Minggu, 20 Maret 2022

Menikah Bukan Melulu soal Kesenangan, Butuh Persiapan Mental

Persiapan Mental Pra Nikah


Kesiapan Mental Pra Nikah – Bismillaahirrohmaanirrohim... halo sobats, sepertinya hari ‎Minggu adalah waktu yang sangat aku nantikan untuk membahas mengenai pra nikah dan ‎pasca menikah. Tidak hanya aku, ada Kak Ros yang juga ikut berbagi tema yang sama. Karena ‎artikel kami merupakan kolaborasi, sehingga tulisannya akan saling terkait.‎


Nah, sobats tentu percaya jika menikah tak sesederhana itu. Ya!!! Banyak hal yang perlu ‎disiapkan. Apalagi ada dua orang yang memiliki latar belakang yang berbeda dan disatukan ‎dalam satu ikatan. Sehingga, akan ada banyak hal yang akan dilalui sebelum, dan pasca ‎menikah nanti. Persiapan yang perlu dilakukan itu tidak hanya berupa fisik, dan materi saja, ‎melainkan tentang kesiapan mental keduanya.‎


Menikah tentang cinta dan pesta? Oh, tidak sesederhana itu, Ferguso. Seperti yang Rico ‎ucapkan karena ditolak lamarannya oleh Aida di Film Aku, Kau, dan KUA.‎


‎”Lihat, Fira bisa terima Deon apa adanya, yang bentukannya begitu. Masa Aida nggak bisa ‎nerima gue apa adanya. Padahal gue ganteng,”‎

‎”Owh gua tau kenapa, gua tau. Deon itu nggak gampang putus asa. Gue aja baru ditolak sekali. ‎Gue menyerah.”‎

‎“Walau gue miskin, tapi gue punya cinta. Dan dengan cinta gue bisa perjuangin itu.”‎


Walau itu cuplikan Film, bisa jadi mudah untuk ditemukan sekitaran, kan? Menikah tidak hanya ‎tentang kesenangan semata. Yang realistis saja. Karena menikah tidak untuk sementara, ‎makanya disebut ibadah terpanjang. Sehingga diperlukan yang namanya persiapan.‎


‎”Aku pacaran sama dia udah lama, aku yakin bisa melalui masa-masa pernikahan nanti, karena ‎kita udah lama saling kenal,”‎


Sayang banget, pacaran lama tidak menjamin kamu bisa memahami pasangan masing-masing, ‎loh. Karena aku sendiri demikian. Pacaran lama tidak akan menjamin laju pernikahan akan ‎mulus, akan ada hal-hal kaget yang kamu temui nantinya setelah menikah. Bukan menakut-‎nakuti, sih. Hanya sekedar sharing supaya mempersiapkan pernikahan dengan sebaik-baiknya. ‎Termasuk pentingnya kesiapan mental.‎


Jadi, untuk kamu yang berencana membawa hubunganmu menuju jenjang pernikahan, lebih ‎baik pelan-pelan ketika memutuskan menikah ya. Jangan menikah dengan buru-buru. Atau ‎karena tekanan dan tuntunan hanya karena usia sudah matang menikah. Sebab, hanya kamu ‎dan pasangan yang akan menjalani, sehingga kamu harus yakin dan siap untuk mengarunginya.‎


Nah, untuk kamu yang berencana menikah apa aja sih yang perlu kamu lakukan untuk ‎mempersiapkan mentalmu? Simak terus ya....‎


‎1.‎ Mengendalikan Emosi Diri

Kamu tentu paham jika hubungan lama tidak menjamin dapat memahami pasangan. ‎Apalagi jika ada konflik, tentu dibutuhkan emosi yang stabil dalam menghadapinya. Tapi ‎ingat, konflik saat pacaran dan menikah itu akan berbeda. ‎


Ketika menikah, dua orang yang punya masalah masing-masing, akan saling ‎memikirkan masalah pasangannya juga. Jika tidak dapat mengatur emosi diri, ‎dikhawatirkan akan meledak dan menjadi-jadi. Karena itu, dibutuhkan kemampuan ‎untuk mengendalikan emosi diri maupun pasangan supaya tidak tersulut amarah karena ‎konflik tertentu.‎


‎2.‎ Saling Terbuka dan Membangun Komunikasi yang Baik

Ketika sudah menikah, jangan biasakan untuk memberi kode kepada pasangan supaya ‎paham. Namun bicarakan apa yang diinginkan, dibutuhkan, atau diharapkan. Karena itu, ‎kamu perlu terbuka dan membangun komunikasi yang baik dengan pasangan.‎


Komunikasi yang baik juga tidak hanya secara verbal, namun bisa juga dengan ‎sentuhan, senyuman, saling mendengarkan dan mendukung satu sama lain. Oleh karena ‎itu, bangun komunikasi yang baik dengan menggunakan hati supaya mengerti apa yang ‎sedang dibutuhkan pasangan.‎


‎3.‎ Mau Beradaptasi

Karena pernikahan adalah menyatukan dua orang yang memiliki latar belakang dan dua ‎karakter berbeda. Ada kalanya ada hal yang tidak kamu sukai, namun harus kamu ‎lakukan untuk kebaikan bersama. Hal seperti inilah yang dinamakan sebuah adaptasi ‎untuk saling menyesuaikan diri.‎


