Keseruan Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Khusus Perempuan bersama Alfamart X TJI di Rollas Cafe Jember

Senin, 07 Januari 2019

Jember Regency, East Java, Indonesia


Bismillaahirrohmaanirrohim....
Halo temans... Tepat pada Hari Rabu, 26 Desember 2018 kemarin, sekaligus masih dalam rangka memperingati Hari Ibu, The Jannah Institute bekerja sama dengan Alfamart mengadakan Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Khusus Perempuan untuk yang ke-4 kalinya, yang pada hari itu bertempat di Rollas Cafe, Jember (Bersebelahan dengan Lippo Mall).

Acara yang dimulai sekitar jam 09.00 WIB ini, dibuka oleh Host yang mungkin udah nggak asing lagi dengan namanya, yaitu Mbak Prita HW sebagai Direktur sekaligus Founder TJI (The Jannah Institute), dan dihadiri oleh kurang lebih 30 perempuan dari berbagai kalangan, baik ibu-ibu, remaja, maupun pelaku UMKM. Selain itu, untuk pembicaranya ada Bapak Taufik Hidayanto selaku Sales Store Point Alfamart Jember, Bu Vina selaku Manager Director dari Alfamart Jember, serta Bu Mira Christina Effyati selaku Koordinator Bank Sampah Kampoeng Recycle Jember


 
Untuk rangkaian acaranya sendiri sangat komplit dan seru banget. Mulai dari Belajar membuat Kreasi Decoupage dari Bahan Bekas, Pengenalan tentang Managemen Ritel Modern ke Pedagang Kelontong, serta Edukasi terkait UMKM yang berhasil dan Sukses Masuk Ritel Modern. Sangat berbobot banget, kan acaranya. Nah, berikut ini saya akan beberkan acara di pagi hari yang ceria itu.

Check this out

Membuat Kreasi Decoupage dari Bahan Bekas


Apa sih Decoupage itu sebenarnya?

Mengutip dari website koranyogya.com, Decoupage adalah seni menghias suatu objek dengan menempelkan kertas tissue ke objek tersebut. Kerajinan Decoupage ini sudah populer di mancaneraga terutama di Eropa. Tissue yang digunakan ini memang sedikit berbeda dengan tissue yang kebanyakan kita temukan.

Udah terjawab kan? Walau begitu, saya juga baru tahu tentang seni memanfaatkan barang bekas dengan tehnik Decoupage ini kemarin. Karena, antusiasme Belajar Decoupage adalah bekal supaya dapat menggunakan bahan-bahan yang tak lagi terpakai, menjadi sebuah karya yang indah. Seperti pemanfaatan Compact Disk (CD) untuk hiasan yang dipandu langsung oleh Bu Mira Christina Effyati sebagai Koordinator Bank Sampah Kampoeng Recycle Jember.
 

 Bahan yang digunakan cukup mudah didapat dan caranya cukup sederhana pula. Seperti : VCD atau DVD bekas yang sudah dilapisi cat acrylic, kain tisu atau napkin dengan beragam motif, aneka stiker, lem, serta pernis. Tak lupa pula pakai alat berupa gunting dan kuas untuk mengoleskan lem pada media VCD/DVD.

Caranya gimana?

- Potong kain tisu motif mengikuti polanya
- Kupas seluruh lapisan tissu hingga bagian tertipisnya
- Beri lem pada potongan napkin tersebut lalu tempelkan pada VCD secara pelan hingga rapi dan tidak ada gelombang apapun
- Tunggu hingga lem kering, hiasan dari VCD bekas siap dipajang.
 

Tuh, asyik banget kan. Jadi inget kalau di tempat kerja sering ada VCD/ DVD karena burning nya rusak, jadinya CD nya tak terpakai. Asyik kalau buat hiasan di kamar nih dengan tehnik Decoupage ini. Terima kasih ilmunya, Bu Mira Christina Effyati.

Berikut saya akan kasih tahu sekilas tentang Kampoeng Recycle itu apa sih?

Kampoeng Recycle Jember


Adalah sebuah kawasan terintegrasi dan berorientasi pada pemanfaatan, pengembangan, dan pembeliharaan utamanya pada pengelolaan limbah dengan mengusung jargon “Sampah aja diperhatiin, apalagi kamu,”. Jangan baper dulu yah, temans. Belum-belum yang nulis ikutan baper juga nih, hhaaaa...

Nah, jenis pemanfaatan lingkungan pada Kampoeng Recycle ini terbagi menjadi 3 jenis. Yaitu : Eco Structures, Eco Literasi, dan Eco Preneur.


