‎ ‎
personal lifestyle blogger jember

Bukan Sekadar Menahan Lapar: Mengukir Kebiasaan Baik di Bulan Suci Ramadan

kebiasaan baik yang ingin dibangun saat ramadan

Bismillaahirrohmaanirohim

Ketika ramadan datang, aku merasa setiap siang dan malam hari seakan dunia jauh lebih tenang namun tetap syahdu. Seperti halnya terdengar suara mushola dan masjid yang memperdengarkan bacaan ayat-ayat suci Al-Quran yang dibaca saat sholat tarawih hingga tadarus. Bahkan menjelang maghrib juga suasana cukup ramai, karena beberapa orang menyibukkan diri mempersiapkan buka puasa dengan ngabuburit, menunggu maghrib, hingga melakukan war takjil.

Suasana seperti itulah yang membedakan bulan ramadan dengan bulan-bulan lainnya. Meski demikian, di tengah rutinitas yang biasa terjadi saat ramadan ini, apakah hanya sebatas pengulangan dari tahun-tahun sebelumnya?

Rutinitas dalam hal ini adalah tradisi puasa yang selalu dilaksanakan saat ramadan. Yang berarti kita menahan lapar mulai dari terbitnya fajar, hingga terbenamnya matahari, namun karakter diri, dan kebiasaan masih tetap sama. Belum ada perubahan.

Padahal ramadan di sini bukan hanya sekedar menahan diri dari makan, minum, berbicara, dan nafsu saja, sehingga membuat perut menjadi keroncongan. Melainkan sebuah ajang "training camp spiritual" yang berlangsung selama 30 hari dan dirancang khusus untuk membentuk diri kita jauh lebih baik. Menempa diri untuk menemukan jati diri sesungguhnya. 

Apakah dalam training ini kita berhasil membangun kebiasaan baik dan membawanya hingga training berakhir. Atau hanya sebatas melaksanakan rutinitas selama training berlangsung saja. Kira-kira aku dan kamu ikut bagian mana, ya?

Mengubah Pola Pikir: Dari Menahan ke Membangun

Puasa berarti menahan diri (al-imsaak) dari makan, minum, berbicara, atau hawa nafsu. Menurut istilah (syara'), puasa adalah menahan diri dari segala hal yang membatalkannya dari terbit fajar hingga terbenam matahari, disertai niat. 

Saat momentum puasa ramadan, kita diperintahkan untuk menahan diri dari empat hal yang tersebut di atas. Namun tujuan menahan diri ini adalah untuk membangun kontrol diri. Apabila kita mampu menahan dari kebutuhan biologis, tentu kita juga bisa mengendalikan dorongan untuk tidak berlaku marah, malas, membicarakan keburukan orang lain, meninggalkan sholat dan lainnya.

Dengan kesempatan membangun kontrol diri selama 30 hari jika dimanfaatkan dengan baik untuk menanam benih kebiasaan baru. Bisa dipastikan, saat ramadan pergi meninggalkan kita, benih ini akan tetap tumbuh dan menjadi pohon karakter baru, yang kalau terus dilakukan, pohon tersebut akan tetap kokoh.

Membentuk Diri Yang Lebih Baik di Bulan Berkah

Di bulan yang berkah ini, setiap detik, menit, dan jam yang kita lalui dirancang untuk dapat mengasah kemampuan diri dalam ketajaman spiritual dan kemurnian akhlak. Yang mana bulan ramadan dapat membentuk diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik dengan berani menanggalkan kebiasaan buruk. Lalu menggantinya dengan kesabaran dan kedisiplinan.

Tentunya dalam prosesnya, tidak harus dengan sebuah perubahan yang besar. Melainkan dengan langkah kecil namun dilakukan secara konsisten. Sehingga sesuatu yang semula sulit, akan terasa lebih ringan. 

Seperti bangun lebih awal dan berperang dengan rasa kantuk yang tak tertahankan, saat perut kosong harus menahan amarah dalam rangka menguasai ego. Hal inilah yang dapat dilakukan saat ramadan, sebagai bengkel karakter. Untuk yang konsisten dengan perubahan kecil tapi terus berlanjut, akan lahir menjadi karakter dan pribadi yang tangguh begitu hari kemenangan tiba.

Kebiasaan Baik Yang Ingin Aku Bangun Saat Ramadan

Saat menyambut datangnya ramadan, aku sudah bertekad. 30 hari kedepan, aku ingin menempa diriku untuk dapat keluar dari zona nyamanku yang tidak berhasil dilakuan di bulan ramadan sebelum-sebelumnya. Mungkin kalau ramadan tahun lalu aku tidak ada target tertentu untuk mengisi bulan penuh berkah ini dengan hal-hal positif dan produktif untuk diriku sendiri. Maka di tahun ini, sebelum ramadan tiba, aku sudah niatkan dalam hati akan memperbarui karakter diriku menjadi pribadi yang lebih baru dari sebelumnya.

Berikut ini adalah kebiasaan baik yang masih aku coba bangun saat ramadan di tahun 2026. Semoga tetap konsisten hingga bulan-bulan berikutnya.

1. Tidur dan Bangun Lebih Awal

2. Rutin Membaca Al-Qur'an

3. Peduli Terhadap Kesehatan Diri

4. Membaca Buku

5. Makan Secukupnya

6. Menjaga Lisan dan Jari

7. Memperbanyak Sedekah


Penutup



#IIDN #KomunitasMenulis #TantanganMenulis #Day1

"Challenge Menulis IIDN"

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca dan berkunjung kemari.
Salam kenal, jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya, supaya bisa berkunjung balik. Hhee. ^_^

Chingudeul