Seperti halnya dulu, saat awal-awal menikah. Mamas sangat kaget dengan suasana ‎baru di rumahku yang cenderung rame. Namun semakin kesini, semakin bisa ‎beradaptasi. Makanya. Seiring berjalannya waktu kamu maupun pasangan akan perlu ‎menekan ego masing-masing demi keutuhan pernikahan.‎


‎4.‎ Menghargai Pasangan

Hal ini dilakukan salahsatunya dengan selalu jujur terhadap perasaan masing-masing ‎tanpa harus saling menyerang, mengkritik perilaku, kekurangan, atau sikap pasangan. ‎Walaupun sulit, namun tidak berarti mustahil untuk tidak dilakukan, kan?‎


‎5.‎ Mengembangkan Kemampuan Problem Solving

Seperti yang sudah aku sebutkan di poin pertama. Ketika menikah, dua orang yang ‎punya masalah masing-masing, ada dua kepala yang saling memecahkan masalahnya ‎sendiri maupun pasangannya. Nah loh gimana tuh?‎


Sehingga diperlukan kemampuan untuk dapat mengatasi masalah tanpa ‎mengedepankan ego pribadi dan beranggapan bahwa caranya sudah paling baik. ‎Namun selesaikan dan pikirkan bersama-sama bukan secara individu. ‎


‎6.‎ Beriorientasi untuk Terus Belajar demi Mencapai Keberhasilan dalam Pernikahan

Salahsatu persiapan mental sebelum menikah yang perlu dilakukan adalah dengan ‎belajar dari kesalahan untuk melangkah ke jalan yang jauh lebih baik lagi. Karena pasti ‎ada kegagalan maupun keberhasilan yang akan dilalui. Namun anggaplah hal tersebut ‎adalah proses untuk pembelajaran diri. ‎


Tidak hanya itu, dengan mau terus belajar itu juga diiringi motivasi untuk dapat ‎membuat pernikahan kamu dan pasangan bisa berhasil. Lalu bagaimana caranya? Ya ‎harus diusahakan supaya cinta terus membara hingga seterusnya. Salahsatu contoh. ‎Setiap setahun sekali, agendakan untuk berlibur ke luar negeri. Misalnya. ‎


‎7.‎ Membicarakan hal-hal yang mungkin dihadapi setelah menikah

Nah, supaya kamu dan pasangan bisa tahu apakah sudah se visi dan se misi untuk ‎menuju jenjang pernikahan, atau belum. Hal ini dengan berdiskusi terkait isu-isu yang ‎mungkin kamu hadapi setelah menikah. Baik nanti saat menjadi suami atau istri, ‎menjadi ipar, maupun menantu, maupun lainnya. Banyak hal yang tentunya bisa kamu ‎bahas dengan pasangan sebelum menikah. Kamu bisa baca semuanya di link berikut ini ‎


Baca juga : 40+ Pertanyaan yang Perlu Kamu Diskusikan dengan Pasangan Sebelum Menikah


Kalau kamu masih bingung membahas hal-hal berkaitan dengan persiapan mental ini. ‎kamu juga bisa mengikuti kelas pra nikah loh. Salahsatunya bisa kamu coba cek di website siapnikah.org. Di sini maupun pada kelas pra nikah nanti kamu akan dibimbing oleh orang yang ‎sudah ahli dibidangnya. Kamu juga bisa mendapatkan masukan maupun tips untuk mengatasi ‎rasa takut maupun cemas menjelang atau saat mempersiapkan pernikahan.‎


Ingat, jangan terlalu tinggi dalam berekspektasi setelah menikah mengapa berbeda dari ‎saat sebelum pernikahan. Karena menikah bukan hanya tentang kesenangan saja. Namun ada ‎hal-hal realistis yang harus kamu hadapi dan temui nantinya. Jika tidak berasal dari diri sendiri, ‎pasangan, bisa jadi lingkungan sekitar.‎


Bukan untuk ditakuti. Namun perlu dipersiapkan sedini mungkin. Sebab pernikahan tidak ‎sebatas cinta dan pesta di Hari H. Sehingga ada persiapan mental yang juga harus kamu ‎perhatikan dengan pasangan. Selain itu masih ada hal lain lagi yang juga nggak boleh kamu ‎abaikan. Ya. Persiapan kesehatan sebelum menikah.‎


Nah, mengenai hal tersebut kamu bisa baca langsung di artikel Kak Ros aja. Aku tuliskan ‎link nya di  bawah ini, ya. Langsung klik aja sharingnya Kak Ros.‎


Baca juga Tulisan Kak Ros

Tes Kesehatan Sebelum Menikah di Puskesmas Tahun 2022‎


Semoga dengan artikel ini, mampu menguatkan perencanaan kalian menuju ikatan sah ‎bernama pernikahan. Dan untuk kamu yang berada dalam ikatan sah di mata agama maupun ‎negara, semoga pernikahanmu berlangsung selamanya dan dapat menjalaninya dengan penuh ‎warna dan makna untuk hidupmu.‎


Terima kasih sudah membaca dan berkunjung di artikel tentang persiapan mental sebelum menikah ini. Semoga bermanfaat, dan jangan lupa untuk tinggalkan komentar kamu, ya.‎


Blessed

Khoirur Rohmah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca dan berkunjung kemari.
Salam kenal, jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya, supaya bisa berkunjung balik. Hhee. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...