Pengalaman Awkward Berada di atas Panggung

Jumat, 24 April 2020

Kabupaten Jember, Jawa Timur, Indonesia

sumber gambay by pexels
Bismillaahirrohmaanirrohim
Halo sobats FR, apa kabar nih? Bagaimana puasa di hari kedua bulan ramadan kali ini? Masih kuat kan? Semoga tetap berkah hingga puasa berikutnya ya. aminn...  by the way, mumpung lagi semangat nulisnya nih aku. Setelah sekian abad nggak cerita banyak hal melalui rumah maya ini, dan sekarang aku akan membagikan pengalaman yang tak bisa kulupakan saat aku masih pakai seragam merah putih. Hheee. Seperti apa ceritanya, check this out ....

Sekitar tahun 2004 atau 2005 deh, aku ditunjuk oleh guruku untuk mengikuti lomba hadloroh atau pidato tingkat SD di sebuah ajang Porsema (Pekan Olahraga dan Seni) X Lembaga Pendidikan Maarif di kota Jember yang diadakan di desa Glunderngan, Wuluhan.

Ajang tersebut merupakan kali pertama yang akan menjadi pengalamanku dalam  maju di depan orang banyak, seperti juri, para peserta dari sekolah lain, guru, dan masih banyak lagi. Dan hal itu tidak mengurungkan niatku untuk tidak mencoba, karena aku punya stok pede banget. Hahhaaa....

Dan saat cek suara, dengan mencoba berpidato di depan teman-teman kelas, aku pun bisa mengatasi kegugupanku trus hafalan isi pidatonya juga nggak buruk-buruk amat. Alias lancar aja gitu. Dan aku berusaha menghilangkan sisi takut, khawatir dipandang sebelah mata, atau apalah. Wis intinya yakin deh. Aku Bisa.

Hingga tiba saatnya acara Perkemahan yang juga tergabung dalam Porsema itu berlangsung, aku pun merasakan yang namanya demam panggung begitu melihat podium tempatku akan berdiri di sana dan disaksikan oleh beribu orang. *lebay kali ahh...

Saat siang hari menjelang perlombaan aku tetap mengkondisikan diriku untuk yakin bisa, tapi di sisi lain aku tetap ada perasaan meragukan diri sendiri, dan muncul cemas itu gaes. lagi-lagi ragu-ragu, hilang, muncul, dan ya harus berani lah. Wong udah sampai sini masak mau mengundurkan diri, pikirku gitu. Positive thingking jadinya.

Sehabis sholat maghrib, aku di dandanin yang sederhana banget sama guruku, dan aku menggunakan kostum, baju muslimah yang hits di masa itu, aaellahhh. Wkwkwkkw. Aku melaju dengan perasaan campur dag dig dug menuju keramaaian yang tidak jauh dari tenda sekolahku berada. Dari sepelemparan mata sudah terlihat itu speaker besar yang letaknya berada di tengah lapangan di sisi panggung acara.

IFYKWIM, di sekitar podium tuh udah dikerubungi banyak orang, aslikk.. Kalau ingat, aku ingin putar badan dan balik aja, dan aku sendirian berangkat ke podium gaes,, huhuuhuhu. Entahlah kalau diingat aku bakalan minta antar kakakku yang juga jadi guru muda di sekolah saat itu.

Sembari menunggu antrian nomor dipanggil, aku baca surat al ikhlas 3 kali, al falaq 1 kali, an nas 1 kali, kemudian aku menghentakkan kaki ke bumi, supaya menghilangkan perasaan nervous itu. Karena dari beberapa peserta yang tampil pada bagus-bagus gaes. Jiper banget asli udah underestimate sama kemampuan diriku sendiri bakalan seperti apa nanti. Hikss...

Dan tibalah waktu itu ....

No. ..... dari SD/MIMA Al-Hidayah Karangduren. Biyuhhh. Dipanggil nomorku aja rasanya jantung mau copot. Jantung berdetak lebih kencang dari sebelumnya. Naik tangga podium aja itu udah gemetar. Terus pegang mic yang berada di tengah podium dan dilihat banyak pasang mata di bawah panggung, ya Allah. Itu udah bergetar aja tanganku, aaaaaa... kalau ingat asli itu perasaan yang memalukan banget yang aku ingat, hahaaa...

Anggaplah seperti ini panggungnya tapi backgroundnya tulisannya PORSEMA hehehe
sumber gambar by unsplash

Trus, trus gimana?

Ya aku tetap berpidato sesuai kemampuanku yang mana suaranya nggak bisa semaksimal saat gladi di sekolah maupun saat berada di tenda siang hari itu. Stage act dalam menyampaikan pidato juga nggak dapat, udah rusak gara-gara suara yang bergetar, ditambah ditatap banyak orang, di depan para juri, guru-guru, teman, dan semuanya yang melihat malam itu. Hingga akhirnya aku bisa menyelesaikan pidatoku yang tak maksimal itu.

Untungnya nggak pingsan deh, asli kalau ingat ya Allahh. Aku akan memperbaiki tingkat kepercayaan diriku di depan banyak orang, apalagi saat ditunjuk menjadi delegasi pidato dari sekolah. Hingga setelah kejadian itu aku udah jera ikutan kaya gitu kecuali ada team atau berkelompok. Pun pewakilan lomba pidato dialihkan ke siswa lain dari sekolahku.

Kejadian saat aku duduk dibangku kelas 4 SD kalau nggak salah itu, menjadi pengalaman memalukan yang kualami pertama kalinya. Hingga setelah kejadian itu baru-baru saat duduk di bangku MTs ataupun Aliyah aku cukup berani dan tidak se-nerveous saat berada di atas panggung.

Dan pengalaman yang sangat berkesan saat di atas panggung itu ketika aku ditunjuk oleh tutor bahasa inggrisku untuk tampil di depan walimurid adik kelas yang mengikuti ekstrakurilkeler tersebut.

Di atas meja kelas yang ditata seperti panggung, aku menyampaikan storytelling yang membuatku menjiwai peranku di cerita anak durhaka tersebut. Aku tampil sendiri di depan banyak ibu, bapak, guru, dan teman-teman. Tapi Alhamdulillah aku puas dengan penampilanku tersebut.

Berkat pengalaman yang memalukan tersebut, setidaknya aku bisa mengasah diriku dan juga mengendalikan diri untuk tetap stay calm saat di atas panggung. Kalau ingat guruku pernah bilang, “anggap aja kamu ngomong di depan patung, jadi kamu nggak perlu takut,”

Malah temanku yang pakai kacamata dia dengan enaknya bilang gini, “Kalau aku ditunjuk untuk berada di atas panggung, aku akan buka kacamataku, supaya saat berada di atas panggung nggak terlihat itu orang-orang, jadi bisa tampil percaya diri deh aku,” kata dia.

Tapi apakah iya harus pakai kacamata dulu untuk berani tampil di depan umum? Ya nggak juga kan ya, hehehee. Nah, kalau sobats FR nih, pernahkah kamu punya pengalaman yang sama seperti aku di atas? Boleh deh share di kolom komentar yah.

Terima kasih sudah membaca dan berkunjung di artikel “Pengalaman Awkward Berada di atas Panggung” ini. jangan lupa, feel free to drop your comments.

~Blessed
Khoirur Rohmah

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca dan berkunjung kemari.
Salam kenal, jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya, supaya bisa berkunjung balik. Hhee. ^_^

Copyright © Fastabiqul Khoirots. Blog Design by SkyandStars.co