‎ ‎
personal lifestyle blogger jember

Drama Seputar Laptop

 

Drama Seputar Laptop


Bismillaahirrohmaanirrohim

Halo sobats, ketika kamu memiliki sebuah wishlist dan setelah sekian lama tertulis akhirnya hal tersebut bisa terwujud di masa sekarang. Respon seperti apakah yang akan kamu keluarkan? Bersyukur, terharu, senang, dan bahagia tentu itu. Alhamdulillah, aku pun baru saja mengalaminya. Seperti mimpi dan ada perasaan tidak percaya karena yang dulu hanya berupa angan-angan, kini menjadi kenyataan. Hal apa kah itu? Ya, memiliki laptop untuk penunjang mobilitas dalam bekerja.


Mengingatkan kembali, terakhir kali aku membeli laptop itu di tahun antara 2015 atau 2016 deh. Itu pun second, namun dalamnya sudah diatur sedemikian rupa supaya bisa mendukung aku dengan pekerjaan sebagai desain grafis dan freelance blogger. Alhamdulillah salahsatu yang bikin bangga diri sendiri karena bisa membeli laptop pertama dengan tabungan sendiri, sekalipun bekas pun nggak papa asalkan bisa berfungsi dan dapat digunakan bekerja. Pikirku.

Saat layar laptop dengan kondisi normal

Namun, seiring bertambahnya waktu dan tahun laptopku terus menurun kinerjanya. Seperti baterai yang harus tertancap listrik setiap kali penggunaan. Walaupun sudah diganti baterai, tetap sama karena tidak bisa tahan lama. Pernah juga bisa booting tapi tidak segera masuk ke windows-nya. Dan yang terakhir ini ketika aku sudah menikah. Layar laptop tampak bergaris yang berarti dia sudah di masa tuanya. Walaupun bisa diperbaiki dan diganti komponen yang baru, kinerjanya akan jauh dengan laptop terbaru. 

Sudah cukup lama bertahan dengan 1 laptop dan 2 layar, karena layar laptop bergaris maka dipakailah layar monitor lain supaya bisa tetap digunakan. Processor tetap ada di laptop utama. Bukannya lebih baik ya, tapi semakin menurun saja. Bahkan untuk memasang charger pun menyiksa, karena kalau nggak pas pasangnya, laptop tidak mau menyala. Sehingga tidak bisa terburu-buru seandainya butuh menggunakan laptop.

Tahun ini menggunakan dua layar karena layar laptop bergaris sehingga ditutup kain supaya tidak terjadi distraksi saat mengerjakan tugas 

Nah, karena laptop ini tidak hanya aku saja yang menggunakan. Melainkan suamiku juga. Dikarenakan laptop dia juga sekarat ya. Walaupun intensitas penggunaanya tidak sesering aku. Kecuali untuk input data nilai sekolah anak-anak saat ujian, membuat RPP. Di lain itu ya aku yang sering memakainya. Adapun hal menarik dari laptop aku adalah seperti ini, sobs.


Rangka laptop adalah milik laptopku pribadi. Sedangkan storage, atau media penyimpanannya menggunakan hardisk milik suami. Aneh ya? Betul, hahaa


Sebab, ketika laptopku dipasang beserta hardisk bawaan dari awal beli, justru ketika booting tidak mau masuk windows. Usut punya usut ternyata hardisknya yang bermasalah yang bisa jadi diakibatkan oleh virus. Sedangkan laptop suami, pakai hardiskku saja nggak bisa apalagi pakai hardisk sendiri sekalipun sudah ganti motherboard. Tetap tidak bisa menyala. Maka dari itulah hardisk suami ditaruh di laptopku. Yang penting bisa digunakan sembari menunggu waktu yang tepat untuk membeli laptop baru. Meskipun butuh waktu lama.


Karena laptopku menyambung dengan layar monitor satunya, sehingga saat punya kerjaan dan posisi sedang di rumah mak. Atau bukan di rumah mertua yang mana adalah domisiliku sekarang. Aku ataupun suami tidak bisa mengerjakannya. Masa iya mau bawa itu layar monitor segede gaban dan laptop yang beratnya masyaallah. Iya kalau naik roda empat, nah ini naik roda dua dengan tas punggung. Sungguh terlalu.


Kalau dulu masih belum separah sekarang, laptopku sering dibawa ke Balung – rumahku. Tapi, semenjak layarnya bermasalah, laptopnya sudah standby di atas meja terus. 

