Berikut Hal-Hal Yang Perlu Kamu Lakukan Sebelum Jual Rumah ‎

Minggu, 07 Juni 2020

Kabupaten Jember, Jawa Timur, Indonesia
pentingnya hal berikut sebelum jual rumah


Bismillaahirrohmaanirrohim
Halo sobats, kali ini aku ingin membagikan salahsatu pengalaman atasan aku saat akan ‎menjual rumahnya yang dulu dibeli hanya modal iseng untuk investasi properti di saat masa-‎masa awal berdiri perusahaan yang mana nilainya belum sefantastis seperti sekarang. Hingga ‎akhirnya di tahun 2000 properti tersebut dinyatakan akan dilepas, atau dijual.‎


Mengapa di jual? Ya mungkin ada alasan tertentu yang membuat rumah bertingkat dua itu di ‎jual. Sebelumnya sih, sudah pernah dikontrakkan. Tapi, karena nggak diperpanjang lagi masa ‎kontraknya sama penghuni rumah tersebut. Kemudian kosong beberapa tahun, dan akhirnya ‎diputuskanlah bahwa rumah itu perlu untuk dijual. Sebagai keputusan akhir.‎

Dimulailah itu beberapa strategi yang selanjutnya dilakukan sebelum jual rumah supaya cepat ‎laku dan dilirik oleh calon pembeli rumah milik atasan tersebut. Nah, berikut ini adalah hal-hal ‎yang udah dilakukan oleh atasanku, termasuk cara ini berlaku juga untuk kamu yang akan ‎menjual rumah ya. so Let’c check this out, sobats: ‎

Hal - Hal yang Harus Kamu Lakukan Saat Akan Jual Rumah


‎1. Pastikan Keputusan untuk Jual Rumah Sudah Jelas

Maksudnya nggak plin-plan semisal detik ini sudah diputuskan untuk menjual rumah. Kemudian, ‎esok hari berubah pikiran karena satu atau lain hal. Begitu pun yang sudah aku jelaskan di atas, ‎alasan atasanku menjual rumah juga sudah jelas, supaya uangnya dapat diputar untuk ‎berbisnis. Sehingga, begitu selesai dirembuk bersama keluarga, selanjutnya barulah menyusun ‎strategi dalam pemasaran pa rumah cepat laku.‎

‎2. Memperbaiki Rumah Yang Akan Dijual dari Hal Terkecil Sekalipun‎

Namanya rumah yang akan dijual, dan sebelumnya sudah pernah dipergunakan oleh orang lain, ‎tentu kondisinya masih kurang menarik perhatian, ya kan. Nggak mungkin deh kalau memang ‎udah niat jual rumah tapi kondisi rumah apa adanya, misal ada pintu kamar yang udah rapuh ‎dan nggak layak, atau genteng yang bocor, misalnya. Terus lagi cat di dinding yang pudar, kayu ‎rapuh.‎

Jadi, pemilik rumah yang akan menjual perlu melihat lagi, sedetail mungkin bagian mana saja ‎yang perlu direnovasi, supaya saat dipasarkan tidak terlihat cacat ketika calon pembeli melihat. ‎Karena hal ini juga berpengaruh akan ketertarik mereka terhadap rumah yang dijual.‎

Hal ini pun juga sudah dilakukan oleh atasanku. Beliau melihat kondisi rumah seperti apa, dari ‎luar dan dalam, yang selanjutnya mengirim orang yang benar-benar mengerti dalam ‎memperbaiki interior dan ekseterior rumah, dalam hal ini tukang. Supaya rumah juga layak ‎jual lah. Dan pemilik emang benar-benar niat untuk jual rumahnya.‎

‎3. Menentukan Harga Jual Rumah Sesuai Nilai Pasar‎

Nah, begitu rumah udah siap dilaunching, baru deh ditentukan kisaran nilai berapakah yang ‎perlu diajukan untuk calon pembeli supaya dapat meminang rumah tersebut. Dan saat akan ‎menentukan harga jual rumah, pastikan jangan dahulukan emosi. Supaya mampu melihat ‎berapa sih nilai rumah yang wajar saat dipasarkan. Biar nggak terlalu murah, dan nggak juga ‎kemahalan. Hal ini bisa dilihat dari berapakah nilai rumah yang ada di sekitar lokasi di jual ‎tersebut melalui internet.‎

