‎ ‎
personal lifestyle blogger jember

Tetap Produktif saat Ramadan : Level Up di Bulan Berkah

tetap produktif saat ramadan

Bismillaahirrohmaanirrohim

Hai sobats... Jumpa lagi sama aku yang lagi kejar target untuk menulis artikel ini. Hahaha... Di hari pertama sampai kelima aku rutin menuliskan artikel setiap hari satu tulisan. Begitu memasuki hari keenam, sudah bingung membagi waktu untuk menulis artikel. Tapi tenang, aku selalu mengusahakan apa saja yang sudah aku mulai. Termasuk Tantangan Menulis dari IIDN.

Sepertinya judul artikel ini mirip dengan artikelku sebelumnya. Namun di tulisan ini aku hanya ingin membagikan pengalamanku dalam mengarungi bulan Qur'an ini dengan kegiatan-kegiatan yang aku rasa produktif. Bahkan bisa dikatakan di bulan ini aku pengen bisa mengerjakan hal-hal yang seimbang. Antara ibadah yang aktivitas harian, gitu. 

Walau demikian, pasti balik lagi ke, REALITA..... Tapi sejauh ini, aku tetap on record selama ramadan menjalankan target yang sudah aku tetapkan. Dan berikut hal-hal yang bikin aku tetap produktif di bulan ramadan tahun 2026 ini.

Yang Aku Lakukan untuk Tetap Produktif Saat Puasa

Berikut ini aku akan bagikan beberapa hal yang aku lakukan selama ramadan yang memasuki hari ke-7 ini dengan hal-hal positif yang tentunya bakalan ngaruh ke diri sendiri untuk tetap bisa produktif saat ramadan. Di luar hal-hal tak terduga ya.

1. Bergabung di Komunitas yang Support untuk Produktif saat Ramadan

For your information, aku bergabung dengan sebuah komunitas yang fokus utamanya untuk self improvement dan self development yang mayoritas anggotanya didominasi dengan Gen Z. Ada Gen Milenial, tapi mungkin bisa dihitung dengan jari.

Nah, kebetulan komunitas ini juga menjual template atau tracker list spesial Ramadan. Jadi ada sheets khusus yang di dalamnya terdapat beberapa bagian kaitannya dengan ibadah dan aktvitas harian kita selama ramadan berlangsung. Aku pun ikut membeli.

Nama komunitas ini adalah Produktifyuk.id. Kalau dari namanya saja sudah terlihat ya, identitas komunitas ini akan membuat orang-orang di dalamnya supaya bisa tetap produktif, dalam keadaan apapun. Termasuk ketika ramadan tiba.

Karena aku sudah membeli template khusus ramadan, maka aku mendaftar untuk kegiatan mereka di bulan berkah ini. Mulai dari 10 Days Subuh Warrior, The 30 Days Project - Menjemput Berkah Ramadan, dan 10 Days Qur'an Journaling. 

Berhubung aku sudah komitmen ingin hunting banyak pahala di bulan berkah. Maka aku dengan kesadaran penuh mendaftar di 3 kegiatan produktif tersebut. Yeayy. Maruk!!! Biar. 

Mumpung Allah obral banyak pahala besar di bulan Al-Qur'an ini.

2. Usahakan untuk Tetap Sahur

Ini adalah bekal dan amunisi supaya seharian penuh bisa imbang untuk ibadah dan aktivitas. Tips supaya tetap produktif anti loyo, walaupun pagi hari biasanya sih harus setor ya, maksudnya buang hajat. Hahaha. Tapi alhamdulillah sejauh ini, aku mempersiapkan makanan untuk sahur dengan antusias. Aku yang bikin menu sahur, nanti suami tinggal melanjutkan saat sahur. 

3. Tetap Terjaga Setelah Sholat Subuh

Dulu mungkin, lebih tepatnya saat remaja aku tuh kerap kena godaan tidur setelah subuh. Dan itu bangunnya bikin nggak enak. Kurang nyaman aja bawaannya. Jadi selain karena ikut challenge dari Komunitas Produktifyuk dengan 10 Days Subuh Warrior, aku memang bertekad, supaya bisa tetap terjaga setelah sholat subuh.

Karena begitu selesai sholat subuh, aku bisa melakukan beragam aktivitas produktif yang dapat menunjang diriku bisa level up. Lebih utama dalam hal ibadah, ya. Seperti: baca Al-Qur'an, baca buku, journaling, meditasi, olahraga, dengerin podcast, dan masih banyak lainnya. 

