora dari saudaranya dan di bawalah ke rumah ‎yang mana dekat dengan rumahku. Karena itu, aku sewaktu-waktu bisa bebas melihat atau bermain ‎dengan kucing ras tersebut, sekalipun dia tidak dilepas bebas. FYI itu kucing jantan. Alasan kenapa ‎nggak dilepas, ya karena kucingnya masih belum kenal dengan lingkungan sekitar rumah yang artinya ‎dia perlu beradaptasi. Sehingga, kucing bernama Boy ini masih di tempatkan di kandang. Bahkan saat ‎diberi makan, minum, maupun mandi juga dari kandang.‎


Menurut pemilik Boy sebelumnya mengatakan kalau kucing ini galak, sehingga jangan sampai ‎memancing-mancing lah. Atau istilahnya njarak, gitu. Mungkin yang ngelihat Boy dia tampak gemes ‎gitu lihatnya, apalagi ketika ditarik keluar dengan dipasang collar ya, dia lucu. Tapi saat itu kita atau aku ‎tidak menyangka akan terjadi hal yang tak terduga.‎


Sebelum Dicakar Kucing


Kejadian itu bermula ketika di pagi hari sekitar jam 06.00 WIB atau sebelum lah ya, masih agak pagi. ‎Nah, Boy ditaruh di samping rumah dengan collar terpasang di pohon dekat situ. Ada kakak ipar yang ‎sesekali juga memantau anabul ini. Aku dengan percaya dirinya ketika melihat Boy sendiri berlenggak ‎lenggok di tempatnya pun, langsung mendekatinya. Pikirku ingin bermain atau sekedar mengelus dari ‎dekat gitu. Ehh nggak taunya malah kena cakar.‎


Ya, aku niat untuk bermain. Tapi mungkin Boy berpikir sebaliknya. Dia merasa terancam atau mungkin ‎terintimidasi dengan kehadiranku, yang akhirnya membuatnya melawan atau mempertahankan ‎dirinya dengan cakaran yang mendarat di lengan kananku. ‎

kucingnya Gemoy banget tapi doi belum kenal aku. Makanya salam perkenalannya pakai Cakaran. Tapi khawatir dia semakin trauma, kalau aku insyaallah hanya saat itu. Setelahnya tidak 


Setelah Dicakar Kucing


Kejadian itu cukup sebentar, tapi setelahnya langsung buat aku meringis karena kesakitan. Bukan main ‎cakarannya. Mengetahui hal ini, kakak ipar langsung membawaku ke petugas kesehatan terdekat. ‎Karena cukup pagi juga, dan pas momennya di hari raya entah ke berapa itu, sehingga saat sampai di ‎mantri kesatu, tempat prakteknya masih tutup. Kemudian ke mantri kedua alhamdulillah membuka ‎pelayanan walau pagi-pagi banget sih ya.‎


Nah, di sana lah aku diperiksa, kemudian diberikan salep dan juga obat yang perlu dikonsumsi untuk ‎meredakan nyeri akibat cakaran kucing tersebut. Tentunya kamu tahu, jika tidak segera mendapatkan ‎penanganan medis dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan akibat cakaran kucing ‎tersebut. ‎


Akibat kejadian di pagi hari tersebut, maka Boy dikembalikan lagi pada pemilik sebelumnya. Pun, aku ‎yang hari itu harusnya ada agenda reuni bersama teman sekolah tingkat menengah pertama juga ‎harus ditunda keberangkatannya. Ya, kalau dipaksakan bagaimana, itu tangan nyeri banget, gimana ‎nanti nyetir motornya? Bukan hanya itu, lengan aku perlu dioles salep yang diberikan oleh dokter tadi. ‎Kalau pas nekat berangkat bakalan keangkat itu lengan kanan sampai siku. Yaudah deh akhirnya ‎ditunda demi kesehatan juga.‎ Nggak cuma itu, Alhamdulillahnya aku juga nggak ngalami demam, tapi ya efek nyerinya beneran nggak karuan. 


