Sehari Mbolang ke Kota Surabaya

Januari 21, 2018

Surabaya's Journey


Bismillaahirrohmaanirrohim....
Alhamdulillah. Saya masih diberi kesempatan untuk menuliskan kisah perjalanan singkat yang mendadak di blog tercinta ini, yang terlihat sekali semak belukarnya di mana-mana. Sebelum di tempati makhluk tak kasat mata, alangkah baiknya saya urus lebih intim lagi rumah maya ini.

Terlalu berdebu sekali rumahnya, untung sekali orangnya nggak ikut lumutan, hehehe. Insyaallah. Nah, by the way, setelah bangun dari nightmare yang sungguh menjemukan kemarin. Saya ingin membagikan kisah bahagia saya dalam perjalanan sehari ke kota Surabaya. Pingin tahu seperti apa kisah seru versi saya, check this out, ya...

Sabtu, 13 Januari 2018

Sekitar pukul 05.15 saya berangkat ke Jember diantar oleh kakak ipar menuju Stasiun Kereta Api Jember Kota. Pagi-pagi sedikit buta, karena matahari masih bergelung dengan awan, kami menembus jalanan pedesaan yang cukup banyak warna hijaunya yang rindang di mata, udara dingin yang menusuk, melewati serangkaian rumah-rumah perkotaan, merayapi jalanan kota Jember dengan kecepatan yang sekejap kilat kalau nggak fokus bisa terkena pemangsa jalanan raya. Karena selama perjalanan kami dihadang oleh serangkaian mobil gede yang membawa banyak barang di truk mereka. Sehingga kami yang dikejar waktu, merasa harus fokus, berhati-hati, tentu juga mencari celah untuk melintasi kendaraan gede tersebut.

Sungguh sangat terasa, jam menunjukkan pukul 05.50, saya sampai tepat di depan petugas pengecheck ktp. Para penumpang lainnya sudah standby di dalam gerbong kereta. Mbak Detira, teman saya, yang juga double date mbolang saya hari itu datang tidak lama setelah saya sampai disitu. Karena tiket yang bawa doi, hehehe...

Alhamdulillah, puji Syukur ya rabb, kami tidak tertinggal kereta api. Karena kami janjian 15 menit sebelum berangkat, kami harus sampai, tapi ternyata, 10 menit menjelang kereta api berangkat. Kami masih terengah-engah mengatur nafas untuk memasuki gerbong nomor 6.

Di pagi yang sendu, matahari masih malu-malu menampakkan dirinya, kereta api Logawa membelah kota Jember, dan melintasi kota-kota berikutnya, hingga tanpa terasa, kami sampai di Stasiun Wonokromo, Surabaya.

Wonokromo - Surabaya


Sabtu, 13 Januari 2018

Akhirnya, saya bisa menginjakkan kaki untuk yang kedua kalinya di kota Surabaya. Karena sebelumnya, saya hanya bisa menginjakkan kaki untuk sebentar saja, baru kemudian kami berangkat kembali menuju ke Kota Jember, tepat di bulan Juli 2017, setelah perjalanan ke Boyolali.

Dan kali kedua ini, saya tidak bermaksud untuk transit kereta ya, tapi benar-benar ada keperluan khusus yang menggerakkan hati dan pikiran saya untuk mengunjungi kota yang terkenal dengan atmosfir panasnya. Bener nggak sih? Jawab di komen ya...

Nah, dari awal saya belum membeberkan jika kedatangan saya ke Surabaya karena ada undangan pernikahan salahsatu teman relawan Kelas Inspirasi yang serombel dengan saya di KI Bali, karena dari satu rombel, hanya ada saya dan Kak Donny yang bisa ikut. Tapi sayangnya, saya nggak bisa ketemu sama Kak Donny. Mbak Detira pun, juga diundang, karena mempelai laki-laki, yakni Kak Jupri, pernah stay dan kenal baik dengan Mbak Detira lewat Kelas inspirasi Jember #4.


Next, Setelah turun dari kereta api, saya dan Mbak Detira mencari warung makan yang dekat dengan stasiun Wonokromo, warungnya ini dekat sekali dari jalan raya dan pintu keluar stasiun. Letaknya tepat di depan Pasar Wonokromo. Di sana kami mengisi perut kami dengan makan bakso dengan harga yang masih cukup ekonomis, 13K Bakso dengan Aqua ukuran tanggung 3K. Dua orang habis 32K, cukup terjangkau kan?. Namun sayang, rasanya kurang asin di lidah saya, terus lagi nggak ada kecap asinnya.