Laptop milik Duwi

Sehingga sewaktu-waktu ada kerjaan mendesak namun bisa tetap dikerjakan di rumah mak, biasanya aku meminjam sementara laptop kepunyaan teman kerjaku. Malamnya digunakan, keesokan harinya dikembalikan. Seperti itulah. Itupun terjadi hanya beberapa kali. Selagi bisa dihandle dari gawai ya, langsung dikerjakan saja. Namun kalau berhubungan dengan data-data. Maka meminjam laptop adalah jalan ninja.


Terima kasih, duwii...


Yang biasanya perlu menggunakan laptop mendadak itu ketika ada data yang harus diinput oleh suami. Atau aku yang tiba-tiba mendapat job artikel baru, atau deadline malam itu. Mau nggak mau perlu laptop yang layarnya jauh lebih luas dan bisa membuat pekerjaan jadi lebih terselesaikan. 


Kok nggak dikerjakan sebelum ke Balung?


Kadang kala sudah dicicil dari jauh-jauh hari, tapi mood dan ide baru terkumpul menjelang jam-jam kritis. Jadi ya bagaimana caranya supaya bisa terselesaikan pekerjaan. Meminjam laptop nggak papa, asalkan dikembalikan tepat waktu, dan jangan sampai lupa oleh-oleh untuk yang meminjami perangkat yang membuat kita menyelesaikan pekerjaan tersebut.


Seperti mendapat durian runtuh. Ketika sudah lama menahan rasa yang tidak bisa diungkapkan ketika memakai laptop dengan 1 layar monitor yang terdiam selalu di atas meja. Ada sebuah kabar bahagia yang tiba-tiba datang. Aku mendapatkan arisan. Ya, lumayan untuk bisa membeli laptop. Dan benar, uang yang didapat sangat cukup untuk membeli laptop baru sebagai penunjang mobilitas antara aku maupun suami.


Alhamdulillah, setelah sekian lama bersabar, ternyata Dia memberikan waktu yang tepat untuk kami bisa memiliki perangkat penunjang dalam bekerja ini. 


Dari situlah kami mulai mencari-cari referensi laptop dengan spesifikasinya. Tentunya dengan budget yang kami miliki. Walaupun saat itu uang belum di tangan. Tapi setidaknya daftar laptop yang diincar berdasarkan spesifikasi dan keunggulannya sudah di kantongi. Begitu uang didapat, tinggal dieksekusi.


Beruntung banget bisa bertanya kepada salahsatu teman blogger yang memang blognya membahas mengenai laptop ataupun gawai tersebut. Mas Ditya namanya. Dengan bantuan beliau, akhirnya saya bisa menemukan mana laptop yang saya butuhkan dan incar.


Tapi sebelumnya, Mas Ditya yang memberikan kandidat berdasarkan kebutuhanku untuk desain grafis tentunya. Dari 3 kandidat, aku senang banget karena ada satu brand incaran aku sejak sekian lama ingin kumiliki. Tidak disangka-sangka dengan budget 6 juta bisa memiliki barang satu ini.


Setelah menunggu lama, tibalah waktu arisan tiba. Senang dan bersyukur tentu saat uang sudah di tangan. tapi yakin kalau uang ini tidak bertahan lama karena bakalan digunakan untuk membeli laptop. Benar. Kurang dari satu minggu setelah mendapatkan uang tersebut. Aku dan suami pun mulai mendiskusikan laptop mana. Selisih harga dan spesifikasi sangatlah dikit. Tapi keputusan kami, lebih tepatnya aku yang memilih untuk membeli laptop incaranku tersebut.

Alhamdulillah akhirnya bisa berjumpa dengan pujaan hati Laptop Asus ViboBook M415DAO 

Ya, alhamdulillah aku memilih satu kandidat yang telah diberikan oleh Mas Ditya yang tentunya juga aku sudah menyampaikan kepada suami kenapa memilih laptop ini, ya. Walaupun tetap ragu. Iya apa nggak memilih laptop ini. Sempat membuat voting di Twitter, dan survei paling banyak brand incaranku. Ya sudah, dengan tekad bulat akhirnya hari itu kami memutuskan membeli laptop Asus Vivobook M415 dengan Processor AMD Ryzen yang dapat menunjang kegiatan desain grafisku. Khususnya untuk mengerjakan Coreldraw ataupun Adobe Photoshop.


