Minggu, 13 Maret 2022

‎40+ Pertanyaan yang Perlu Kamu Diskusikan dengan Pasangan Sebelum Menikah

 

Things to Discuss Before Married - Bismillaahirrohmaanirrohim, hai sobats. Baru-baru ini aku ‎kecanduan banget dan terngiang-ngiang sama soundtrack yang sering beredar di media sosial, ‎yang bunyinya seperti ini, “Adek… Cinta tak selamanya indah, dek”… yang biasanya digunakan ‎untuk video sepasang anak muda yang sedang dimabuk asmara, atau katakanlah bucin gitu, ‎dalam artian belum menikah loh. Lalu dalam hati berkata, “Emang nggak pernah jatuh cinta ‎dan bersikap hal yang sama?”, dan refleks tertawa sendiri.‎


Emang sih, saat sedang jatuh hati dengan seseorang yang terjalin melalui sebuah hubungan ‎yang bernama pacaran atau tidak, selalu terbayang, seperti, “Andaikan nanti menikah, setiap ‎hari akan begini, bisa melakukan ini, saling bertukar ini, itu, dan endebre”. Seakan-akan saat ‎menikah hal-hal indah akan menjadi sebuah kenyatan sesuai yang diinginkan. Padahal, cinta ‎nggak semudah itu, adek... apalagi sampai terbawa ke pernikahan.‎


‎”Paling udah pernah ngalamin gitu juga yaa...” hahaaa, ketawa evil


Makanya bilang gitu juga karena udah jadi alumni yang bucin sama pasangan pra menikah. ‎Sehingga bisa bilang begini deh. Hehehe.‎


Ya, menikah tidak segampang itu. Apa yang kamu bayangkan tidak selalu berjalan sesuai ‎keinginan ketika menuju gerbang pernikahan.‎


Nah, daripada ngebet pengen nikah supaya dapat terwujud apa yang jadi angan-angan, ‎sebaiknya kamu diskusikan aja pertanyan-pertanyaan dari berbagai sektor ekonomi, agama, ‎keluarga, prinsip, dan lain-lain sama pasangan, deh. Nanti kamu bisa tahu, akan lanjut ‎hubungan, atau putus di tengah jalan dengan baik-baik tentunya ya.‎


Karena pernikahan bukan sebatas duduk di atas pelaminan bagaikan raja dan ratu sehari ‎semalam. Pernikahan adalah sebuah ibadah terpanjang. Harus dipersiapkan dengan matang-‎matang. Better, yuk di simak aja 10+ hal-hal yang perlu kamu diskusikan bareng pasangan ‎sebelum memutuskan untuk menikah. Lumayan kan, ada bahan obrolan sebelum melangkah ke ‎jenjang yang lebih serius lagi. ‎


Kepercayaan

‎1.‎ Agama apa yang dianut?‎

‎2.‎ Apakah bisa walau seagama namun beda aliran?‎


Keuangan

‎3.‎ Siapa yang mengelola keuangan?‎

‎4.‎ Apakah harus punya tabungan bersama atau masing-masing?‎

‎5.‎ Apa setuju jika memiliki kartu kredit? ‎

‎6.‎ Akan disimpan di mana keuangan keluarga? Melalui tabungan konvensional, atau ‎memanfaatkan instrumen investasi?‎


Kesehatan ‎

‎7.‎ Apakah memiliki riwayat kesehatan?‎

‎8.‎ Perlu memiliki asuransi kesehatan, asuransi jiwa atau tidak?‎

‎9.‎ Apakah memiliki trauma dalam keluarga?‎

‎10.‎ Apakah harus cek kesehatan masing-masing untuk persiapan jika memiliki anak ‎nanti?‎


Pekerjaan ‎

‎11.‎ Apakah istri boleh atau tidak, bekerja?‎

‎12.‎ Bolehkah tetap bekerja ketika sudah memiliki anak? Jika iya, apa syaratnya?‎

‎13.‎ Jika istri berpenghasilan, apakah boleh belanja dengan uang sendiri tanpa seizin ‎suami?‎


Kehamilan dan Anak

‎14.‎ Kapan punya anak?‎

‎15.‎ Ingin punya anak berapa?‎

‎16.‎ Langsung program hamil atau ditunda dulu?‎

‎17.‎ Kalau belum punya anak, gimana? Adopsi atau bayi tabung?‎

‎18.‎ Apakah boleh jika tidak punya anak?‎

‎19.‎ Ketika sudah punya anak, istri bekerja, anak akan dititipkan kemana? Pakai jasa ‎baby sitter, titipkan ke daycare, orangtua atau mertua?‎

‎20.‎ Apakah mau saling bekerja sama untuk mengurus keperluan anak?‎

‎21.‎ Apakah akan KB, atau tidak? Jika iya, siapa yang akan KB, dan dalam bentuk apa?‎


