‎ ‎
personal lifestyle blogger jember

Menu Berbuka Terfavorit Keluarga - Sederhana dan Segar

menu berbuka terfavorit keluarga

Bismillaahirrohmaanirrohim

Halo sobats, gimana nih puasanya? Masih pada semangat kan? Apakah sudah mengalami tantang yang dar der dor di awal puasa ini? Semoga apapun yang tengah kita hadapi di bulan puasa ini memberikan keberkahan untuk semua. Khususnya untuk diri sendiri. By the way untuk buka puasa di hari ini menunya apa? Apakah kamu punya menu berbuka favorit? Kalau aku ada, sih.

Ngomongin soal menu berbuka puasa, di bulan ramadan tahun ini, aku sudah menegaskan kepada suami dan juga adik, untuk menu makanan dan takjil sebisa mungkin sederhana, tapi bisa mengenyangkan perut dan meluruhkan dahaga selama seharian puasa. 

Syukurlah dua lelaki di rumah pada menyetujuinya. Sehingga aku sebagai tim manajemen yang mengatur menu apa aja, juga bagian eksekusi masakan, dibantu suami juga, kadang kala gantian adik di bagian perdapuran. Kakaknya santai gegoleran menunggu kumandang adzan. Karena emang dia menawarkan diri. Jadi kami hanya mempersilakan, sambil lanjut rebahan. Alhamdulillah. Terima kasih adik.

Menu Berbuka Terfavorit Keluarga

Keluarga di sini apakah aku harus menyebutkan secara detail? Ahh,... sesuai keadaan sebenarnya saat ini ya. Dengan personil yang apa adanya. Sebab, keluarga yang aku alami ada berbagai transisi. Mulai dari:

- Keluarga yang saat itu aku waktu kecil

- Keluarga saat bareng sama kakak laki-laki dan mak nyak

- Keluarga saat aku sama mak nyak aja

- Keluarga saat bareng mertua, suami, dan adik

- Keluarga saat bareng suami, dan adik

Daripada tulisan ini melebihi kapasitas, dan lagi pengen lanjut nulis tema berikutnya. Maka aku putuskan untuk menulis menu buka terfavorit keluarga saat ini. Ya, sesuai kondisi di masa kini.

1. Sayur Bening Daun Kelor atau Daun Katuk

Apapun lauknya, kalau sayurnya dari dua pilihan ini. Kami bisa aja tergiur mengambil kuah dan menambah sedikit nasi setelah sesi pertama habis tak bersisa. Soalnya, sayuran ini mampu menembus dahaga tenggorokan yang sejak siang dirasakan. Ditambah dalam keadaan hangat, soalnya sayurnya tidak boleh dipanaskan. Jadi bikinnya dadakan.

Pernah waktu di hari puasa ke berapa gitu. Suami sampai bilang, enak sayurnya. Saat itu aku lagi di rumah sakit menemani ponakan. Tapi sebelumnya udah siapkan kuahnya beserta bumbu. Jadi nanti adikku kupasrahi buat masukkan kelor menjelang buka puasa. Aku juga sertakan tatacaranya. Kuahnya didihkan terlebih dahulu, matikan kompor, baru masukkan kelornya. 

Kebetulan kalau sayur daun kelor sama daun katuk ini, untuk lauknya sering aku sandingkan dengan cakalang suwir, atau nggak tempe atau tahu aja. Mau ditambah sambal juga bisa. Tapi cuma lauk sama sayur aja, sudah enak banget. Ya! sederhana namun segar di tenggorokan. Alhamdulillah.

Beruntung banget di belakang rumah dua tanaman ini tumbuh dengan melimpah. Jadi aku bergantian saat mau masak sayur bening ini. Bahkan bukan saat berbuka puasa aja. Kadang waktu sahur aku juga masak lagi sayur yang sama. Aku cukup menyediakan daunnya saat sore hari. Menjelang malam hari, baru masak lagi. triknya juga sama. Aku siapkan kuah dan bumbunya. Daunnya nanti yang masukkan, giliran suami saat sahur.

2. Nasi Padang

Jujur kalau menu berbuka satu ini adalah menu tambahan supaya bisa muncul subheading di artikel ini. Hehehe. Karena menu ini tidak termasuk menu sederhana dan segar. Melainkan menu makanan yang berat ya, hahahaha. Tapi karena ponakanku di awal masuk rawat inap pengen makan nasi padang, tapi lagi dipasang infus, jadi diketawain lah sama perawat, dan ibunya termasuk aku. 

Begitu ponakanku diperbolehkan pulang dari rumah sakit, langsunglah aku melipir ke warung nasi padang terdekat. Bersamaan hari itu, aku makan di rumah kakakku dan diberikan tugas membeli menu berbuka puasa yang tak lain adalah nasi padang. 

Sedangkan suamiku setelah mengantarkanku ke rumah sakit, juga meluncur untuk mencari warung nasi padang. Jadi di hari ponakanku balik setelah rawat inap. Menu berbuka puasanya Nasi Padang semua. Untungnya aku masak nasi lebih, khawatir mau nambah, bingung nasinya. Soalnya bumbu lauk di nasi padang juga berlimpah, bisa dipastikan akan ada godaan untuk nambah nasih.

Menu Berbuka Puasa Hari ini

Kebetulan tadi saat sahur aku sudah bikin menu makanan yang cukup banyak. Jadi bisa untuk berbuka puasa lagi. Menu yang aku masak tadi adalah Ayam Songkem. Jadi daging ayam yang sudah dibaluri tepung maizena dituangi bumbu seperti cabe, bawang merah, bawang putih, yang sudah dihaluskan, diberi terasi dan minyak panas. Lalu dikukus. 

Karena daging ayam songkem masih tersedia, maka menu berbuka kami hari ini adalah yang ada dulu. Dihabiskan terlebih dahulu supaya saat sahur nanti menu makanannya juga berbeda. Tidak perlu khawatir, aku juga sudah mempersiapkan menu yang tepat setelah ayam songkem ini. Yap, betu. Tidak lain adalah sayur daun katuk. Hehehe.

Penutup

Namun yang pasti, untuk ragam menu berbuka puasa apapun itu, takjilnya cukup mengunyah kurma sudah lebih baik. Bahkan dengan takjil sederhana ini dapat memberikan tambahan tenaga baru setelah adzan maghrib berkumandang. 

Dari dua menu berbuka terfavorit keluarga yang bisa dikatakan lebih fleksibel dan cenderung santai terkait persoalan berbuka puasa dan sahur ini, dalam rangka. Yang penting perut sudah dipenuhi haknya, dan tidak melebih batas seharusnya, dan usahakan untuk makan secukupnya. 

Kalau kamu, apakah punya menu berbuka terfavorit di keluarga? Boleh dong dibagikan di kolom komentar, ya. 

Terima kasih telah membaca dan berkunjung di artikel ini. Sampai jumpa di artikel berikutnya.

~Tabik

Rohmah


"Challenge Menulis IIDN"

Lebih lamaTerbaru

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca dan berkunjung kemari.
Salam kenal, jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya, supaya bisa berkunjung balik. Hhee. ^_^

Chingudeul