Mengenai keseluruhan kandidat berdasarkan spek dan budget yang diberikan Mas Ditya Pandu pemilik blog Tuxlin.com dan Laptophia.com, adalah:

- Acer Aspire 3 Slim A314-22 – Ryzen 3-3250U SSD 512GB – RAM 8GB seharga Rp. 6.099.000

- ASUS VivoBook 14 M415DAO -  Ryzen 3-3250U 8GB SSD 512GB seharga Rp. 6.579.000

- Acer Aspire 5 A515-45 AMD Ryzen 3-5300U DDR4 8GB 512GB seharga Rp. 7.125.000

-    HP 14-ep0088tu/89tu i3-N305 512GB SSD 8GB Win11+OHS - Silver harganya Rp. 6.375.000


Alhamdulillah, terima kasih tak terhingga pada Allah SWT yang mana buah dari kesabaran kami bisa terbayarkan saat ini. Terima kasih juga pada diri dan suami yang mampu bertahan hingga sejauh ini dengan piranti yang ada. Terima kasih juga untuk Duwi yang dengan senang hati meminjamkan laptop yang biasanya digunakan untuk menonton film tersebut.


Anyway, terima kasih juga sobats karena sudah membaca artikel ini dari awal hingga akhir. Jangan sampai berhenti bermimpi atau menuliskan wishlistmu. Kalau saja hari ini belum tercapai, bisa jadi tahun depan wishlistmu terkabulkan. 


Semoga artikel ini memberikan inspirasi untuk yang membacanya. Jangan lupa tinggalkan komentar kalian. Sampai jumpa pada artikel berikutnya.

~blessed

Kr. Rohmah


NB. Laptop lama tetap digunakan ketika kita saling membutuhkan. Ada kemungkinan juga akan diperbaiki dan diganti layarnya sehingga tetap bisa digunakan tanpa layar monitor tambahan.



9 komentar

Terima kasih sudah membaca dan berkunjung kemari.
Salam kenal, jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya, supaya bisa berkunjung balik. Hhee. ^_^
  1. Soal laptop memang enggak ada habisnya, satu kerusakan dibenahi enggak lama kemudian muncul kerusakan lainnya. Apalagi pekerjaan sepenuhnya butuh dan biaya perbaikan ini agak menguras kantong, belum lagi lamanya. Memang perlu pandai memilih laptop yang tepat ini. Terima kasih sharingnya!

    BalasHapus
  2. Wah mantap perjuangannya pas pakai laptop lama. Akhirnya bisa bekerja lebih nyaman dengan laptop baru. Semoga laptop barunya ini awet dan sesuai kebutuhan ya, Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huhuhu, beruntung banget bertemu Mas Ditya yang dengan senang hati membagikan ilmunya untuk memberikan kandidat sesuai kebutuhan laptop yang aku maksud, mas. Berkah selalu untuk Mas Ditya ^_^

      Hapus
  3. Alhamdulillah mbak. Ikut senang karena akhirnya bisa beli laptop yg sesuai dengan kebutuhan dan menunjang pekerjaan.
    Aku juga pengen beli laptop lagi nih. Yg layarnya touchscreen hihihi. Biar bisa nggambar juga di laptop.

    BalasHapus
  4. saya juga nih sedang mengalami hal serupa (walau laptopnya masih bisa digunakan), layar laptop mulai bergaris kehitaman. huhuhu rasanya masih agak berat mau gantii karena saat ini kami sedang membutuhkan biaya besar untuk bangun rumah

    BalasHapus
  5. Disini makna kesabaran bener-bener dibuktikan ya..
    Aku pun pernah mengalami laptop yang biasa aku pakai mendadak ngambek. Tapi aku uda tau banget sih, penyakitnya kaya gini kalau baru dinyalain. Jadi terbiasa dengan cara kerja yang lambat, aku kudu banyak-banyak stok sabar dan sesekali mengeluh ke suami ((KODE)).
    Wkkw~

    Alhamdulillah,
    Karena sudah mendapatkan sang pujaan hati, Ma.
    Semoga semakin produktif, dilimpahkan kebahagiaan yang berlipat dan keberkahan.

    BalasHapus
  6. Oh harganya juga terjangkau meski udah lengkap fitur seperti yang diinginkan ya. Aku jadi kepo deh dengan Asus yang seri Vibobook M415. Laptop ku yang sekarang juga aku beli tahun 2015 tapi kondisi baru. Meski agak lemot tapi masih bisa untuk nulis. Kalo desain gambar ya aku pakai ponsel aja lah

    BalasHapus

Chingudeul