Eco structures berupa pemanfaatan lingkungan supaya tampak lebih indah dan bersih dengan adanya taman recycle, tempat sampah 3R, green coridor, taman toga, selfie corner yang asik buat pepotoan addict nih, hheee. Serta pondok kreasi, dan lain sebagainya

Eco Literasi berupa kegiatan positif untuk mengajak masyarakat tentang kesadaran dunia literasi dengan didirikannya berupa Taman baca, green school, kampoeng recycle goes to public, diadakannya seminar, workshop, maupun lomba mewarnai.

Eco Preneur yaitu memanfaatkan sesuatu yang terlihat biasa, jadi luar biasa dan penuh manfaat. Yaitu dengan adanya pemanfaatan bank sampah, decoupage, kreasi daur ulang, hidroponik, wisata literasi, serta jasa konsultan.

FYI, Kampoeng Recycle sudah pernah bekerja sama dengan berbagai pihak yang bergengsi loh, seperti Jember Disater Respon, Universitas Jember, Rumah Literasi Indonesia, Bank Indonesia, Generasi Baru Indonesia serta DLH Jember loh, temans. Keren banget kan kiprah dari Kampoeng Recycle ini? Banget pastinya. Hhehee

Nah, setelah belajar tentang Decoupage, kemudian informasi tentang Kampoeng Recycle Jember, lalu dilanjutkan dengan materi selanjutnya pada hari itu, yakni Manegemen Ritel Modern ke Pedagang Kelontong dilanjutkan dengan UMKM Sukses Masuk Ritel Modern.

Manegemen Ritel Modern ke Pedagang Kelontong bersama Alfamart


Pada sesi ini, disampaikan langsung oleh Store Sales Point Management Alfamart Jember, yaitu Bapak Taufik Hidayanto yang membahas tentang Program dari Sales Store Point Alfamart itu seperti apa sih.

Sebelum menjawab penasaran apa sih SSP (Store Sales Point) itu, kamu pernah dengar berita tentang adanya minimarket bisa membunuh pedagang atau kios kecil di sekitarnya kah? Nah, kaitannya menjawab hal tersebut. SSP hadir, untuk bekerjasama dan membantu kios kecil mendapatkan produk dari alfamart dengan harga tertentu pastinya. Lebih detailnya, simak terus yah temans...

Apa Sih itu Store Sales Point (SSP) itu?


Store Sales Point adalah toko yang support kebutuhan barang melalui transaksi penjualan ke member dengan harga khusus, serta adanya pembinaan bagi pedangan mikro, kecil, dan menengah di sekitar toko Alfamart.

Tujuan dari Store Sales Poin itu apa sih?

- Membantu ketersediaan barang
- Memberikan harga terbaik
- Membantu untuk mampu bersaing dengan ritel lainnya
- Meningkatkan Corporate Image Alfamart dan Principle sebagai perusahaan yang peduli pada lingkungannya, termasuk untuk kelangsungan usaha
- Mendukung program pemerintah dalam pemberdayaan UMKM

Manfaat apa saja sih yang didapat oleh Pedagang Mikro, Kecil, dan Menengah?

- Kemudahan mendapatkan barang
- Mendapatkan harga beli yang dapat dijual kembali kepada konsumen dengan keuntungan yang wajar
- Hemat waktu, karena toko SSP jaraknya dekat dengan lokasi pedagang kecil
- Untuk pedagang kecil dimungkinkan mendapatkan program dress up atau perbaikan tampilan tempat berjualan yang sudah ada
- Mendapat tambahan pengetahuan dalam mengelola usaha retail
- Transaksi yang mudah secara tunai dan tempo (Toko Modal)
- Mengembangkan pengelolaan toko yang berorientasi pada ritel modern.

Nah, dengan demikian anggapan masyarakat dengan adanya minimarket dapat mematikan kios kecil bisa ditepis dengan CSR Ritel Modern dari Alfamart berupa Store Sales Point, kan? Karena member yang telah tergabung melalui program Outlet Binaan Alfamart (OBA) akan mendapat berbagai kemudahan seperti yang saya sebutkan di atas yang mana produknya akan disubsidi oleh perusahaan Alfamart.

