Senin, 06 Juni 2022

Pengalaman Hampir Terseret Air Sungai Samping Rumah

 

Pengalaman Hampir Terseret Air Sungai


Bismillaahirrohmaanirrohim

Halo sobats… beberapa waktu terakhir ini, satu minggu lebih kita mendengar kabar yang ‎megitu memilukan dan banyak yang dinanti-nanti bagaimana keadaan putra pertama dari ‎Gubernur Jawa Barat, Bapak Ridwan Kamil dan Mamah Jabar, Ibu Athalia. Semoga Alm Ananda ‎Eril Emmeril Kahn Mumtaz dapat segera ditemukan. Amin Amin Allahumma Amin


Mengingat kejadian yang dialami Aa Eril ini. Membuat saya sedikit flashback dengan momen ‎saat masa kanak-kanak dulu. Ya. Dulu saya dan teman-teman suka banget main di sungai. ‎Sungai samping rumah ini termasuk paling kecil di antara 2 sungai lain yang berada di desa ‎kami. Dan di sungai inilah biasanya banyak digunakan untuk aktivitas memancing ikan, ‎berenang, atau sekedar melihat-lihat air yang mengalir saja.‎


Saat terjadi kepanikan di sungai waktu itu saya masih duduk di bangku sekolah dasar kelas 3 ‎atau 4 ya. Karena setelah itu saya jarang banget mandi sore-sore bareng temen-temen ‎sepermainan di sungai. ‎


Ketika itu, saya dan 2 orang teman perempuan yang memang tinggal di gang sebelah rumah ‎itu lagi main air,. Mulai dari berenang dengan bergaya ala putri duyung di dekat tangga ‎turunan sebelum ke sungai. Main cipratan air, mencoba berenang dengan gaya batu, dan ‎lainnya. ‎


FYI sungainya dangkal, dan saat sore hari itu air tidak terlalu tinggi. Kurang lebih selutut lah. ‎Sangking asyik mainnya eh tiba-tiba saya terjatuh dan kebetulan banget debit air sungai juga ‎cukup deras walau nggak terlalu banjir ya sungainya. Tapi saya hampir keseret air sungai. ‎Beneran. Saat menuliskan artikel ini saja saya masih merinding membayangkan kejadian waktu ‎itu. Andai saja tidak ada yang menolong, mungkin artikel ini tidak tayang. Naudzubillah


Alhamdulilah banget, salahsatu teman yang berdiri tidak jauh dari saya menarik kaki saya ‎dengan kencang. Hingga akhirnya saya bisa kembali berdiri walau perasaan sudah campur ‎aduk dan shock seketika. Yang kemudian memutuskan untuk menyudahi permainan di sungai ‎sore itu. Kalau saja, kalau saja. Begitu saja membayangkan hal-hal yang jika sepersekian detik ‎abai, mungkin akan ada cerita berbeda.‎


Tapi alhamdulillah, terima kasih kepada Allah SWT dan juga kepada teman sepermainan yang ‎refleks menoleh dan segera menarik saya supaya tidak terseret arus. Alhamdulillah ‎


Dari cerita ini membuat saya kadang masih ragu-ragu untuk main di sungai. Apalagi kalau pas ‎sehabis hujan walau sungai meluap tapi berwarna coklat, duh... malah lebih asyik melihat saja.‎


Tapi, dengan kejadian aa Eril, semoga senantiasa ada kabar baik yang segera bisa terdengar ‎oleh khalayak ramai. Aa Eril orang baik bahkan seluruh masyarakat ikut mendoakan, melihat ‎bagaimana kebaikan Bapak Ridwan Kamil selaku ayahanda dan Ibu Athalia. Begitu pula ‎tercermin dengan kebaikan yang telah aa Eril lakukan semasa hidup. ‎


Walau belum pernah bertemu, bahkan warganet amat sangat mendoakan dan yakin bahwa Aa ‎Eril orang yang baik. Yuk, untuk kamu yang membaca artikel ini, sempatkan untuk memberikan ‎hadiah Al Fatihah untuk ananda Emmeril Kahn Mumtaz, Sobats. ‎


Semoga sedikit curahan hati terkait pengalaman hal yang sedikit sama dengan Aa Eril ini, bisa ‎kita petik bersama-sama hikmahnya ya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca artikel ‎ini. Sampai jumpa pada artikel berikutnya.‎


‎~blessed ‎

Kr Rohmah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca dan berkunjung kemari.
Salam kenal, jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya, supaya bisa berkunjung balik. Hhee. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...