Pekerjaan Rumah Tangga

‎22.‎ Siapa yang akan melakukan pekerjaan rumah tangga, secara spesifik. Misal cuci ‎baju, masak, nyapu rumah?‎

‎23.‎ Apakah perlu menggunakan jasa asisten rumah tangga?‎

‎24.‎ Bagaimana pembagian pekerjaan rumah tangga saat weekday maupun weekend?‎


Tempat Tinggal

‎25.‎ Akan tinggal dimana setelah menikah?‎

‎26.‎ Ikut orangtua atau mertua?‎

‎27.‎ Kontrak atau beli rumah?‎

‎28.‎ Bagaimana kalau LDM setelah menikah?‎

‎29.‎ Apakah istri harus ikut ke kota tempat kerja suami?‎


Keluarga

‎30.‎ Seberapa sering intensitas untuk mengunjungi keluarga? Baik orangtua maupun ‎mertua?‎

‎31.‎ Apakah perlu menginap atau tidak?‎

‎32.‎ Apakah keluarga sudah menerima kamu sebegai calon suami/istri?‎

‎33.‎ Jika terkendala bahasa, karena berbeda, bagaimana cara komunikasinya?‎

‎34.‎ Apakah boleh memberikan bantuan berupa uang dan semacamnya untuk keluarga ‎yang membutuhkan?‎

‎35.‎ Apakah ada nominal tertentu yang diberikan setiap bulan kepada keluarga?‎

‎36.‎ Apakah ada tanggungan yang belum diselesaikan? Misalkan hutang atau ‎menyekolahkan adik?‎


Privasi

‎37.‎ Apakah punya niat dan keinginan untuk poligami?‎

‎38.‎ Apakah perlu mengetahui sandi dari sosial media yang dimiliki, maupun rekening ‎masing-masing?‎


Kebiasaan

‎39.‎ Kebiasaan apa yang sering dilakukan saat di rumah? Seperti taruh handuk ‎sembarangan, tidak cuci piring, dan lain sebagainya.‎

‎40.‎ Morning person atau tidak?‎

‎41.‎ Atau ada yang mau nambahin?‎


Hiburan

‎42.‎ Apakah boleh keluar rumah untuk hang out bareng teman?‎

‎43.‎ Apakah boleh me time dengan tinggal di rumah orangtua selama beberapa hari?‎

‎44.‎ Apakah boleh jika membeli barang yang menjadi hobi, namun dibatasi nominalnya ‎tiap bulan? Apakah perlu izin terlebih dahulu atau langsung beli

‎45.‎ Apakah senang berlibur atau tidak?‎


Sebenarnya kalau dijabarin sih banyak banget, sobs. Tapi paling nggak kasarannya udah ‎dijabarkan di atas lah ya. Nah, buat kamu yang sudah punya ayank, dan mantap untuk ‎membawa hubungan kalian dengan pasangan, sebaiknya bicarakan atau diskusikan pertanyaan-‎pertanyaan di atas deh, untuk mengetahui seberapa siap kamu untuk mengarungi bahtera ‎rumah tangga dengannya.‎


Tapi ingat ya, jangan jadikan menikah untuk solusi permasalahan hidup yang tengah kamu ‎hadapi. Karena menikah adalah babak dari beberapa tantangan, atau bisa dikatakan masalah ‎baru yang akan kamu temui ketika menikah nanti. Semisal, akan pilih kerjaan yang gimana, ‎milih sekolah untuk anak, dan tetek bengek lainnya.‎


Lalu.. pastikan langkah kamu untuk menikah bukan karena tuntutan masyarakat. Namun, ‎menikahlah dengan orang yang tepat. Biarkan saja masyarakat ngomong apa aja. Emang ‎mereka bisanya bisik-bisik sana sini. Harusnya gini dan gini. Lagipula yang jalanin kita, ya kan?‎


Jadi, gimana sobats? Sudah mantap akan menikah dan ngobrol dari hati ke hati bareng ‎pasangan membahas poin-poin di atas? Jika iya, boleh deh sharing di kolom komentar, ya. Atau ‎ada yang mau nambahin juga, feel free loh.‎


Things to discuss before married
Spesial kolaborasi antara halokakros.com X rurohma.com



By the way ini adalah artikel kolaborasi antara aku dan mbak Rosa, kamu bisa baca tulisan Kak ‎Ros di link berikut ini ‎


‎15 Pertanyaan Sebelum Menikah, Tanyakan ke Calon Suami


Semoga artikel yang aku bagikan ini bermanfaat ya. Jika informasi ini berguna, jangan lupa ‎bagikan ke pasangan atau orang sekitar kamu melalui sosial media, ya. ‎


Terima kasih sudah membaca dan berkunjung ke artikel ini. ‎

‎~blessed‎

Khoirur Rohmah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca dan berkunjung kemari.
Salam kenal, jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya, supaya bisa berkunjung balik. Hhee. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...