Hikmah yang diambil


Karena dulu aku tidak mengerti bagaimana cara merawat kucing dengan baik atau paham dengan ‎kondisi anabul. Terlebih aku tidak memelihara kucing, maka aku menyesalkan hal yang telah aku ‎lakukan dulu terhadap Boy. Aku menyayangkan bagaiman kucing bisa merasakan perasaan terancam ‎oleh orang yang baru dikenalnya. Dengan begitu, ketika masih baru kenal tak perlulah untuk ‎mengetahui lebih dalam terhadap sesuatu hal. Ya, jalani aja dulu. Nanti akan tahu dengan sendirinya ‎seiring berjalannya waktu. ‎


Berkat kejadian tersebut, aku menarik beberapa kesimpulan yang mungkin bisa selaras dengan ‎keadaan kucing yang sewaktu-waktu bisa mendaratkan cakaran baik kepada pemiliknya ataupun orang ‎yang baru dikenalnya berdasarkan pengalamanku, ya. Karena cakaran anabul dengan alasan lain juga ‎bisa saja terjadi. Maka, hal ini based on my story. Jadi, apa sajakah itu?‎

‎-‎ Jangan terlalu dekat jika anabul tidak ingin membuka diri, cukup melihat dari jauh, menyapa ‎sesering mungkin untuk perkenalan

‎-‎ Setiap kucing memiliki karakter berbeda yang bisa saja dia mengalami trauma di masa lalu, ‎maka dari itu, penting untuk mengetahui hal apa yang membuatnya sulit membuka diri

‎-‎ Jika kucing sudah menunjukkan ketidaktertarikan pada objek, jangan terlalu mendekat lebih ‎jauh

‎-‎ Kucing jantan bisa jadi lebih garang ketika dia masa-masa minta kawin

‎-‎ Kucing perlu untuk beradaptasi dengan lingkungan baru

‎-‎ Mungkin ada yang mau menambahkan


Penanganan Saat Dicakar Kucing


Terkenal dengan sebutan salep hijau

Kemudian, penanganan atau tindakan apa yang perlu dilakukan ketika mendapatkan cakaran dari ‎kucing? Simak berikut ini, ya:‎

‎-‎ Bersihkan area yang terkena cakar dengan air mengalir

‎-‎ Bawa ke fasilitas kesehatan atau tenaga medis terdekat

‎-‎ Jika dibersihkan secara mandiri, beli salep hijau, seperti gambar tersebut untuk mengeluarkan darah pada area ‎cakaran

‎-‎ Untuk mengatasi nyeri atau demam, bisa konsumsi Paracetamol

‎-‎ Namun lebih baik jika langsung segera diperiksakan pada tenaga kesehatan terdekat untuk ‎mendapatkan penanganan yang tepat. Karena aku lupa lupa ingat obat apa saja selain itu 


Nah, itu dia sobats, pengalaman yang akhirnya bisa aku bagikan sekaligun bagaimana cara menangani ‎cakaran kucing. Jika kamu memiliki pengalaman yang sama atau justru berbeda, dengan senang hati ‎kamu dapat membagikannya melalui kolom komentar yang telah disediakan ya.‎


Terima kasih sudah membaca dan berkunjung di artikel ini. Semoga informasi yang aku sampaikan ‎bermanfaat. Jangan lupa tinggalkan komentar kamu, ya. Feel free to drop your comments. Sampai ‎jumpa pada artikel berikutnya.‎


~blessed‎

Rurohma.com



5 komentar

Terima kasih sudah membaca dan berkunjung kemari.
Salam kenal, jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya, supaya bisa berkunjung balik. Hhee. ^_^
  1. Kalo pelihara kucing, maka kita harus siap dicakar yaa. Selain itu kita juga harus siap melihat perabotan yang jadi sasaran mereka. Dulu Wahyu pernah dicakar matanya sama kucing sampe berdarah, untungnya matanya gak kenapa-napa

    BalasHapus
  2. Ya ampun, Rohmah, untuk itu kucing nggak sampai rabies..

    Sebenarnya yang berbahaya itu kalau setelah dicakar kucing malah jadi demam. Karena itu pertanda ada infeksi yang penyebabnya kemungkinan besar dibawa oleh kucing.

    BalasHapus
  3. Karena itulah aku jadi nggak pernah berani dekat-dekat kucing. Takut cakarannya. Meski kalau ada kucing suka aja gitu ngasih-ngasih ikan. Apalagi kucing liar yang banyak dilepas oleh orang-orang di lingkungan sekitar rumah.

    BalasHapus
  4. Kaget banget mbak, dicakar kucing ternyata bisa separah itu. Syukurlah nggak sampai demam ya.

    Mungkin sebaiknya kalau bawa kucing yg udah dilabelin "galak" perlu dibawa konsultasi ke dokter hewan dulu sebelum ketemu orang lain apalagi dibawa ke tempat lain.

    Takutnya bawa penyakit dan syukur-syukur kalau ketahuan alasan kucingnya berwatak kayak gitu karena apa

    BalasHapus
  5. aku termasuk yang agak ngeri kalau udah kena cakaran kucing, apalagi kalau kucingnya udah ngereog gitu..

    wah ternyata ada salep yang cukup ampuh yaaa.. bisa nih jadi rekomendasi dipakai juga.

    BalasHapus

Chingudeul