Atasanku juga mempraktikkan hal ini. Jadi, awalnya emang dipatok dengan harga di atas ‎‎100juta, kemudian karena mungkin dirasa terlalu tinggi nilainya, akhirnya di turunkanlah harga ‎tersebut. Dan syukurlah ada calon pembeli yang tertarik. Hal ini nggak langsung ya, perlu ‎menanti beberapa waktu setelah diposting ulang iklan jual rumah tersebut.‎

‎4. Siapkan hal-hal yang Berkaitan dengan Proses Penjualan Rumah

Hal ini bisa dilihat informasinya melalui internet, seperti surat tanah, hingga dokumen penting ‎lainnya yang berkaitan dengan rumah tersebut. Jadi, sewaktu-waktu ada calon pembeli datang ‎untuk membicarakan pembelian, dokumen sudah tertata rapi.‎

‎5. Memasarkan rumah melalui situs penjualan properti

Setelah poin-poin di atas terpenuhi, barulah trik terakhir yang harus digencarkan lebih sering. ‎Yaitu pemasaran. Memasarkan properti tidak hanya dengan menuliskan “Rumah Dijual” ‎dengan membubuhkan nomor telepon di bawahnya, yang mana digantung di depan rumah ‎yang akan dijual itu. Supaya sewaktu ada orang yang lewat situ tertarik, dan ingin membeli ‎dapat langsung menghubungi nomor yang dimaksud.‎

Nah, kalau hanya mengandalkan cara tersebut, tentu akan membutuhkan waktu lama bagi ‎calon pembeli dapat menemukan rumah itu. Oleh karenanya, perlu pemasaran dengan ‎mengunggah beberapa gambar dari interior dan eksterios rumah yang akan dijual melalui ‎beberapa portal properti. Dan kamu dapat mencari portal tersebut melalui internet ya. Karena ‎ada banyak portal properti terpercaya yang dapat memasarkan rumah yang akan dijual, ‎dengan memberikan informasi terkait luar dalam rumah, seperti ukuran, ada berapa kamar, ‎dan lain sebagainya.‎

Sebisa mungkin untuk menyebar pemasarannya ke berbagai situs jual beli properti. Supaya ‎terjaring untuk calon pembelinya lebih cepat. Hal ini juga yang dilakukan atasanku dengan ‎mengunggah gambar rumah di portal properti dan selalu cek informasi apakah ada calon yang ‎tertarik untuk membeli rumah tersebut. Dan alhamdulillah ada yang tertarik.‎

‎6. Memastikan Calon Pembeli Benar-Benar Membeli

Supaya nggak diPHP sama calon pembeli, alangkah lebih baik jika membuat perjanjian hitam di ‎atas putih. Supaya kedua belah pihak juga tidak dirugikan satu sama lain. Jadi hal tersebut ‎menandakan kalau calon pembeli benar-benar berniat untuk membeli rumah tersebut. ‎Lagipula dokumen untuk rumah yang akan dijual juga sudah lengkap ya kan. Daripada ‎menunda-nunda, memang perlu surat perjanjian jika ada calon pembeli yang beneran ingin ‎membeli rumah itu.‎

‎7. Memberikan Informasi Pemilik Rumah Apabila ada Calon Pembeli

Ini adalah cara terakhir yang diterapkan atasanku. Jadi dia mempercayakan salahsatu warga ‎yang ada disekitar rumahnya yang akan dijual tersebut dengan menginformasikan, apabila ‎sewaktu-waktu ada yang menanyakan rumahnya itu, orang kepercayaannya bisa langsung ‎memberitahukan kepada atasanku. Walau hanya sekadar tanya-tanya.‎

Nah, di atas adalah 7 hal yang perlu dilakukan sebelum jual rumah, entah itu jual rumah jakarta, atau jual rumah di manapun lokasinya. Pastikan jika poin-poin di atas dapat ‎diperhatikan terlebih dahulu sebelum menjual rumah.‎

Semoga artikel yang aku bagikan kali ini, yang mana berdasarkan pengalaman dari atasanku ‎juga saat akan menjual rumah beliau tersebut dapat bermanfaat juga buat kamu yang tengah ‎membutuhkan informasi ini. ‎

Terima kasih sudah membaca dan berkunjung di artikel hal-hal yang perlu dilakukan sebelum ‎jual rumah, jangan lupa untuk tinggalkan komentar kamu, ya. Feel free to drop your ‎comments.‎

‎~Blessed‎
Khoirur Rohmah

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca dan berkunjung kemari.
Salam kenal, jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya, supaya bisa berkunjung balik. Hhee. ^_^

Copyright © Fastabiqul Khoirots. Blog Design by SkyandStars.co