Puas makan siang, kami langsung menuju basecamp kosan Kak Dek Nit Not. By the way saya nggak tahu nama lengkapnya siapa, Cuma dipanggilnya begitu. Mbak Detira dengan sigap langsung membuka ponsel canggihnya, menghubungi supir Grab melalui aplikasi smartphonenya. Bim salabim jadi apa, prok-prok-prok. Sekitar 10 menitan, Supir Gab dengan mobil Bluebird datang menghampiri kami di seberang jalan, yang selanjutnya mengantarkan kami membelah jalananan Kota Surabaya, melewati monumen utama, icon Kota Surabaya, dan menembus kemacetan kota.

Sungguh katroknya saya melihat pemandangan kota Surabaya, seperti orang utan yang turun ke kota, syukurlah nggak norak abis aja, hehehe. Sampai akhirnya, bapak supir yang selama dalam perjalanan tersebut bercerita banyak hal tentang aktiifitas profesi menyupirnya itu dengan Mbak Detira, mengantarkan kami ke gerbang kos yang keliru di Daerah Dukuh Pakis. Ternyata kosan Kak Dek Nit Not ada di samping No. 5, kosan yang kami hampiri setelah turun dari mobil Bluebird tersebut. Tepat di sebelah kos tempat pertama kami turun.

Di Kosan Kak Dek Nit Not, saya dan Mbak Detira juga bertemu dengan Kak Rahma dari Malang yang nantinya  akan berangkat bersama ke tempat acara pernikahan Kak Jupri. kami istirahat sebentar untuk sekedar ngobrol ringan, canda tawa, mandi, sholat, serta prepare berangkat ke Bungurasih, sekitar jam 2 siang. Ternyata di luar kosan, sudah menunggu Kak Siswanto, yang juga salahsatu relawan satu rombel dengan saya di KI Boyolali Tahun 2017 dan KI Jember #5 2017.

Kami berangkat dengan menikmati kendaraan dari sopir Grab yang enak dipandang, eeaaa... dan selama perjalanan kami disambut dengan derai hujan, bukan derai air mata sang mantan loh ya, hehehee. Hingga sampai tepat di depan rumah Kak Jupri pun, kondisinya hujan sedikit deras, cukup bikin tubuh dingin aja lah ya, hehehee...

Alumni Kelas Inspirasi Jember berkumpul


Sesampainya di panggungnya Kak Jupri dan Mbak Putri, pecah gelegar, canda tawa dari kami sesuai khas dan lawak kami, selain itu, di sana sudah menunggu Kak Ain, yang juga Alumni KI Jember #4. Sehingga tumpah ruah, reuni KI Jember dalam satu tempat. Intinya, pecah dan bocor aja itu semua cerita dan gelak tawa dari pengantin dan tim hore dan kami. Hehehehe...


Siomay, dan bakso, serta minuman es buah cukup mengganjal perut yang sudah mulai menggema. Hingga tanpa terasa waktu menunjukkan pukul 3 sore lebih. Menandakan kami harus segera pulang. Perpisahan adalah sebuah awal yang baru. Semoga di lain waktu bisa berjumpa kembali.

Berpulangnya dari acara tersebut, pertanda saya juga harus pisah arah dengan Mbak Detira. Jadi rutenya, dari Kak Jupri – Balik ke Kosan Kak Dek Nit Not, Sholat Ashar – Lanjut ke daerah Siwalan Tengah Bungurasih dengan mengendarai Go Jek. Sedangkan Mbak Detira memutuskan untuk menikmati malam Minggu bersama Kak Icha, Kak Siswanto, dan Kak Dek Nit Not. Huhu...