Jadinya lebih banyak untungnya ketika terjada setelah subuh.

4. Olahraga Sebelum Buka Puasa

Sebenarnya aku menuliskan ini dalam rangka mengingatkan diri sendiri. Soalnya selama bulan ramadan, aku belum olahraga. Tapi kalau di pagi hari aku usahakan sih, walau hanya jalan-jalan aja. Kalau untuk sebelum buka puasa, lebih ke olahraga senam sama rencana mau melebarkan sayap olahraga pakai barbel. Supaya lebih banyak mengurangi lemak dalam tubuh. Semoga bisa tercapai ya. Doakan.

5. Istirahat Cukup

Jujur, aku lebih sering tidur di pagi hari sekitar jam 09:00 sampai jam 12:00. Ini jam-jam rawan yang bikin kepala terkantuk-kantuk. Soalnya aku hampir tiap hari tidur jam 00:00 dini hari. Ya, aku belum berhasil tidur maksimal jam 23:00. Poor me T_T.

Tapi yakinlah, walau tidurnya di dini hari, aku masih tetap tenang dan responsif saat waktunya sahur tiba. Karena aku sudah pastikan afirmasi positif sebelum tidur. Aku tidak ingin merusak pagi hari, saat awal aku menatap hari esok dengan perasaan yang resah dan marah.

Jadi kupastikan untuk istirahat secukupnya. Pokok kalau udah ngantuk, aku pasti tidur. Gitu aja. Selagi masih terjaga, aku mengerjakan apa  yang menjadi tanggung jawab dan tugasku. 

6. Buka Puasa Secukupnya dan Ikut Sholat Tarawih

Aku berusaha untuk menahan diriku supaya tidak kalap saat buka puasa. Walau kadang menu sederhana aja sukses bikin aku tergoda untuk mengambil menu makanan kedua kalinya. Untuk itu, aku selalu mengingat-ingat hal-hal apa yang aku kerjakan malam itu. Aku pun mengingat lagi, kalau buka puasa dengan kalap, dampaknya apa. Pun sebaliknya. Dan alhamdulillah, it works.

Jujur selama buka puasa aku juga tidak menyiapkan takjil seperti es, dan lain-lain. Aku ikhtiar supaya lebih meringankan tubuh untuk tetap bergerak, setelah selesai berbuka. 

Sebuah alasan bagi diriku supaya saat berbuka puasa tetap bisa stabil ambil makanannya. Supaya ketika sholat tarawih, bisa lebih fleksibel dalam bergerak mengikuti rangkaian sholat di tiap rokaatnya. Sudah pernah kejadian sekali aja ya. Karena mungkin perut udah kenyang, jadi ketika sholat tarawih, gerakannya jadi lebih lambat. Bahkan tetanggaku juga mengalami hal yang sama.

Intinya kacamata mama udahlah. Bukan ya... Intinya tetap bisa kontrol dan tahan diri sendiri, supaya tidak berlebihan saat buka puasa.

7. Ikut Tantangan Menulis IIDN

Bagian ini juga harus ditulis. Sebab, dengan tantangan yang diberikan oleh komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis. Mau tidak mau aku harus bisa menghasilkan tulisan untuk tema harian yang harusnya diposting setiap hari. Tapi aku kadang suka merapel sih. Cuman yang pasti, kegiatan ini bikin aku juga tambah semangat, supaya artikel di blog aku juga terisi dengan konten organik. Terima kasih untuk tantangan menulisnya IIDN.

Penutup

Apapun kegiatan positif selama ramadan ini, tentunya bakalan membawa keberkahan dan akan dicatat sebagai amal kebaikan. Selagi hal yang dilakukan membawa kebermanfaatan. Baik itu untuk diri sendiri, maupun lebih-lebih untuk orang lain.

Semoga artikel yang aku tulis berkaitan dengan kegiatan produktif saat ramadan untuk meningkatkan diri dalam menjemput keberkahan di bulan Al-Qur'an ini, bisa bermanfaat ya. 

Terima kasih telah membaca dan berkunjung di artikel ini. Sampai jumpa pada tulisan berikutnya. 

~Tabik

Rohmah

"Challenge Menulis IIDN"

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca dan berkunjung kemari.
Salam kenal, jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya, supaya bisa berkunjung balik. Hhee. ^_^

Chingudeul