Bahkan, pedagang juga akan diajak untuk mengikuti pelatihan manajemen ritel modern terkait teknik menata barang, pengetahuan produk, cash flow, hingga pelayanan kepada konsumen. Selain itu, Alfamart juga memberikan bantuan untuk mempercantik tampilan fisik kios atau warung milik pedagang yang jadi member tersebut loh, temans.... hohooo. Mantap jiwa kannn? Hheee

Nah, berikut ini alur pendaftaran bagi pedagang yang ingin menjadi member Alfamart yang dilakukan oleh Karyawan Alfamart yang bertugas membuka, menjalin, dan menjaga relasi atau hubungan baik kepada pelanggannya yang disebut sebagai Member Relation Officer (MRO)


UMKM Sukses Masuk Retail

Dan... pembicara selanjutnya di acara hari itu sekaligus yang akan membawakan materi terakhir yaitu UMKM Sukses Masuk Retail adalah Ibu Vina selaku Manager Director Alfamart yang akan menjelaskan tentang produk dari UMKM yang sebenarnya memiliki peluang untuk masuk di di Alfamart loh. Nah, maksudnya gimana nih? Yah, pemilik usaha di UMKM tertentu bisa bekerjasama dengan Alfamart sebagai pemasok produk di Alfamart, begitu temans. 
Terus, gimana sih stepnya, jenis produk apa saja yang dapat dijual, dan bagaimana proses pengajuan produknya?  Langsung simak part terakhir pada tulisan ini yah, temans...

Kriteria Produk yang akan dijual di Alfamart apa saja sih?

- Kesesuaian segmen Alfamart
- Ketersediaan tempat (space terbatas)
- Potensi permintaan pasar
- Tren penjualan barang atau category barang tersebut
- Keterkaitan Category barang (Diusahakan tidak duplikasi)
- Dukungan atas ketersediaan barang

Persyaratan untuk Pendaftaran Supplier Baru apa saja?

1. Form data supplier
2. Fotokopi KTP
3. Fotokopi NPWP / SKT
4. Fotokopi Rekening Bank
5. Fotokopi Anggaran Dasar
6. Fotokopi SK Menkumham
7. Fotokopi SPPKP
8. Fotokopi SPM PPN 3 bulan terakhir
9. Fotokopi SIUP
10. Fotokopi TDP
11. Surat pernyataan Non PKP

Berikut ini Bagaimana Proses Pengajuan Produk Baru untuk Supplier


Setelah produk UMKM berhasil dan sukses diterima oleh Alfamart, maka akan diadakan Bussines Review yang menjadi bahan pertimbangan bagi Alfamart untuk produk dari supplier tersebut bisa tetap aktif atau dinonaktifkan. Berikut rangkaian Bussiness Reviewnya.
1. Tren penjualan produk di toko (per bulan per toko)
2. Rangking produk dalam category
3. Tren penjualan produk di pasaran
4. Service Level Supplier
5. Komitmen supplier terhadap dukungan promosi
6. Issue lainnya.
 
Fyuhhh... hari itu dapat asupan bergizi banget pokoknya. Dari Belajar Decoupage, dan pengenalan tentang Store Sales Point, serta UMKM masuk ritel modern. Dan juga hal itu menandakan bahwa perempuan bisa menjadi bagian dari pelaku UMKM dengan bekal pelatihan tersebut. Beneran komplit banget pembahasan setengah hari itu. Hingga akhirnya tanpa terasa jam 12.00 pertanda acara ditutup dengan menikmati sajian makanan untuk lunch di Rollas Cafe Jember berupa nasi goreng rawon, nasi goreng jawa, ayam goreng, ayam bakar. Uuhhh... bikin kenyang deh, heheee.




Di sesi terakhir adalah pembagian doorprize untuk peserta yang aktif, serta pemberian goodie bag dari Alfamart kepada tiap peserta yang hadir siang itu dilanjut dengan foto bersama. Alhamdulillah... akhir tahun 2018 mendapatkan ilmu yang dapat berguna untuk kedepan pastinya. Semoga di lain kesempatan bisa ikut gabung lagi di event  yang sama. Aminn

Akhir kata, terima kasih untuk Alfamart, The Jannah Insitute, serta kepada Koordinator Kampoeng Recycle atas ilmu serta kesempatannya tersebut.

Semoga artikel tentang Keseruan Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Khusus Perempuan bersama Alfamart X TJI di Rollas Cafe ini bisa bermanfaat, feel free to drop your comments yah gaes...

~Blessed
Khoirur Rohmah

1 komentar:

  1. Bagus ini buat ningkatin ekonomi masyarakat, khususnya UMKM,
    nice sharing mbak

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan berkunjung kemari.
Salam kenal, jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya, supaya bisa berkunjung balik. Hhee. ^_^

Copyright © Fastabiqul Khoirots. Blog Design by SkyandStars.co