Nah, drama sewaktu diantar bang Go Jek, ternyata jalan tempat saya diturunkan itu agak jauh dikit dari kosan Mun, ponakan saya. Ternyata Jalan Siwalan Tengah itu sebelum perempatan jalan, untungnya saya nggak terlalu jauh balik arah ke jalan Siwalan Tengah tempat Mun menunggu saya, hingga akhirnya kita bisa berjumpa dan melepas rindu, ceilahhh.... maklum, Mun sepantaran dengan saya, tapi dia harus rela merantau untuk membiayai kehidupan orangtua dan adiknya di desa, duh melas banget kisahnya bener. Jadi, banyak bersyukur pada apa yang telah Allah berikan pada saya sekarang.

Saya cukup shock, ternyata kosan Mun, tidak lebih besar dari kamar saya di rumah. Ya Allah, terhenyak banget, tapi dia sangat ramah seperti biasa pada saya, dengan gaya bicaranya yang sungguh renyah, dan rame banget. Alhamdulillah lagi masih dapat tumpangan inapan sebelum esok hari balik ke habitat saya kembali ke Karangduren, tempat saya menjalani aktifitas sehari-hari.

Di sore hari menjelang maghrib, Mbak Avy Chujnijah dengan blognya mbakavy.com Whatssapp saya, dimana akan ketemuan, dan posisi saya ada di mana, yang intinya nanti kita ketemuan di mana, dan akan diajak ke rumah Mbak Nurul Rahmawati dengan blognya di bukanbocahbiasa.com. Karena sebelumnya saya sudah mengkonfirmasi akan ke Surabaya hanya sehari di grup WAG Blogger Kekinian, dan ternyata Mbak Avy dan Mbak Nurul yang speak up banget dengan chat saya di grup. Alhamdulillah, intinya, sekali dayung, dua tiga pulau terlampai.

Swafoto di rumah Mbak Nurul


So, sehabis maghrib, saya udah bilang ke Mun untuk antar saya di dekat tempat saya janjian tadi dengan Mbak Avy. Tempatnya dekat sekali dengan kos yang saya tinggali. Cukup berjalan beberapa langkah, sampai sudah.

Tidak terlalu kami menunggu, sambil menikmati sempol satu tusuk yang belum habis. Akhirnya Mbak Avy datang, dan membawa saya melesat jalanan Surabaya versi desa. Tapi bagi saya itu udah wilayah perkotaan padat penduduk. Maklum banget, soalnya lama banget tinggal di desa, hehee...

Kami melewati jalan yang cukup sangat jauh. Itupun saya menawarkan diri untuk jalan kaki ke rumahnya Mbak Avy. Nggak taunya, jalanan tuh subhanallah jauh banget. Nggak kebayang kalau jalan kaki itu kek gimana rasanya, hehehe...

Rencana awal kita mau makan-makan di Cito, tapi berputar haluan. Saya diajak Mbak Avy ke rumah Mbak Nurul, dan makan di salahsatu kedai bakso dekat kediaman Mbak Nurul. By the way, saya juga dikasih tahu letak jalan menuju perumahannya Mbak Avy, tapi ya gitu. Nggak yakin kalau main kesana suatu waktu nanti, bisa ingat apa nggak. Hehhehee...

Alhamdulillah, sampai di rumahnya Mbak Nurul, saya sungguh excited bertemu beliau. Duhh, ramah banget. Sesuai namanya. Nurul Rahmawati. Dan cocok kalau disandingkan ngobrolnya sama Mbak Avy, ibuk-ibuk hebat banget. Kami ngobrol-ngobrol sebentar, dilanjut dengan Makan di Warung Bakso 3 Raja dekat rumah Mbak Nurul. Cukup jalan laki beberapa langkah. Sampai dah. Itupun selama perjalanan kita tidak henti ngobrol yang ada kaitannya dengan dunia bloggerm gaes. Hehehehe...

Nah, barulah sampai di Warung Bakso 3 Raja, saya dikasih ilmu baru dari Mbak Nurul Rahmawati untuk menulis ulasan di tempat-tempat yang saya kunjungi lewat Google Maps. Sebuah ilmu yang mungkin nggak nyana bisa saya dapatkan sampai jauh-jauh main ke Surabaya. Mereka berbaik hati memberikan ilmu tersebut, yang pernah membawa Mbak Nurul Rahmawati hingga ke Luar Negeri. Subhanallah...

Mienya, bikin perut kosong langsung penuh, hehee

Enak banget gorengannya, sumpah. 

