‎ ‎
personal lifestyle blogger jember

Ketika Anak Melakukan Satu Kesalahan dan Mendapatkan Dua Sanksi

saat anak melakukan satu kesalahan dan mendapat dua sanksi

Bismillaahirrohmaanirrohim

Halo sobats, pernah nggak menjumpai anak yang ketika mengalami kesalahan, selain mendapatkan sanksi di tempatnya membuat kesalahan, bisa-bisa dia juga mendapat sanksi kedua saat bertemu orangtuanya. Semisal saat terlambat datang ke sekolah, kemudian dia mendapat hukuman dari gurunya. Sedangkan, ketika sampai rumah. Eh, malah kena omel lagi dia. Padahal niat ingin bercerita dengan orangtuanya saja.


Kejadian yang seperti ini kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari bukan? Apabila hal seperti ini terjadi secara berulang. Maka, hati sang anak yang harusnya diperkuat justru dihancurkan dengan perkataan ibunya. Padahal anak kadang hanya butuh diberikan sandaran untuk mengurangi kegundahan. Bukan malah berupa omelan panjang setelah dia mendapatkan sanksi saat di sekolah.



Nah, apakah dampak yang akan terjadi pada anak kemudian? Bisa jadi anak tidak merasa baik-baik saja. Bahkan ada kemungkinan dia merasa berkurang rasa hormatnya kepada orangtua. Lebih-lebih lagi, saat anak mendapatkan masalah atau kesalahan, dia tidak akan pernah mau menceritakan atau curhat kepada orangtuanya.


Mengapa hal ini bisa terjadi? Mengapa anak enggan bercerita kembali kepada orangtua saat dia mengalami kesulitan?

Yuk, kita simak aja deh berikut ini alas an dan kemungkinannya:


1. Dipatahkan oleh realita

Hal ini disebabkan karena niat awal anak untuk bercerita dan mendengarkan curhatnya saja supaya lebih tenang, eh kok justru sebaliknya. Malah dapat omongan tidak mengenakkan dari orang sekitar.


2. Memberi nasihat saat diperlukan

Harusnya setelah dia mendapat sanksi dari sekolah, anak harusnya bisa lebih bijak untuk tidak memberikan ragam nasihat panjang dari anak. Sebab, ketika di mendapat hukuman dari perilakunya, kemudian dia muncul lagi untuk bersenang-senang dan kembali ke orangtuanya


3. Bentuk emosi yang tertahan

Adakalanya ketika orangtua memberikan respon berupa nasehat panjang untuk anak dari kesalahan yang telah diperbuatnya dikarenakan bentuk emosi orangtua yang kadang saat memberikan nasihat, anak tak mendengarnya.


Lalu, Langkah seperti apa yang seharusnya orangtua ambil jika anak mendapati bahwa dia telah melakukan kesalahan dan juga sanksi atas perbuatannya? untuk menunjukkan kepedulian orangtua terhadap masalah anak, maka Langkah yang perlu diambil adalah dengan menunjukkan empati pada anak serta fokus terhadap apa yang disampaikan dengan mendengarnya secara seksama dan fokus tanpa menyela cerita mereka. 


Begitu orangtua ingin memberikan nasehat, sebaiknya meminta izin kepada anak terlebih dahulu. Meski begitu, pastikan untuk menyampaikan nasehat yang lebih ringkas namun padat. Asalkan pesan yang disampaikan juga bisa diterima anak. 


Sebab, dengan orangtua berempati pada perasaan yang diliputi anak akibat kesalahannya tersebut, membuat mereka merasa tenang ketika bercerita pada orangtuanya. Sehingga nantinya anak juga bisa lebih mudah belajar dari kesalahan yang telah diperbuatnya.


Jika sobats, apakah pernah mendapati kejadian yang demikian kah? Kalau iya, boleh banget berbagi kisah kamu di kolom komentar yang telah disediakan, ya. Semoga informasi yang berkaitan dengan parenting ini bermanfaat. Terima kasih sudah membaca dan berkunjung di artikel ini. Sampai jumpa pada tulisan selanjutnya.


~blessed

Khoirur Rohmah


1 komentar

Terima kasih sudah membaca dan berkunjung kemari.
Salam kenal, jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya, supaya bisa berkunjung balik. Hhee. ^_^
  1. Bener banget, sering menjumpai anak yang di sekolah sampai di rumah mendapat hukuman dan kemarahan dari orang tua, bahkan ada yang karena tidak bisa meraih prestasi di sekolah malah dimarahi di rumah. Padahal tempat anak pulang dan mengadu adalah orang tua, tapi justru banyak anak yang takut menghadapi orang tuanya karena hal itu. Hemm sebagaii orang tua tentu perlu mengerti dan mengatasi hal itu. Terima kasih sharingnya!

    BalasHapus

Chingudeul