Ini Kita, hehehee

Dan tak disangka pula, saya duduk berhadapan dengan dua orang blogger yang bisa dikatakan suhu dalam masing-masing bidang di dunia blogger. Mbak Avy, yang kerap mengajak blogger untuk dapat voucher gratis, yang kasih tawaran menarik untuk blogger, ada di hadapan saya. subhanallah... benar-benar seperti mimpi saja, malam itu.

Siang dan malam hari di Surabaya sungguh kado terindah di awal tahun 2018 ini. Allah mempertemukan saya dengan blogger yang lama tidak pernah saya jumpai. Sebenarnya jika saya lama liburan ke Surabaya, tentu bisa mengunjungi blogger-blogger lainnya. Tapi sayang, waktu berkata lain. Saya harus segera balik.

Mbak Avy, Super woman ^_^


Setelah malam mingguan bareng emak-emak hits, saya pun balik dengan dipesankan Gojek yang ternyata bapaknya bikin esmosi Mbak Avy, saya pun juga ikut tergelak melihat cerita Mbak Avy waktu bapaknya ditelfon soal posisi saya berada di jalan rumah Mbak Nurul. Alhamdulillah, sampai kosan, saya rebahan bentar, hingga akhirnya tertidur sampai esok hari yang sungguh padat merayap agendanya untuk balik ke Jember.

Ada satu pesan yang sungguh melekat di hati saya dari mbak Nurul ketika di grup. Inspiring sekali untuk menjalin ukhuwah.

“Kopdar tidak selalu harus ketemu di event kan?”
– Nurul Rahmawati


Maka dari itu, selagi ada waktu dan kesempatan bisa bertemu dengan saudara yang memiliki passion yang sama, kenapa harus menunggu event untuk saling berjumpa?

Semoga apa yang saya sampaikan ini tentang Sehari Mbolang ke Kota Surabaya bisa berguna dan bermanfaat untuk teman-teman ya... feel free to drop your comments ya gaes...

21 Januari 2018, 23:21
Di malam Senin yang sunyi

Khoirur Rohmah



You Might Also Like

13 komentar

  1. Kapan2 aku dan mba Avy yang ngebolang ke Jember yessss

    Makkasiyyy udah sempatin mampir yaa
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  2. Aku udah komen tadi.
    Masuk apa kagak ya?

    BalasHapus
  3. wah surabaya, kapan aku akan kembali ke sana

    BalasHapus
  4. kita kopdar juga enggak di event kan yah, hehehe

    doain yah, Februari nanti semua lancar, Insya Allah mau kopdar sama Endang dan Teh Nunie, maunya sich ada kamu juga.. heheh

    BalasHapus
  5. Alhamdulillah... Ikut seneng mba :)

    BalasHapus
  6. Enak ya mbak jadi blogger itu, dimana2 bisa ketemu temen. :)

    Mbak Avy orang Madiun juga Khan, Semoga suatu saat bisa bertemu beliau

    BalasHapus
  7. rohmah...yang sak umurane anakku hehehehe.... semoga bisa kami yg gantian ke jember ya

    BalasHapus
  8. wuo emang blogger hits sosok di atas itu

    BalasHapus
  9. Wah ga tahu kalau mba datang.
    Tahu gitu disamperin

    BalasHapus
  10. Seneng ya bisa ke Surabaya dan kopdar dengan sesama blogger. Kapan2 kalo ke Bali jgn lupa hubungi saya ya....

    BalasHapus
  11. aw, jadi kangen kampung halaman sby, rumah ortu deket wonokromo situh

    BalasHapus
  12. Aww... senengnya bisa sekalian kopdar ya. Aku sering ke Surabaya tapi belum pernah kopdar, hihi... Kali aja mau ke Tuban, mampir ya.

    BalasHapus
  13. Yuk gantian mbolang ke Klaten wuk :D
    Sekalian kopdar kitaaaaaa

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan berkunjung kemari.
Salam kenal, jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya, supaya bisa berkunjung balik. Hhee. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Contact Me

Jika ingin mengontak saya untuk keperluan publikasi, kerjasama, ataupun pertanyaan lain tentang blog ini bisa dengan mengirim email langsung ke rurohma95@gmail.com.
Terima kasih -
Copyright by Khoirur Rohmah
Fastabiqul Khoirots

Like us on Fanpage

Kicauan Saya